Penipuan voucher hotel berkedok travel club

Ada yang pernah dapat iming-iming voucher gratis dari travel club?
Atau anda sedang galau karena baru saja dapat tilpun undangan untuk mendapat voucher nginep gratis?
Bingung antara senang, penasaran dan takut ini penipuan?
Saya baru saja mengalaminya, simak yuk cerita lengkap saya!


***

Penipuan Voucher Hotel Berkedok Travel Club

penipuan voucher hotel berkedok travel agent
Ilustrasi, Pixabay


Assalamualaikum,
Salam dulu ya biar lebih afdol, karena alhamdulillah saya masih tetap muslimah -yang baik dan suka mendoakan kebaikan- aamiin. Hehe.

Pada postingan ini saya ingin berbagi cerita pengalaman menggemaskan tentang penipuan penjualan buram berkedok Travel Club yang saya alami kemaren lalu.
Karena sepertinya banyak yang mengalami kejadian ini, dan bisa jadi akan ada lagi yang mengalami hal serupa. Eh tapi semoga jangan, deh.

That's why saya merasa sepertinya perlu untuk mengunggah tulisan ini juga, siapa tahu dan semoga bermanfaat.


• Berawal dari telepon

Sore itu, yang masih panas sih kalau di Bali, ya. Ponsel saya tetiba berdering.
Saya yang saat itu baru bangun tidur, sebenarnya sih agak malas mau angkat telpon yang ternyata berawalan 021.
Bukan apa apa sih.
Soalnya, dulu dulunya, yang nelpon saya dengan nomor berawalan 021 itu 95% dari asuransi kartu kredit.

Tapi karena si kartu kredit sudah saya kubur, jadi yasudahlah saya angkat saja siapa tahu panitia lomba blog mau ngumumin kalau saya pemenangnya. Aamiin *plusngarep.

Setelah saya angkat dengan suara yang agak parau, kemudian si mbak-mbak di telpon tersebut langsung nyerocos menjelaskan tapi nggak jelas.
Karena posisi saya juga baru bangun, jadi masih loading juga otaknya.

"Perkenalkan saya xxx dari xxx bla bla bla..." Kira-kira begitu kalimat awal si mbaknya.

Kalimat paten bagi sales alias marketing atau apalah sebutannya.
InsyaAllah saya agak hapal, karena saya juga pernah jadi sales meskipun gagal *wkwkwk.

ilustrasi: dkadoor


• Mulai terpengaruh dengan telepon

Sampailah pada kalimat, 
"ibu mendapat voucher menginap gratis selama 3 hari 2 malam"

Telinga saya mulai respon nih kalau denger ada yang gratisan, hehe.
Tapi saya masih selow.

Masa iya, enggak ada angin, enggak ada petir, bisa dapet nginep gratisan di hotel. 2 malam pula.
Saya dengerin dan iya iyain aja apa kata si mbak sales di telpon. Sambil otak saya mulai jalan-jalan.

"Lumayan nih"
"Hoax gak ya?"
Saya mulai bangkit dari kasur dan konsentrasi dengan perkataan si mbaknya.

Saya nanya, "dapat referensi nama saya dari siapa ya?"
Si mbaknya jawab, "mungkin ada teman ibu yang merekomendasikan ke kami, ibu"

Alus banget jawaban si embak. Kek tepung tapioka!

Yasudahlah kita ikuti saja sampai sejauh mana. Intinya harus tetap fokus!
Sejauh tidak meminta no KTP, atau no kartu kredit, atau no rekening, apalagi no suami, saya ikutin saja.
Yang penting fokus dan tetap sadar!

Dan bla bla bla, akhirnya saya dan suami diminta hadir untuk pengambilan voucher menginap tersebut pada hari H di hotel xxx di daerah Tuban deket bandara Ngurah Rai.
Dengan syarat harus mengikuti seluruh sesi acara selama 90 menit.

Semudah itu? Iyes semudah itu.
Oke, saya iyain aja.

Si mbaknya memastikan kalau saya dan suami pasti bisa hadir, saya jawab iya.
Dari dua pilihan jam yang ditentukan, saya ambil yang sesi jam 3 sore.

Saya pun diminta menjawab beberapa pertanyaan mbaknya itu lagi, antara lain:
  • Nama lengkap saya dan suami, ini nanti dipakai saat reservasi karena harus sesuai KTP. Ok!
  • Umur saya dan suami. Ok!.
  • Alamat. Ok!

"Baiklah ibu, nanti saya kirim undangannya melalui WA ya ibu?"
Sambungan telpon pun di tutup dengan hati saya yang masih sumringah campur agak worried.

Sebenarnya dalam hati saya bertanya-tanya.
"Kok WA sih? Harusnya kan E-mail, ya?"

Tapi saya berusaha untuk tetap positive-thinking aja. Ya kali undangannya kan bisa dalam bentuk file gambar, bisa di WA dong ya.
Hari gini kan apapun lebih gampang by WA.


• Mulai mikir ini penipuan!

Saat itu hari minggu sekitar jam 5 sore waktu Bali.
Saya mulai mikir, kantor apaan sih minggu sore gini nelponin orang cuman buat ngasih voucher gratisan.

