Ayam Betutu Muslim di Denpasar - Bu Agung Ulan Pilihannya

betutu muslim bu agung ulan denpasar

Ayam betutu muslim di Denpasar - Bu Agung Ulan pilihannya. Ke Bali belum lengkap rasanya kalau belum makan Ayam Betutu. Tapi tak jarang wisatawan muslim agak ragu dengan status ke-halal-annya.
Saya nggak bilang kalau Betutu ada yang haram, ya! Mohon dibaca dengan teliti dan seksama agar tak menimbulkan fitnah dan kesalah-pahaman!

Bagi sebagian muslim, ada yang khawatir tentang beberapa hal yang mempengaruhi ke-halal-an sebuah hidangan. Dalam hal ini biasanya yang berbahan daging/hewani, seperti ayam ini.
Misalnya, apakah ayam yang digunakan disembelih sesuai dengan syariat islam atau tidak. Apakah peralatan memasaknya terkontaminasi dengan bahan makanan non-halal atau tidak. Atau dapur tempat memasaknya ada binatang najis atau tidak,  seperti anjing misalnya.

Saya pribadi, pernah sangat suka dengan nasi campur bali komplit yang rasanya juara dan otentik banget. Sayangnya, untuk pedagang nasi skala kecil yang notabene memasaknya di dapur rumah pribadinya, beberapa pertimbangan di atas membuat saya akhirnya stop membeli.
Padahal ya, soal rasa saya udah cocok, endes gurindes banget.

Tetapi untuk warung masakan bali yang saya yakini mengolahnya di dapur warung yang dikhususkan untuk mengolah menu-menu khusus ayam dan ikan, saya tetap menikmatinya dengan lahap. Eits, tapi bukan berarti aku pilih kasih sama penjual nasi tanpa warung ya. Bukan itu. Mohon jangan disalah-artikan.


Rekomendasi kuliner lain di Bali: Ikan Bakar Lezat di Pulau Serangan Bali


Betutu Denpasar vs Gilimanuk

Sejatinya, Betutu adalah hidangan berbahan dasar daging Bebek atau Ayam dengan bumbu rempah-rempah yang berlimpah dan rasa serai yang sangat kentara.
Biasanya Bebek atau ayam betutu ini dimasak utuh, setelah betutu matang barulah dagingnya ‘dipretelin’.

Namun, demi kemudahan pernah juga saya melihat ibu-ibu pedagang lauk matang yang memasak betutu dengan cara memotong daging ayam sesuai ukuran yang dikehendaki baru dimasak bersama bumbu betutu andalan mereka.

Lalu apa yang membedakan khas Denpasar dan Gilimanuk?

Secara persis dan sejarahnya sih saya kurang begitu paham.  Hanya kebetulan saya pernah diberi tahu seorang ibu pedagang ayam betutu yang adalah orang Bali asli.

Menurut penuturan beliau, memasak betutu memang butuh waktu yang cukup lama lengkap dengan kesabaran. Karena memasak masakan ini mengharuskan memasak hingga bumbu benar-benar susut dan merasuk.
Bahkan hingga si ayam sangat empuk, tapi juga tidak hancur.

Untuk betutu khas Denpasar, biasanya proses sampai disini saja, yaitu saat bumbu merasuk dan susut.
Berbeda dengan cara memasak betutu khas Gilimanuk (original) yang lebih membutuhkan extra tenaga dan kesabaran lagi. Karena harus melewati satu tahapan lagi, yakni pemanggangan.

Pada versi yang really original malah manggangnya istimewa lagi, betutu dibungkus dengan daun pisang/pinang berlapis lalu dikubur dalam pasir kemudian diatas pasir tersebut diberi kayu dan dibakar selama minimal 6 jam. Konon ada yang mengatakan dibakar di dalam bara sekam selama hampir 10 jam.

