prucritical benefit 88 - sebuah inovasi proteksi diri dari penyakit kritis

Hari tua yang bahagia dan dapat menikmati hasil kerja keras semasa muda, merupakan dambaan setiap manusia. Namun apa jadinya saat semua tabungan dan investasi harus terkeruk habis tak bersisa hanya untuk biaya pengobatan di masa tua? Lalu bagaimana jika kondisi kritis itu justru datang lebih awal?

prucritical benefit 88 dari prudential

Pentingnya Perencanaan dan Proteksi Diri dari Resiko Penyakit Kritis di Hari Tua


Kemarin saya disodorin sebuah Questionnaire Survey,

“Kalau aku terkena penyakit kritis sehingga kehilangan penghasilan rutin, aku akan:….”

Jleb ya!, dan untuk sekian puluh detik saya pun tak bisa menjawab dengan keyakinan sempurna.

Siapa sih dari kita yang mau sakit, nggak ada donk ya, pastinya. Saya pun sama.

Tapi setelah mendengarkan uraian dari dr. I Gede Pande Sastrawan, Sp.PD, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Siloam Hospital Bali, tentang meningkatnya angka potensi penyakit kritis yang bukan disebabkan oleh penyakit menular, jadi agak merinding juga.


Penyakit Kritis dan Dampak yang Ditimbulkan

Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tergolong dalam penyakit kritis diduga menjadi penyebab 73% kematian di Indonesia.  (sumber: WHO, https://who.int/nmh/countries/idn_en.pdf)

Berdasarkan Riset dari Kementrian Kesehatan Indonesia 2018, prevalensi beberapa PTM yang juga termasuk dalam kategori penyakit kritis ini mengalami kenaikan dari 0,4% hingga sekitar 8%.

Seperti Hipertensi misalnya, mengalami kenaikan dari 25,8% menjadi 34,1%. Prevalensi pada penyakit stroke naik dari 7% menjadi 10,9%, penyakit ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8% dan kanker mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi 1,8%.


critical illness
dr. I Gede Pande Sastrwan, Sp.PD
dokter spesialis penyakit dalam di Siloam Hospital


Menurut penuturan dr. I Gede Pande Sastrawan, Sp.PD, meningkatnya prevalensi ini juga dipicu dari perubahan gaya hidup masa kini yang kurang terjaga. Seperti merokok, makanan dengan kandungan gula terlalu tinggi, makanan berpengawet atau mengandung bahan-bahan yang sulit terserap tubuh dengan baik.

Kondisi lingkungan seperti asap knalpot, radiasi paparan gadget yang berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik juga terindikasi turut menyumbang kenaikan prevalensi ini.

Pada acara Media & Blogger Gathering yang diadakan oleh perusahaan asuransi ternama di Indonesia, Prudential, kemarin yang bertempat di Harris Hotel Sunset Road Bali, dr. I Gede Pande juga menjelaskan apa sih yang dimaksud dengan Penyakit Kritis hingga dampak yang mungkin ditimbulkan.


Definisi Penyakit Kritis

Penyakit Kritis adalah penyakit serius hingga dapat menyebabkan kematian yang bisa menyerang pada siapa saja, kapan saja, dan tanpa memandang usia. Memerlukan perawatan khusus dengan peralatan canggih guna memperpanjang harapan hidup penderitanya, sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi.





Saat ini, usia muda bahkan tidak dapat menjamin seseorang dapat terbebas dari ancaman penyakit kritis ini.

Dalam acara yang berdurasi sekitar 1 jam tersebut, disinggung juga bahwa kesibukan dan tuntutan pekerjaan kita kadang menjadi penghambat atau alasan untuk sulit menerapkan pola hidup sehat.

Terlebih di jaman milenial dimana hampir semua makanan serba instant, serba mengandung formalin dan berpengawet ini dan itu. Beragam tawaran kuliner menggiurkan yang sebenarnya jauh dari kata pemenuhan gizi seimbang, bahkan beberapa diantaranya mengandung bahan-bahan yang tidak bersahabat dengan tubuh.

Tentunya ini menjadi momok tersendiri akan terpicunya penyakit-penyakit kritis diatas.


