pilihan piknik murah buat keluarga

pilihan piknik murah buat emak dan keluarga

Piknik Kecil Buat Emak



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Halo Emak, sudahkah anda piknik minggu ini?

Mungkin masih ada saja ya yang berpendapat bahwa seorang isteri atau emak rumahan itu kerjaannya santai dan leyeh-leyeh aja, jadi nggak butuh piknik, toh nggak stress kerja ngapain piknik?

Saya pernah melihat seorang isteri rumahan yang dari bangun sampe tidur bahkan nggak sempet nyisir rambutnya sampe kusut.

Bangun pagi belanja, mandiin anaknya yang paling kecil, nyiapin sarapan anaknya yang sekolah, nyuci piring, masak, nyuci baju, beresin rumah, nyetrika dan masih setumpuk kerjaan yang seakan nggak ada habisnya.
Yang bahkan malam hari yang adalah waktunya istirahat, masih harus jadi tukang kerik (((kerik))) suaminya yang masuk angin.


Baca ini juga: Wajibkah Perempuan Menyukai Pekerjaan Rumah Tangga

Pernahkah dia piknik?

Boro-boro piknik, yang kata suaminya adalah suatu hal pemborosan. Sedangkan makan ke warung sate di ujung gang sana saja bisa dibilang nggak pernah. Alasannya, menurut suaminya makan di warung itu kayak horang sok kaya. Jadi kalo pengen sate ya belinya di bungkus, even itu sepuluh tusuk atau seratus tusuk juga harus dibungkus.

Weleh #tepokJidat hehe...

Jika anda termasuk yang demikian, berati anda harus segera piknik! :D

Piknik itu apa sih?

Piknik yang mau saya bahas ini piknik dengan menikmati suasana di luar rumah aja. Jadi bukan piknik yang harus naik pesawat ke pulau ini pantai itu atau gunung apa, enggak ya.

Saya, sebagai emak rumahan yang setiap harinya berkutat di dapur dan urus bayi, pasti juga jenuh dan bosen. Terlebih lagi sejak kehamilan anak kedua saya menginjak delapan bulan, saya mulai stop naik motor dan kemana-kemana sendiri, hanya hibernasi di rumah aja menanti kelahiran si jabang bayi. 
Kebayang kan cuma makan ama tidur doang kerjaannya hihihi...

Hingga sekarang, yang bahkan si baby girl udah umur setahunan, saya masih banyak berdiam diri di rumah dan nggak pernah kemana-kemana sendiri lho.

Padahal ya, saya sebelumnya kerja di bidang (boleh dibilang) entertainment dan event, yang Alhamdulillah sering ngajak saya parkir ke tempat-tempat bagus dan mewah *sambil kipas-kipas*, tempat dimana saya sebagai orang (yang masih) dari kalangan biasa ini mungkin tidak akan pernah ke sana jika bukan karena alasan kerja.
Judulnya sambil bersihin kolam makan es krim khan? (Soalnya saya nggak bisa renang, apalagi menyelam kwekk).

Dulu pernah saya share di blog ini juga tentang perjalanan kerja sekaligus piknik ke Senggigi - Lombok, sambil kerja sambil hepi-hepi traveling tanpa rogoh kocek. Tapi maaf artikel itu sudah saya hapus karena semua fotonya saat saya belum berhijab hehe.... Ngapunten.

Well, kapan lalu saya baca postingan di Facebook, ada temen saya yang share.
Postingan itu menceritakan bahwa piknik dengan keluarga itu perlu lho. Dan tidak perlu menunggu kaya.
Beliau (yang posting artikel tersebut) mengatakan bahwa dirinya bahkan tidak punya tabungan banyak, tapi selalu meng-agenda-kan piknik dengan keluarga setiap akhir pekan.

Salah satu alasan yang membuat saya terkesima (aish apa sih) adalah menurutnya jika ia piknik keluarga menunggu kaya, maka saat kaya itu "mungkin" tiba,  anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.

Dari alasan yang membuat saya terkesima itu pun, akhir-akhir ini kami lagi semangat menggalakkan piknik keluarga di akhir pekan ke Car Free Day.

Alih-alih dompet kami yang (masih) selalu tipis ini ya, jadi pikniknya pun tipis-tipis aja (kayak status pesbuk-nya orang-orang itu lho, tipis-tipis).

lapangan renon sebagai pilihan piknik lokal
Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Renon- Denpasar

Kenapa Piknik di Car Free Day?

