permen susu pindy, pilihan bijaksana jajanan untuk si kecil

permen susu pindy, pilihan bijaksana jajanan untuk si kecil


"Bijaksana tentang anak bukan hanya perkara cara mendidik, bukan hanya tentang memilih sekolahnya nanti. Dalam hal jajanan, kadang kita juga butuh sikap jeli dan bijak, lho"

***


Bijaksana Memilih Jajanan Si Kecil


Si Kecil dan Jajanan


Anak-anak dan jajanan itu memiliki semacam chemistry yang sulit sekali terpenggal. Bisa jadi, kita sendirilah yang sebenarnya mengenalkan pada anak untuk jajan.
Seperti saat kita datang di acara arisan atau grup pengajian, misalnya, ternyata ada satu dan lain hal yang mengharuskan kita mengajak si kecil ke acara tersebut.

Tidak sedikit dari kita yang akan mampir ke warung kelontong atau minimart demi bekalin si anak macam-macam jajanan dengan harapan si anak tidak akan rewel nantinya.

Sebenernya itu hal lumrah sih, asalkan jajanan yang kita kenalkan pada anak adalah jajanan yang jelas. Artinya, jelas bahannya, jelas labelnya, seperti dari BPOM dan MUI misalnya.
Begitu juga dari segi kemasan, apakah higienis, apakah bahan pembungkusnya aman atau dapat mengkontaminasi makanan di dalamnya, dan banyak hal.

Kadang kala, dan bahkan sering kita menyepelekan atau tidak sengaja lalai dengan hal-hal kecil yang demikian itu. Seperti misalnya saat kita membeli jajanan yang digoreng, beberapa penjual mungkin ada yang masih menggunakan kertas koran atau majalah sebagai alas peresap minyak atau juga sebagai pembungkus.

Taukah Bunda? Tinta yang terdapat pada koran atau majalah dapat terserap dan mengkontaminasi makanan yang menempel pada kertas koran tersebut, lho. Jadi sebaiknya kita hindari ya, syukur-syukur kalau kita berani dan peduli untuk mengingatkan si penjual.

Begitu juga dengan makanan berwarna-warni, jangankan anak-anak yang notabene memang suka dengan warna-warni cerah ceria. Kita, yang dewasa pun tak jarang kepincut dan kalap mata saat melihat makanan dengan warna cantik yang menggugah selera, apalagi saat siang bolong dahaga mendera, atau saat perut teriak-teriak gelisah minta asupan makanan.

Di jaman now, yang apa-apa serba berjudul "rainbow", dan si rainbow selalu terlihat unyu-unyu nggemesin mata. Sah-sah aja loh kita ikut menikmati makanan "kekinian" itu, asalkan jelas bahan pewarnanya apa. Bahan pewarna yang aman untuk dikonsumsi kah, atau bahan pewarna yang bukan untuk makanan alias berbahaya.

Beberapa jajanan di pasaran dengan warna-warni cantik, yang kebanyakan dijual dengan harga murah itu bisa jadi menggunakan bahan pewarna bukan makanan lho Bunda, yaitu bahan pewarna tekstil yang mengandung zat rodamin-B dan sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Biasanya hal ini dapat ditengarai dengan warna yang sangat mencolok.
Jadi, jika makanan berwarna-warni cantik tersebut tidak memiliki label jelas dari BPOM atau kita ragu dengan kandungan bahannya, sebaiknya kita hindari ya Bunda.

Dan percayalah, harga tidak membohongi kualitas.


Referensi Bekal Sehat: Bekal Sehat dan Praktis buat Kakak



permen sebagai primadona jajanan si kecil



• Permen adalah primadona jajanan si kecil


Satu lagi yang sering menjadi momok mengkhawatirkan buat sebagian besar ibu-ibu saat memilih jajanan untuk anaknya, yaitu permen.

Fakta bahwa sebagian besar ibu-ibu membatasi dan bahkan melarang anak-anaknya jajan permen memang tidak bisa dipungkiri, dalam hal ini termasuk saya. Iya, saya termasuk kategori emak-emak cerewet yang agak khawatir dengan jajanan permen.

Bukan tanpa alasan.

Kebetulan anak sulung saya dulu pernah ompong giginya karena karies, dan bahkan hingga sekarang usianya sebelas tahun, masih ada gigi susu bagian gerahamnya yang habis keropos karena karies.