Lalu bagaimana cara mencegah dan memproteksi diri dari ancaman berbagai penyakit kritis tersebut?


cara mencegah penyakit kritis tidak menular dengan cerdik


Di sesi terakhir pemaparannya tentang penyakit tidak menular kritis itu, dr. I Gede Pande Sastrawan, Sp.PD  juga membagikan beberapa tips perilaku hidup sehat untuk meminimalisir resiko terjadinya penyakit kritis tersebut, 

antara lain:
  • Pola Makan Sehat, yaitu mengatur asupan makanan dengan gizi seimbang serta mengurangi konsumsi makanan tidak sehat seperti: gorengan yang tidak jelas penggunaan minyak gorengnya, makanan berpengawet, makanan dengan gula sintetis serta menghindari makanan dengan pewarna kimia dan non food-grade.
  • Olahraga Teratur, dengan melakukan aktifitas fisik misalnya berjalan sehat selama 45 menit, jogging dan sebagainya.
  • Tidak Merokok dan menjauhi paparan asap rokok, selain merokok tentu saja kita juga harus menjauhi paparan asap rokok yang bahayanya sama besarnya dengan perokok aktif.
  • Perilaku Sex sehat, sudah tak bisa ditampik lagi bahwa perilaku sex bebas dan berganti-ganti pasangan merupakan penyebab berbagai penyakit menular berbahaya.
  • Lingkungan yang sehat, lingkungan yang tidak sehat tentu saja akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif. Lingkungan sehat bisa berupa kebersihan rumah dan sekitarnya, kelayakan tempat tinggal seperti sirkulasi udara dan lain sebagainya, hingga lingkungan sosial sekitar.
  • Lakukan Cek Kesehatan secara rutin dan berkala, ini penting untuk mengontrol bagaimana keadaan tubuh kita, mengantisipasi adanya penyakit yang berpotensi muncul sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini.
  • Anti NARKOBA, jelas ya tidak ada ruang dan toleransi untuk NARKOBA. BIG NO TO DRUGS!
  • Berpikir Positif, dan yang terakhir adalah berpikir positif serta rileks agar terhindar dari Stress berlebihan yang justru adalah sumber pemicu segala penyakit.


Selain mengajak kita untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, sang dokter spesialis yang pada hari itu tampil dengan balutan outfit smart casual, tak lupa juga mengingatkan kita untuk menyiapkan biaya pengobatan penyakit kritis yang terbilang mahal ini sejak dini.


Bagaimana caranya?

Tentu saja dengan program-program perencanaan health and finance protection seperti PRUCritical Benefit 88, sebuah proteksi unik dari Prudential yang baru-baru ini diluncurkan untuk menjaga masyarakat Indonesia dari beban finansial akibat penyakit kritis.


Apa itu PRUCritical Benefit 88?

Dalam acara yang dihadiri sejumlah awak media dan beberapa Blogger Bali pada Jumat 18 Januari 2019 kemarin itu, Jens Reisch selaku Pesident Director Prudential Indonesia mengatakan,

berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi dan fisik pasien beserta keluarganya, serta dapat mengganggu perencanaan keuangan.

Untuk itu, Prudential Indonesia resmi meluncurkan produk barunya yang bernama PRUCritical Benefit 88 dan berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya.


president director prudential mr jens
Mr. Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia


Mr. Jens juga percaya, bahwa PRUCritical Benefit 88 dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi dan mengelola dampak keuangan yang ditimbulkan oleh penyakit kritis.

Selanjutnya dijelaskan lebih mendalam mengenai PRUCritical Benefit 88 ini oleh ibu Shiela Widya Nanda selaku Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia

yang mana melalui slogan ‘Proteksi Terjamin, Uang Pasti Kembali’, PRUCritical Benefit 88 menawarkan beragam manfaat sebagai berikut:

Proteksi Terjamin

  • Perlindungan komprehensif untuk meninggal atau 60% kondisi kritis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup (survival period).
  • 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty tanpa mengurangi UP PRUCritical Benefit 88 dengan maksimal Rp. 200.000.000.
  • 200% tambahan UP akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun.
  • Perlindungan sampai usia 88 tahun dengan jangka waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau premi tunggal. 

Uang Pasti Kembali
  • 100% Uang Pertanggungan akan dibayarkan bila Tertanggung Utama masih hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun; atau
  • Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir.
pru critical 88
Sheila Widya Nanda, manager strategic product management prudential indonesia


Fakta-fakta menyebutkan bahwa 9 dari 10 orang meninggal dunia karena kondisi kritis, dan 70% kasus kanker ditemukan pada stadium akhir.