Gratisan lho ya! GRATIS!

Kalau jualan sih okelah, namanya juga kantor travel, bisa jadi memang nggak ada hari libur. Kan yang diurusin emang orang liburan.

Saya coba buka Google, mau searching, tapi bingung mau masukin keyword apa. Nama travelnya yang tadi disebutin lupa.
Dan nggak kepikiran buat masukin keyword voucher gratisan.

Akhirnya dengan santainya saya masukin nomor telpon 021xxx tadi, dan eng ing enggg...
Hampir semua halaman teratas itu menyebutkan penipuan, penipuan, penipuan.

Yowes pasrah! Gagal dapat voucher nginep gratis.

Sampai sejam belum juga ada indikasi WA dengan konten undangan tersebut.
Dua jam, tiga jam, empat jam, sampai mau tidur, belum ada juga.
Oke lupakan saja! Mungkin mbaknya sadar kalau saya tidak recommended untuk dikasih voucher gratisan.

ilustrasi: pixabay

• Undangan yang akhirnya saya terima

Senin siangnya, ternyata si mbak sales kemarin itu WA dan ngirim undangan yang cuman diketik doang pakai WA, diketik langsung d chat WA gais! *yaelah apaan sih ini?!

Saya minta dikirimin undangan lewat email juga. Maksud saya untuk memastikan sejauh mana kepropesionalannya.
Soalnya, dalam undangan tersebut menyebutkan alamat kantor, no telepon, dan alamat website yang bukan web gratisan.
Alamat E-mailnya juga pakai hosting lho.
Sejauh ini saya kembali fifty-fifty, dari yang gara-gara undangan by WA tadi sempet ngedrop.

Kemudian saya tiba-tiba inget seorang temen yang kebetulan Blogger juga, senior.
Saya coba nanya, barangkali apa beliau ini yang merekomendasikan nama saya.
Kalau iya, insyaaAllah saya nggak perlu worried ini penipuan lagi dong ya.
Ternyata beliau menjawab sebelum saya bertanya, wkwwk.

Saya baru nanya begini,
"mbasay, ada rekomenin namaku buat ke travel atau semacamnya gitu nggak?"

Dan jawaban beliau,
"ohh, itu nanti kamu bakalan diprospek buat jadi membership-nya"
bla bla bla dan beliau menjelaskan kalau dia juga pernah mengalami hal serupa. Tapi bukan beliau yang merekomendasikan, sih.
Kebetulan saat itu beliau tidak join, tapi tetep dapet voucher. Dan voucher itu pun bisa dipakai!
3 hari 2 malam. Ini menurut penuturan beliau. Jadi saya pun berharap demikian.

Menurut dia, initinya kalau saya mau dapat si voucher gratisan itu, saya dan suami memang harus datang dan mendengarkan pencerahan selama 90 menit nantinya.
Tapi harus katakan NO! Di akhir sesi pencerahan itu tadi.

Ini point penting!

Sampai sini saya agak lega. Untung nanya.

_________
Baca Juga:


H-1 mbak telemarketing yang kemaren telpon itu WA saya lagi, ngasih gambar hotel yang harus saya datangi besoknya. Sayangnya, gambar yang dikirim ke saya itu hanya gambar animasi, mirip gambar rumah di baliho property.
Bukan foto realnya.

Alhamdulillah sih, gini-gini saya pernah lah kalau cuma masuk ke hotel bintang berbintang di Bali. Biar kata cuma buruh event doang, yang masuknya kebanyakan lewat loading dock itu, wkwkwk.
Tapi percayalah, jangankan hotel yang ditunjukkin mbaknya itu, hotel Mulia saja sudah pernah menjejakkan kaki. Sayangnya cuma buat meeting doang, yang paling banter 2 jam kelar. belum pernah nginepin kamarnya. Wkwkwk.

Yasudah saya iya iyain aja.
Dikirimin Google Map-nya juga, saya iyain aja. Meskipun aslinya sudah langsung paham karena kebetulan teman saya ada yang tinggal di sekitaran hotel tersebut, jadi sudah sering kesana.


• Hari H yang mendebarkan

Sampailah kita pada hari H.

Paginya saya udah pesenin anak saya untuk ijin pulang sekolah lebih awal.
Anak mbarep saya ini kebetulan kelas 6 SD dan masih anget-angetnya tahun pelajaran baru.
Suami juga sudah saya pesenin, pokoknya jam 1 tet! Kita sudah harus jalan.
Karena estimasi perjalanan yang lumayan jauh dan yang pasti macet.

Sebelumnya, sebelum saya berangkat, Mbak telemarketingnya WA lagi untuk menginformasikan kalau nanti saya ditanya atau disuruh ngisi form harus bilang sudah pernah ke luar negeri.
Suruh bilang aja pernah ke Singapore dan Malaysia. Ini karena kemarin pas ditanya saya bilang belum pernah.

Duhh, saya harus bohong ya?
Saya aamiin-kan saja deh.
Saya mikirnya gini, mungkin si mbak telemarketing ini juga ditarget harus ngumpulin sekian orang untuk digiring ke "kandang eksekusi" yang nantinya bakalan "digarap" sama sales eksekutornya.