Indikasinya, dulu anak sulung saya sering dikasih permen tanpa sepengetahuan saya.
Dan saya, yang dulu masih "gagap" jadi emak dan mungkin enggan peduli dengan hal besar yang dianggap sepele, membiarkan saja si anak yang sulit disuruh menyikat gigi.
Ending nya, saat anak sulung saya berusia lima tahunan, gigi susu bagian depannya habis, ompong melompong.

Beneran, yang ini jangan ditiru ya Bunda, jangan!

Pada dasarnya permen itu bukan jajanan yang buruk-buruk amat, sih. Asalkan dipilih yang bermutu baik dan dikonsumsi secara bijaksana.
Misalnya, apakah komposisi dalam permen tersebut mengandung bahan yang berbahaya, seperti pewarna tekstil itu tadi.

Menurut artikel yang saya baca, meskipun permen tidak bisa serta merta dikategorikan dalam jenis  jajanan sehat, kandungan gula sederhana yang disebut sukrosa didalamnya dapat diubah tubuh secara cepat menjadi energi, lho.
Tak heran, permen selalu jadi andalan pemulih energi saat ngantuk jika kita sedang dalam perjalanan atau dalam rapat, yang mana sering banget bikin kita ngantuk nggak ketulungan, hehe, ini sih saya banget ya kayaknya.

Apalagi jika permen tersebut terbuat atau mengandung bahan makanan bernutrisi seperti susu, kacang, coklat, atau licorice, maka hal itu bisa sedikit membantu menambah asupan gizi si kecil lho Bunda.
Yang perlu kita ingat, carilah permen yang bermutu baik dan jelas label BPOM-nya.

label halal dari MUI dan BPOM


Perkara permen, meskipun anak saya giginya pernah ompong, kenyataannya tidak membuat dia jera akan permen.
Sekeras apapun kita mengekangnya, faktanya permen tetap menjadi primadona jajan di kalangan anak-anak.

Dalam hal ini, saya selalu mengingatkan anak saya untuk beli permen hanya yang jelas labelnya, dan sebaiknya memilih permen yang berbahan susu seperti Pindy Permen Susu.
Setidaknya, kandungan susu di dalamnya akan menambah segi positifnya, iya khan?


• Permen Susu dan Isu Zat Negative


Beberapa waktu lalu santer diberitakan dan dishare secara massal di media sosial tentang isu adanya kandungan zat addictive dalam permen susu Pindy, dan mungkin beberapa jenis jajanan lainnya.

Bunda, sebagai orang tua disinilah peranan kita dalam memilih dan menyikapi hal-hal yang menyangkut anak kita.
Sebagai ibu yang melek media, sebaiknya kita jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi ikutan nge-share sebelum tau kejelasan beritanya.
Karena jika berita itu tidak benar, bukankah itu akan menjadi fitnah yang kita turut andil di dalamnya?

Sebagai ibu yang Alhamdulillah rada melek media juga, saya selalu browsing dan mencari kebenaran tentang berita terkait. Hasilnya, Pindy Permen Susu telah dinyatakan tidak mengandung zat berbahaya oleh pihak BPOM sebagaimana isu negative yang beredar ya Bunda.

Lebih jelasnya silahkan cek klarifikasi dari BPOM nya di http://www.pom.go.id/


Untuk informasi lebih lanjut seputar Pindy Permen Susu, silahkan follow akun Instagram @permenpindy_id.


varian permen susu pindy


Gimana Bunda, masih bingung memilih jajanan buat si kecil?
Semoga tulisan ini bermanfaat ya Bunda, tetap semangat, tetap bijaksana dan jangan lupa bahagia!


Wassalam,


Post a Comment

2 Comments

  1. Jahat banget yg awalnya nyebarin hoax ttg pindy ini. Reputasi nya sempet turun, orang2 kuatir beli, tapi untungnya skr banyak bloggers yg menulis review ini utk meluruskan faktanya yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, begitulah sisi kejamnya media sosial. Makanya kita yang harus memulai, bijak menyikapi berita dari media sosial. Betul? Hehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar, ya dear.
Harap berkomentar sesuai artikel, dengan bahasa yang baik dan sopan.

Komentar yang tidak ikhlas, Link Aktif dan SPAM maafkan jika akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....