Untuk itu diperlukan adanya proteksi sejak dini untuk mengantisipasi besarnya biaya pengobatan serta terpengaruhnya kondisi finansial akibat biaya pengobatan yang tinggi tersebut.

Sebelum mengakhiri acara kemarin, Jens Reisch juga kembali menjelaskan tentang komitmen brand baru Prudential, yaitu “Listening, Understanding, Delivering” yang mana telah berganti dari komitmen brand sebelumnya “Always Listening, Always Understanding”.

Hal ini dilakukan karena Prudential berkomitmen dan mempertegas tujuan perusahaan untuk selalu mendampingi  nasabah dalam setiap tahap kehidupan, yang mana hal itu tidak cukup hanya dengan sekedar mendengar dan mengerti, tetapi human touch juga dibutuhkan sehingga diperlukan adanya tambahan komitmen baru yaitu Delivering.


Kesimpuan:

Hidup dijaman modern, dimana sulit sekali menemukan makanan bebas polusi, ditambah dengan aktifitas fisik yang minim akibat kecanduan akan mudahnya sebuah modernisasi, membuat kita terperangkap dalam ancaman penyakit kritis.

Sehingga perlu adanya pencegahan sejak dini dengan mulai menerapkan pola hidup sehat.

Disamping itu, juga butuh adanya proteksi dari segi finansial sebagai antisipasi kondisi kritis yang dikhawatirkan terjadi di masa mendatang dengan produk finansial yang lebih terjamin seperti PRUCritical Benefit 88 dari Prudential.


***
Info selengkapnya silahkan kunjungi website resmi Prudential PRUCritical Benefit 88, atau menghubungi kantor dan agen pemasaran Prudential terdekat di kota anda.

We are the People That Do!
Listening, Understanding, Delivering.

temu blogger dan prudential
Narsis Bareng #jalaninbareng



Mari migrasi ke Pola Hidup Sehat, selalu tebarkan semangat positif, bersyukur dan bahagia dunia akhirat.




anyyeong,


Post a Comment

15 Comments

  1. Harus proteksi diri sejak dini ya mbak, baik menjaga tubuh agar tetap sehat diimbangi dengan ibadah yg khusyu' serta jangan lupa proteksi keuangan kita dg menjadi nasabah PRUCritical Benefit 88.... insyaallah hari tua bakal terjamin...aamiin

    ReplyDelete
  2. Proteksi diri memamg sangat penting untuk masa depan atau pensiun kita. Apalagi, untuk penyakit kritis.

    ReplyDelete
  3. Jangan sampai terlambat untuk lindungi diri dan keluarga

    ReplyDelete
  4. wahhh prdouk yang menarik, apalagi ada jaminan uang kembali 100% saat usia mencapai 88 tahun atau pengembalian manfaat saat usia polis mencapai 20 tahun, ini rasanya menguntungkan nasabah banget yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba, begitu penjelasan yg kmaren sy dengarkan. Jd bener2 tenang nasabahnya

      Delete
    2. Aduh maap kepanggil mba deh, maklum kebiasaan sama blogger mamak2, xixixi

      Delete
  5. Aku punya asuransi Pruden juag tapi yang ini product baru jadi aku ga ambil. Alhamdulillah...beberapa tahun memiliki asuransi belum pernah pakai, biarin dah...jgn sampai make.
    Kalaupun make paling asuransi kantor karena sakitnya karena kecapekan.
    Semoga kita semua sehat dan yes asuransi itu penting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga selalu sehat kita semua. Makasih sdh mampir

      Delete
  6. Waaaahhhh.... eyangnya suamiku bisa dapet pengembalian 100% ni kalau dulu ikutan, alhamdulilah panjang umur soalnya. Tapi kalaupun nggak sampai 88 tahun perlindungan selama hidupnya juga sudah lumayan ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah panjang umur ya eyangnya.
      Iya mba, itu kelebihan manfaat yg bisa d dapat d Prudential

      Delete
  7. wahhh keren juga ya produk ini. cuman kalau sampai 88 tahun..hmmm..ntahlah :) tapi lumayan juga proteksi seumur hidupnya atau pengembalian premi 20 tahun tadi, patut dipertimbangkan yaa

    tks inpohnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tp pada intinya sih proteksi diri lebih baik daripada kalang kabut kemudian, hehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar, ya dear.
Harap berkomentar sesuai artikel, dengan bahasa yang baik dan sopan.

Komentar yang tidak ikhlas, Link Aktif dan SPAM maafkan jika akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....