Oke, saya iyain saja.
Saya pun dikasih "kerpekan" form yang nanti bakalan saya isi.
Yang isinya antara lain:
Nama, umur, pernah atau tidak jalan-jalan ke luar negeri, berapa budget yang dihabiskan untuk traveling, jenis kartu kredit yang digunakan, dst.

Di awal sudah saya jelaskan ke mbaknya kalau saya sudah tidak ada CC alias kartu kredit, karena sudah saya tutup.
Yang mana ketika kehadiran tersebut sebenarnya wajib ditunjukan. Alasannya sebagai bukti untuk sponsor saja.

Lalu si mbaknya bilang, "enggak apa-apa ibu bilang saja kalau CC nya hilang, boleh dibawa saja buku panduannya"

Yaudah akhirnya saya bawa saja surat cinta pengiriman kartu kredit, karena cuma itu saja yang tertinggal. Lah kan daripada cuma bawa buku panduan yang tidak menjelaskan apa-apa.  Kan mending surat cinta ini ada keterangan nama, nomor cc, limit, dan bla bla bla.

Sedangkan kartunya sudah dipotong dan hilang entah kemana, karena sudah saya tutup akunnya pasca saya belajar berhijrah.
Semoga tetap istiqomah ya, aamiin.

Last minute sebelum saya berangkat, saya masih sempetin nanya ke temen saya yang Blogger itu. Buat meyakinkan diri aja sih, dan beliau mengatakan untuk santai saja dan nikmatin rules nya. Pura-pura aja seperti tidak tahu tujuan mereka.

Setelah selesai sholat dzuhur, kami pun berangkat. Tak lupa berdoa minta perlindungan-Nya.

• Drama pertama

Saya sudah sampai di Lobby hotel TKP dengan hempon yang masih nempel di kuping buat dengerin bimbingan mbak telemarketing tadi menuju ke lokasi "kandang eksekusi".

Hingga ketemulah saya dengan meja registrasi acara travel tersebut lengkap dengan mbak cantik yang sudah standby. Pas saya menuju ke meja, si mbak itu nampak sedang menerima telpon dan paham tentang akan adanya kedatangan saya.

Asumsi saya, si mbak telemarketing-lah yang menelpon dan memberitahukan tentang akan adanya kehadiran saya.
Saya pun duduk di kursi yang telah tersedia didepannya. Ada dua kursi, karena sesuai undangan harus suami dan isteri.

Dalam bayangan saya, acaranya bakalan kayak seminar atau acara MLM gitu. Atau bahkan kayak acara gathering travel agent gitu.
Dimana kita para undangan akan bersama-sama mendengarkan penuturan para narasumber dan diselingi acara coffee break.
Karena yang tertulis di undangannya, disebutkan  "pameran galeri hotel".

Setelah berbasa basi sebentar,  mbak resepsionisnya meminta saya untuk mengisi form. Dan segera saya isi sesuai keepekan yang dikasih mba telemarketing tadi.

Di sebelah meja resepsionis ini ada seperangkat sofa empuk. Saya mempersilahkan anak sulung saya, suami saya, dan anak bayi saya untuk duduk disitu saja.
Suami saya ini orangnya polos dan malas ngurusin hal-hal semacam ini, jadi biarkan perdana menteri saja yang menghandle. Daripada nanti skenario berantakan yekan?

Ya walaupun sebelum berangkat tadi semua sudah saya briefing, sih. Termasuk anak sulung saya yang kebagian jatah diem aja.

Setelah mengisi form dengan baik dan benar, dimintanyalah KTP kami untuk menunjukkan bahwa kami benar suami isteri. *perlu ta tunjukin akta nikah juga gak mbak? Haha

Kemudian diminta menunjukkan credit card. Nah ini dia bagian kocaknya.

Saya sih polos saja, sesuai arahan mbak telemarketing tadi, saya keluarin surat cinta pengiriman CC tadi. Katanya mbak sales 1 tadi hanya untuk menunjukkan logo Visa atau MasterCard sebagai bukti ke sponsor saja.

Mba resepsionisnya bingung.
Saya polos saja.
Kebayang nggak sih gimana ekspresi muka mbaknya? Kek gini lho gaes!

ilustrasi: harianpost.co.id

 
Dari awal, kalau memang kami nggak jadi dapat voucher nginep gratis juga nggak apa-apa sih. Anggap saja sebagai pengalaman, sekalian jalan-jalan.
Karena setelah diingat-ingat, ternyata hampir dua tahunan ini kami tidak main-main ke sekitaran Kuta. *Jangan ketawa!

KTP dan surat cinta kartu kredit tadi dikembalikan lagi sama mbak resepsionis.
Kemudian dia nanya lagi, ada kartu debit?
Iyes "debit",
yang langsung nyangkut di pikiran saya adalah kartu ATM B*A.

Saya bilang udah nggak ada. Karena memang sudah saya tutup. Pun rekening suami. 
Mbak nya nanya lagi, "selama ini kalau untuk pembayaran-pembayaran pakai apa?"
Saya bilang, "owh iya ada pakai atm B**"

Kemudian saya pun diminta menunjukkannya.
Tanpa pikir panjang sih sebenarnya saya sudah mau menunjukkan saja, kebetulan dompet si bapak juga sudah di tas saya.