Karena di Car Free Day si kakak bisa bebas main sepatu roda *yang kalo di rumah hanya dipake kalo saya suruh beli kerupuk ke warung kelontong di ujung blok aja*.
Selain main sepatu roda-nya di jalanan aspal yang muluz kayak pipi saya :( pun banyak yang main sepatu roda juga, jadi makin semangat dan hepi khan si kakak?

main sepatu roda di car free day adalah salah satu piknik
kakak lagi main sepatu roda


Padahal alasan sebenernya ini...

"Berhubung kita selalu kangennya sama gerobak si babang kang bubur hayam, yang mangkalnya juga cuman pagi aja, jadinya kita ambil acara Car Free Day sebagai alternative acara piknik tipis-tipis ini.Soalnya si babang bur hayam ini lokasinya juga deket banget sama area Car Free Day, gitu..."


disini cerita bubur ayamnya: Ini Dia si Bubur Ayam Doremi yang Bikin Saya Jatuh HAti



Alasan kedua-nya adalah si emaknya ini jadi bisa "lupa" sama diet juga, hihi...

Saya bukan orang yang disiplin diet atau Eat clean ya sebenernya, hanya saja saat ini tubuh dan usia saya sudah menunjukan 'warning' untuk penyakit-penyakit yang kebanyakan disebabkan oleh penumpukan asupan makanan, seperti: kolesterol, asam urat dan gula darah (ckckck).

Saat ini saya tinggalnya di Tabanan, yang jujur disini nggak ada acara Car Free Day. Jadi kita bela-belain ke Denpasar lho, dengan perjalanan minimal 30 sampai 45 menitan untuk sampai kesana, berangkatnya jam enam pagi, busyettt banget khan?

Iya donk... Sejuknya udara pagi yang membuat kami bersemangat menuju Car Free Day gerobak bubur ayam langganan #tepokJidat.

Ada apa aja di Car Free Day?

Car Free Day ini selain sebagai ajang untuk bisa sehatin badan dengan olahraga, sehatin mata dengan liat yang seger-seger (daun ya), juga sehatin jiwa dengan mengelilingi gerobak-gerobak pedagang kaki lima, hihi...

Car Free Day Renon - Denpasar

Hampir semua jenis jajanan ada lho di sini, baju anak-anak juga ada, bahkan sampe robot transformer yang kuning unyuk itu ada juga (^o^).

kakak narsis bareng bumblebee

Gak punya sepatu roda? Bisa nyewa.
Mau pake skuter, bisa nyewa.

tersedia penyewaan sepatu roda dan skuter

Mau lupa sama diet? Boleh...
Pokokna mah judulnya piknik aja... Lupakan diet, lupakan hayati saja bang jemuran di rumah.

nasi jagung
lumpia khas sanur - Denpasar

Brownies Jackfruit a.k.a BroJack, si Brownies nangka yang akhirnya sempet jadi menu andalan di Mak Icik Kitchen 


Butuh resep ini? Resep Brownies Kukus Nangka


Gitu doang jauh-jauh ke Car Free Day?

Hehe... Buat saya, satu atau dua tahun lagi anak bujang saya mungkin udah pra-remaja. Bahkan mungkin udah nggak main sepatu roda. Saat itu bisa saja dia lebih memilih menghabiskan hari libur dengan teman genk mainnya di komplek atau di sekolahnya.

Meski sederhana, setidaknya dia menikmati moment kebersamaan ini. Menikmati main sepatu roda-nya dengan suka cita. Menikmati jajan cilok bersama kami.

Saya berharap di benaknya terlukis bahwa ia pernah jadi anak kecil yang bahagia. Disadari atau pun tidak, kelak lukisan kecil itu yang akan menemani memorinya hingga renta *sok bijak banget yak saya? Plakkk!*

Apapun itu, jangan lupakan tentang berpikir untuk piknik. Piknik juga adalah sebagai wujud syukur dan mencintai, diri dan alam semesta.
Meski sederhana dan samar, piknik juga bisa merubah suasana hati dan cara pandangmu, bahwa dunia ini indah, bahwa dunia ini singkat.

Maka, berbahagia-lah! Dengan caramu, dengan cara yang kamu yakini...






Recharge your happiness today!
Peluk hangan dari emak,




Post a Comment

2 Comments

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....