Ini yang harus segera dikendalikan ya, INGAT!


• Pertolongan Allah itu nyata

Alhamdulillah, Allah menjaga kami.

Ternyata, kartu ATM tersebut ketinggalan di saku jaket pak suami karena sebelumnya sempat transfer buat belanjaan toko. 
Kebetulan juga jaket tersebut ditaruh di jok motor yang motornya kami parkir di salah satu toko oleh-oleh yang tak jauh dari hotel. 

Yes, kami naik motor. Dan karena itulah kami sengaja tidak parkir di hotel. Biar gak parah-parah amat lah malu-maluinnya.

Oiya, semua rekening bank konvensional kami sudah kami tutup dan hanya menggunakan satu rekening bank konvensional tersebut saja untuk transaksi. Semata-mata karena demi memudahkan transaksi saja.
Sedangkan satu lagi rekening lainnya tidak bisa sembarangan debit, jadi saya tak perlu menunjukkannya juga.

Mbaknya kelihatan makin bingung, dan pamit mau konsultasi dulu.
Saya masih lempeng aja, santai kek di pantai. 
Kebayang nggak sih gimana linglungnya si mbaknya itu, minta tunjukin kartu kredit kok yang dikasihin lembaran pengiriman kartu kreditnya. Dasar emak absurd aku ini, wkwk. Udah gitu ga punya kartu debit pula. Lengkap!

Kemudian saya pun pindah duduk di sofa empuk untuk  gabung sama suami dan anak-anak saya.
Tak lama berselang, datanglah mas-mas kemayu dengan bedak dempul setebal dosa memperkenalkan diri lalu menunjukkan voucher menginap gratis yang nantinya akan diberikan kepada kami sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia hadir dalam acara tersebut, katanya.
Dengan syarat, harus mengikuti acara selama 90 menit, terhitung sejak kami masuk.

• Drama eksekusi

Masuklah kami ke "kandang eksekusi" yang ternyata diluar ekspektasi saya.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada sekitar lima hingga tujuh meja dengan masing-masing empat kursi yang mengitarinya.

Di sebelah kiri ada meja dan beberapa printer dengan dua mbak-mbak yang menjaganya dengan muka agak ditekuk.
Kemudian di meja ada Laptop, kalo gak salah, tapi harusnya sih iya. Karena di dalam ruangan itu musiknya lumayan keras yang menurutku pasti dari letop. Nggak mungkin kan pake kaset roll.

Sedangkan di sebelah meja operator itu ada deretan kursi yang ditata memanjang, mungkin tempat para eksekutor duduk. Mungkin.

Dahi saya mulai mengkerut, "kok kecil gini ya? Mejanya cuma segini berati undangan nggak banyak, dong!"

Tapi lagi-lagi saya kembali berpikir positif saja. Walaupun aseli saya grogi dan nggak nyaman.
Intinya, saya harus santai dan tetap sadar. Jangan lupa say No! Di akhir cerita.
Cuma itu yang jadi pegangan saya dan suami. Sesuai arahan teman saya.

Saya ambil meja paling pojok.
Suami dan anak sulung saya sudah duduk menghadap tembok, saya ambil duduk menghadap depan.
Kemudian si mas eksekutor kemayu tadi mendatangi meja kami dan meminta tukar posisi duduk dengan saya, saya diminta menghadap ke tembok, menghadap ke dirinya.

Oke. Saya iyain aja.
Orang marketing pasti tau ya ini tujuannya apaan? Biar kami hanya fokus ke dia, tentunya.

Mulailah si mas eksekutor tersebut berbasa basi dan bercerita kesana kemari.
Kami iya iyain aja.

Cerita dimulai dari penjelasan singkat yang ada di brosur hingga cerita iming-iming dengan membuka kamus handbook andalannya, yang isinya foto-foto keindahan luar negri.

Pamer foto-foto di hape juga, nunjukin member yang ini dan yang itu. Pamer foto yang katanya waktu dia ke jepang juga, atau dimanalah itu.
Tapi ada fotonya dia atau enggak juga saya nggak terlalu merhatiin, sih. Orang slide-nya cepet banget. Yang saya inget cuma foto ikan koi di parit2. 
Gatau juga itu yang motoin siapa, bahkan kalau itu nyomot dari gugel atau pixabay pun bodo amat.

Yang saya tanam cuma satu, say No diakhir cerita cinta kita heya heya wo o o o *kahitna buk?

Saya fokus ke matanya, pura-puranya saya tergiur gitu. Padahal niatnya biar aku terlihat trustable buat dapetin vocer itu.
Pas saya natap ke dia, ehh matanya malah di melotot-melototin. Yaelah mas, kurang tajem eyeliner-mu!

Owh, mungkin ini yang disebut hipnotis.
Itu sebabnya, ada yang bilang jangan tatap mata orang yang belum anda kenal.

AC mulai terasa banget dinginnya. Saya menangkupkan kedua tangan saya di balik hijab saya.
Sepertinya dia membaca gerak tubuh saya, dia pun segera meminta rekannya untuk mematikan AC saja. Karena sepertinya dia juga menggigil.
Kebetulan beberapa hari ini Bali memang lumayan dingin.

Sampai di tengah-tengah perjalanan "eksekusi" itu, tiba-tiba malah dia yang seperti hopeless.
Lha gimana enggak?
Saya Credit card nggak ada, kartu ATM nggak bawa, M-banking nggak aktif.

He said, "sebenarnya percuma sih saya jelaskan, kan ibu nggak ada kartu kredit, ATM juga ketinggalan, M-banking juga nggak ada. Tapi nggak apa-apa deh saya lanjutin aja."
*Ini yang bikin saya jadi kasihan, dan ingat betapa beratnya perjuangan seorang sales, hehe.


Lanjut mang...

Setelah pertanyaan, penjelasan, dan lain sebagainya tersebut. Yang intinya adalah kita disuruh join untuk jadi membershipnya, dengan biaya:
  1. Annual maintenance yang dibayarkan setelah tahun ke-2, karena tahun pertama Gratis! Tapi setelah tahun ke-2 hingga tahun ke-22 -ewww. Kalah lah itu cicilan KPR- masa keanggotaan kita harus bayar fee dengan nominal yang menurutku nggak akan kecil.
  2. Join fee dengan biaya yang entah berapa karena tidak disebutkan berapa nominalnya, katanya yang tahu adalah bagian finance.Hmm, sales nggak tahu harga produk? Nggak mungkin dong ya.
Anehnya, ketika saya kepoin lagi tentang harganya berapa, malah dia nanya balik ke saya berapa budget yang saya mampu keluarkan.

Hlah???
Maksud ngana apa bang? Wkwkwk.

Dannn, join member VIP dengan segudang manfaat dan kebaikan yang dijelaskan selama satu setengah jam penuh tadi hanya berlaku "TODAY!"


ilustrasi: navalwiki.info


Iyes,
hanya berlaku hari itu juga, detik itu juga sebelum anda meninggalan "kandang eksekusi".
That's why, kita diundang berdua dengan suami. Karena agar tidak akan ada acara ngeles-ngeles pakai alasan saya discuss dulu dengan suami atau isteri.

Voucher sudah di tangan, apakah ini penipuan?

Sampailah voucher nginep gratis di tangan.
Karena sesuai janjinya, voucher akan tetap diberikan meskipun kita tidak join member. Sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia hadir dalam acara "eksekusi" tersebut.

Sebelum itu si mas eksekutornya meminta ktp saya dan suami untuk validasi voucher, katanya.
Sayangnya saya tidak memperhatikan lagi kemana KTP saya dibawa dan diapain.

Jadi, semisal nih, misalkan ada pihak yang mungkin ada indikasi tidak bertanggung-jawab menggunakan nama lengkap dan KTP saya, Sera, dan suami saya, untuk agar berhati-hati atau bisa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami dengan menghubungi Contact me atau Instagram.


Kami pun pamit dengan wajah polos dan gembira setelah dapet voucher gratisan. Meskipun kami tidak tahu dan tidak punya jaminan si voucher akan bisa digunakan atau tidak nantinya.

Oiya, fyi, voucher yang pertama ditunjukkan ke kami adalah voucher dengan pilihan sebuah hotel bintang 4 di bilangan sunset road. Maaf lupa nama hotelnya. 
Tetapi, voucher yang diberikan kepada kami malah villa apple yang entah keberadaannya benar-benar nyata atau rekayasa tim mereka semata.

Sedangkan mas eksekutor yang dempulnya basah keringat itupun nampak kelelahan telah bercerita 90 menit full dengan penuh ekspresi dan semangat kaki lima, eh empat lima. *bayangin aja lah kita sebagai sales ngoceh 90 menit ampe berbusa-busa endingnya gak closing. Sakitnya tuh disini halimah!
 
ilustrasi: youtube.com

Kasihan?
Iya, sebagai sesama manusia, dan sebagai sesama sales.
Karena sesungguhnya dia bekerja, terlepas dari itu benar atau tidak, halal atau haram.
Tapi, rasa kasihan tak lantas membuat saya harus bego menyerah dengan join dan menguras keringat kami demi membayar kebusyukan mereka, No!


Kesimpulan dan pesan

Mungkin ini bukan penipuan gamblang seperti SMS papa minta pulsa. Tetapi jualan voucher dan membership mengatasnamakan travel club dengan prinsip jual-beli yang buram seperti ini terasa menipu. 

Buram disini artinya tidak jelas antara nilai manfaat dengan harga yang kita bayarkan.
Memang disitu dijelaskan, ada nilai nominalnya sekian per poin. Setiap tahunnya dapat sekian poin yang bisa dipakai untuk voucher hotel, pesawat, umroh, bahkan dikatakan pula telah di-covered oleh perusahaan asuransi ternama yaitu Pr***ial, yang mana setelah tahun ke 15 bisa diuangkan dsb, dsb...

Tapi tetap saja, bagi saya itu buram!

Karena, dari sekian panjang benefit yang diberikan, apakah terjamin kebenarannya? Bayar membershipnya aja selama 22 tahun, ngeduitin asuransi juga harus nunggu 15 tahun. Yakin bisa diduitin?
Sedangkan kita tidak diberi waktu untuk berpikir, menimbang, dan mencari referensi.

Saya mungkin bukan ahli marketing dan tidak tahu strategi marketing seperti apakah ini, tetapi dari kacamata saya sebagai orang awam atau konsumen merasa sangat tidak nyaman dan justru rancu dengan penawaran-penawaran yang seakan memaksa.

Harus memutuskan join dengan uang yang tak sedikit untuk kurun waktu yang lama (22 tahun cuy) dalam waktu 90 menit. Hellow... 

Setelah pulangnya saya berinisiatif untuk browsing-browsing lagi dan menemukan beberapa thread tentang kasus serupa, dimana banyak juga korban yang merasa telah tertipu dan sebagainya.

Ada juga yang pengalamannya persis dengan saya hanya beda nama travel club, malah menurut artikel tersebut harga yang disodorkan 1,4 Miliar. Nah lucunya, bisa turun jadi belasan juta dan bisa DP 5 juta dulu gara-gara ibu tersebut kekeuh gak mau join.

Masih lucu mana sama eike yang salesnya bilang gatau harganya. Duhh ya mas.

Saya pun mulai berpikir, bisa jadi voucher gratisan yang tadi saya dapatkan tidak akan pernah bisa dipakai. Atau bisa saya pakai tapi ujug-ujug ada billing pas mau check out. Ya nggak lucu kan?

Sayangnya hal ini baru bisa saya buktikan setelah 40 hari kedepan hingga enam bulan berikutnya. Dimana kurun waktu tersebut adalah waktu yang ditentukan untuk masa berlaku voucher. InsyaaAllah nanti aku update ya.

Saya bersyukur, sudah tidak ada CC dan kartu ATM saya ketinggalan. Plus tidak pnya M-banking dan cuma punya satu rekening itu saja. *Hanya mungkin saya agak kecolongan soal KTP tadi, tapi semoga tidak menimbulkan masalah nantinya, ya.

Mungkin mas sales yang menyebut dirinya sebagai consultant tersebut menganggap saya "KERE", tapi gapapa lah selama itu tidak merugikan saya. Dan semoga mas consultant yang kemayu itu segera menyadari kesalahannya dan segera mendapat pekerjaan baru yang lebih berkah. Aamiin.

See you di Jepang ya mas, nanti kita foto bareng ikan koi di parit-parit yang foto-fotonya kamu pamerin ke kami itu. Asli pen ngakak kalo inget itu.


***


Pesan saya, dan mungkin ini juga reminder untuk saya juga.
Bahwa:
  • Tidak ada sesuatu hal yang benar-benar Gratis! Tanpa syarat.
  • Perlu mewaspadai hadiah atau iming-iming gratis saat kita merasa tidak pernah mengikuti event apapun (undian, lomba, dsb)
  • Sebisa mungkin searching dulu atau bertanya ke teman, saudara, tetangga, atau seseorang yang dianggap bisa ngasih solusi.
  • Berdoa. Jangan lupa berdoa mohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa, karena segala sesuatu yang terjadi pastilah sesuai kehendak Nya.

***

Ps:
  1. Bagi yang telah join dan merasa tertipu, maaf saya tidak bisa memberi solusi.
  2. Bagi yang belum join, sebaiknya pikirkan lagi dari semua aspek positif dan negatifnya jika ingin join dengan hal-hal serupa. Sebaiknya cari referensi terlebih dahulu.
  3. Buat yang penasaran dengan voucher gratisnya, silahkan saja hadiri undangannya, tapi harus siap dengan segala resiko dan kemungkinan yang ada.

Sekian dan semoga bermanfaat.
Stay happy. Positive thinking. Dan jangan lupa bersyukur!

_________

UPDATE 31/10/2018:

Akhirnya setelah lama menanti 40 hari untuk bisa klaim voucher, dimana saya berharap bisa menggunakan voucher gratis menginap 3 hari 2 malam tersebut untuk staycation pas ulang tahun baby Rara, ternyata berakhir dengan "Zonk!".

Iyes, dari ketentuan tanggal dan cara reservasi sudah saya ikuti sesuai petunjuk di belakang voucher. yaitu dengan menghubungi nomor telpon yang tertera (dimana ternyata itu juga nomor yang menelpon saya sejak awal) dan atau via email.

Sepekan sejak tanggal masa berlaku voucher saya sudah mengirim email dengan melampirkan foto voucher sesuai yang diinstruksikan, dan seperti biasanya pula saat kita akan reservasi hotel menggunakan voucher. 

Saya memilih tanggal reservasi untuk 30 hari kedepan, hal ini untuk mengantisipasi waktu yang bertele-tele yang dibutuhkan untuk prosedur.

Hasilnya, not responding sampai pada tanggal yang saya pilih untuk menginap.
Kemudian, saya berinisiatif untuk menepon ke nomor yang tertera, alih-alih mumpung dapat bonus nelpon gratisan, hehehe.

Kenyataan mencengangkan pertama, info dari si mbak-mbak yang nerima telpon mengatakan bahwa jam untuk reservasi adalah jam 4-5 PM WIB! 
Jujur berkali-kali reservasi hotel, mau itu voucher gratis (hadiah) atau bayar, saya belum pernah nemu aturan jam reservasi hanya 1 jam saja. Tapi saya anggap memang aturan disitu begitu. 

Oke, next!

Kenyataan mencengangkan kedua, setelah sampai pada jam yang ditentukan tersebut saya pun menelpon lagi. Percaya gak kalau saya sampai pasangin alarm di HP cuma buat ngingetin nelpon ini? 

Hasilnya, si mbak-mbak itu lagi mengatakan bahwa bagian reservasi untuk saat ini sedang "Online" jadi harap menelpon lagi 15 menit kemudian. OK, alarm selanjutnya saya pasang 15 menit.

Kenyataan mencengangkan ketiga, setelah 15 menit berlangsung saya menelpon lagi, setelah disambungkan (lagi) ke bagian reservasi ternyata tidak diangkat-angkat, kemudian berakhir ditutup.

Kenyataan mencengangkan keempat, setelah ke-kekeuhan saya menelpon, akhirnya saya tersambung dengan mas-mas yang katanya bagian reservasi tersebut. 
Dari suaranya agak ngalem dan gemulai, setelah bla-bla-bla yang cukup panjang, intinya dia bilang email saya tidak terkirim.
Katanya, system mereka pasti auto-replay untuk setiap email yang masuk. Jadi kalau saya tidak mendapat email balasan artinya email saya memang memang tidak masuk.

Baiklah,

Saat itu juga saya mengirim email ulang. Tapi katanya tidak ada masuk juga. Lagi dan lagi dan lagi, tidak ada yang masuk satupun. Saya pamit menutup telpon tersebut sebentar dan berniat mengirim ulang email menggunakan laptop. 

Setelah saya mengirim sekitar 3 email, dan saya pastikan email tersebut benar-benar terkirim, saya yakin email itu benar-benar sudah terkirim. Karena sepertinya sulit menyangsikan platform segede Gmail.

Saya pun menelpon lagi.

Kenyataan mencengankan kelima, saya harus mengulang pola seperti diawal. Menelpon dan harus menunggu 15 menit, setelah 15 menit harus menunggu telpon yang tak diangkat serta berakhir dimatikan, setelah itu menunggu lagi telpon yang tidak diangkat-angkat sama mas reservasi yang berakhir dimatikan, hingga berakhir dengan jam 5 PM WIB dimana si mbak mengatakan jam untuk reservasi telah habis. #eaaaa

Mungkin saya bodoh membuang-buang waktu, tapi tidak, saya sedang santai.
Keesokannya saya menelpon lagi di jam 4 PM WIB, dengan segenap alarm.

Kenyataan mencengangkan keenam dan pahit, saya harus mengikuti pola yang sama seperti kemarin, menunggu 15 menit, menunggu dan diputuskan (untung bukan pacarku), and repeat.

OK FIX!

Ini hanyalah voucher sampah yang tidak bisa digunakan. Tapi saya tidak rugi, justru saya mendapat pelajaran baru. Alhamdulillah, karena Allah telah menjaga kami saat itu.

ocean travel club
voucher yang diberikan kepada kami berlogo ocean travel club


Disclaimer: 
cerita ini murni dari pengalaman pribadi sesuai kenyataan yang saya alami saat itu, tidak ada unsur fiksi atau bertujuan menjatuhkan usaha siapa pun. 



Wassalam,
sera wicaksono

Posting Komentar

25 Komentar

  1. thank infonya.. saya berusaha membatalkan pas hari h apakah masih bisa dan tidak kena masalah kedepanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2, harusnya sih slma blm setor kartu kredit atau rekening ga masalah ya.

      Hapus
    2. Terima kasih atas informasi

      Hapus
  2. Kita yang baca aja sesak nafas nahan emosi. Gak ngerti deh kalo saya yang sempat ikut saat proses awal. Mungkin beberapa gelas udah melayang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, sabar bang woles woles. ini pelajaran buat kita semua. alhamdulillah ALlah masih melindungi kami. itu saja sudah cukup. *ah sok bijak si emak*

      Hapus
    2. Saya sabar kok mba. Dicaci orang saya balas pake bunga beserta potnya dengan lemparan hehehe

      Hapus
    3. Wkwkwk bisa bisa bisa, bisa ditiru

      Hapus
  3. wah harus lebih hati-hati berarti, tapi memang sekarang banyak sekali penipuan berkedok online ini

    BalasHapus
  4. Barusan dapet telepon juga dong sis..hehe

    BalasHapus
  5. Pengalaman pribadi saya:

    Nama perusahaan PENIPU
    PT Osean Trimitra Cemerlang (Ocean Travel Club)
    Alamat. WIN Niaga Center No. 07 Jl. Ceger Raya No. 45 Pondok Aren Bintaro Sektor 4, 1521, Jurang Manggu Tim., Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15211

    email. collection@oceantravelclub.com
    web. http://www.oceantravelclub.com/
    No rekening. BCA 474-051-0008, CIMB NIAGA. 800-1608-10600

    Tidak menutup kemungkinan informasi diatas diubah, namun dengan modus jahat yang sama.

    Kerugian materi yang saya alami, kurang lebih 20 jt (berupa DP dan setoran tiap bulan), semua benefit yang dijanjikan termasuk voucher hotel adalah ZONK.

    Metode marketing sebagai modus kejahatan sama seperti cerita diatas.
    Secara pribadi saya legowo dan ikhlas, karena rejeki TUHAN yang mengaturnya. Semoga para penipu itu sehat selalu, ditengah pandemi corona ini.

    Semoga menjadi peringatan bagi semua pembaca. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow 20 juta. semoga menjadi pelajaran buat smua ya. terima kasih sharing infonya pak. insyaaAllah rezekinya terganti berkali lipat. aamiin

      Hapus
    2. Sy HBS kena juga 50jt, dengan kedok yg hampir sama, katanya deposit bisa di refund, tp zonk
      Penipu mengaku atas nama Muhammad Jufri sakka

      Hapus
    3. Hi guys, ikutan komen yah... karena kebetulan saya juga salah satu member di Perusahaan yang namanya ditulis di kolom komentar diatas (Reader Pontianak). Sebetulnya sangat2 tidak betul apa yang sudah di tuduhkan, karena pada saat saya ditawari sampai saya ikut member, tidak ada hal yang membuat saya merasa ditupu dll. jadi saya cuma berpesan saja, HATI-HATI dalam menulis dan menyebarkan sebuah berita. karena jika sampai hal ini tidak bisa dibuktikan, maka akan sangat berakibat fatal bukan?.... hihihihi..

      Hapus
    4. Terima kasih sudah ikut memberi komentar.

      Terima kasih sudah mengingatkan untuk berhati2. Tapi apa yg saya tulis disini pure dari pengalaman saya, dan saya merasa tertipu atas kejadian tersebut.

      Apapun komentar yg tertulis disini bukan tanggung jawab penulis blog. Terima kasih.

      Hapus
  6. Sedih amaaat.. tahun lalu saya beli voucher nya.. 1 juta harga nya untuk meninap di hotel bintang 4 di Bali.. sia sia dong uang saya 1juta.. hiks

    BalasHapus
  7. Thanks mba udah sharing baru hari ini kejadian karena sy kecolongan males googling hehehe,,,tp untungnya pas sebelum masuk "ruang eksekusi" sempet baca artikel mba dan beberapa artikel lain tentang Travel Agent ini jd Alhamdulilah kita masih diselamatkan cm rugi waktu 90 menit aja hehehe

    BalasHapus
  8. baru banget dapet telpon, sambil seacrh untung ada blog ini, udah tanya tanya nama lengkap dan suami tanya tanya umur juga, untung belum infoin no ktp dan CC, Thnks

    BalasHapus
  9. hari ini saya mendapatkan tlp seperti yg anda ceritakan,, sebelumnya saya berpikir jika ini penipuan bagaimana caranya ?? tapi setelah baca tulisan anda saya jadi mengerti polanya seperti apa,, untung saja di tengah tlp sebelum dia meminta no KTP saya langsung mematikan tlp untuk mencari tau nya.. terima kasih ya tulisannya,.. semoga kita semua dalam lindunganNya,, amiin ya rabbal alamin

    BalasHapus
  10. Alhamdulilah nemu blog ini saya tgl 15 dapat undangan juga ke Bali Marriot vacation Club ada yg pernah di tawarin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau luxe star vacation ada yg sudah pernah dengar kah?
      Kami biasanya dirawarin dari accor, tp ini luxe star vacation. Mrk ada web dan ig nya juga...
      Info ya saudara/i kalau pernah ada pengalaman

      Hapus
  11. Terjmakasih banyak mbak. Sabtu ini saya juga ada undangan serupa. Akhirnya saya searching dulu dan menemukan artikel mbak. Terimakasih.

    BalasHapus
  12. Lebih terpesona membaca kisahnya daripada mengambil pelajaran dari isinya. Alhamdulillahirabbilalamin...Allah akan senantiasa melindungi kita semua yg selalu meminta petunjuk dan perlindungan.
    Sungguh aneh berangkat ke "kandang eksekusi" tnp membawa identitas diri, uang tunai, "hampon" (hahaha nyontek ya mba...) Dan suami pun ga punya kuota. Jadi setelah panjang lebar mas2nya bercerita sy pun berakhir dengan jawaban no...bukan Krn mengerti ini penipuan tapi memang ga punya fasilitas buat transaksi. Meski sepanjang jalan sempat menyesali atas keteledoran dan kekhilapan meninggalkan seluruh dokumen ptg dan berencana balik lg klu nti hrs balik utk mengambilnya bila diperlukan. Tp Krn emasnya bilang hrs transaksi saat itu jg ya sudahlah batal tak ada yg bisa dilakukan. Kecuali pamitan. Dan TDK sengaja menemukan tulisan ini. Ternyata Allah SWT melindungi kami dengan caranya. Trimksh mba membaca tulisannya SPT TDK ingin berakhir.
    Keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terimakasih sudah mampir.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Yuk tinggalin ngobrol di kolom komentar :)
Link Aktif dan SPAM akan dihapus.

Happy reading other article....