Weleh weleh keburu laper, marimar!

betutu denpasar


Ayam Betutu Muslim Bu Agung Ulan - Denpasar

Kebetulan temen dari jaman SMA saya lagi ada acara kantor di Denpasar, jadi kami sempetin buat ketemuan biar sebentar.

Tadinya bingung mau kemana, karena saya hanya bawa motor yang sudah komplit sama pasukan bodrek.
Beruntung sih ada para babang ojol yang siap sedia nganterin kemanapun, jadilah kami mlipir cari makan saja. Saya tetep bersama pasukan, sedangkan temen saya naik mang ojol.

mampir ke bali
me and nina

Kenapa kami milih makan betutu?

Pertama, karena saya bingung mau kemana lagi. 
Orang, kalau ke Bali umumnya nyari betutu, yasudah betutu aja, pikir saya.

Kedua, saya udah nggak bisa mikir lagi! 

Di betutu Bu Agung ini versi Denpasar ya dear, jadi nggak pakai dipanggang.
Meski namanya warung ayam betutu, disini juga menyediakan menu ayam bakar, dan ayam goreng juga. Mungkin ini pilihan bagi yang tidak suka pedas, karena betutunya termasuk lumayan pedas, dan terbukti suami saya selalu manyun kalau saya ajak kesini.

Btw, selain betutu Bu Agung Ulan, ayam betutu halal di bali lainnya yaitu Ayam Betutu Ibu Nia yang sudah bersertifikat halal MUI. Lokasinya juga masih di seputaran Denpasar.

kuliner bali
menu yang tersedia: lawar ayam, sate lilit, tum dan ayam betutu


Menu di Betutu Bu Agung Ulan

Menu utamanya tentu saja ayam betutu, dengan dua paket andalannya adalah nasi campur bali dan nasi betutu. 

Dalam paket nasi campur bali sudah berisi nasi dengan lauk komplit, namun dalam porsi sedikit-sedikit. Lauknya antara lain: Ayam Betutu, sayur daun singkong, lawar, sambal matah, kacang goreng, sate lilit, telur dan sambal merah.
Sedangkan dalam paket ayam betutu , berisi nasi dan ayam betutu bagian paha utuh lengkap dengan sayur daun singkong, kacang goreng dan sambal matah.

Tak hanya ayam betutu, warung betutu bu agung ulan juga menyediakan bebek betutu. Sayangnya harus pesan satu bebek betutu utuh.
Ini sih kalau bawa banyak pasukan oke lah.

Selain bebek betutu, sate lilit, lawar dan tum ayam juga tersedia dalam pembelian terpisah.

Suasana warung

Sepertinya warung bu Agung Ulan ini sudah direnovasi, karena jaman saya masih tinggal di Denpasar dan masih sering ke warung ini bentuknya masih warung biasa banget.
Sedangkan kemarin saat saya bertandang, bagian luar (teras) sudah tertata lebih cantik dan rapi dengan beberapa bebungaan hias dan wastafel yang lumayan bersih. Sedangkan bagian juga lebih rapi dari sebelumnya.

Overall warungnya bersih dan nyaman.


warung ayam betutu denpasar
suasana warung



Harga (kisaran)

*harga bisa berubah sewaktu-waktu
  • Paket Nasi Campur Bali : 18k
  • Paket Nasi Ayam Betutu : 25k
  • Paket Nasi Ayam Bakar : 18k
  • Paket Nasi Ayam Goreng : 15k
  • Ayam Betutu Utuh : 85k
  • Bebek Betutu utuh : 120k
  • Sate Lilit Ayam : 1,5k/tusuk
  • Tum Ayam : 3k/bungkus
  • Lawar Ayam : 15k/porsi

Alamat:

Warung Ayam Betutu  Bu Agung Ulan Denpasar
Jl. Tukad Pakerisan 99L Panjer, Denpasar



안녕!
sera wicaksono

Posting Komentar

6 Komentar

  1. duuuuh pertama kali nyobain ayam betutu, aku lgs nagiiiih mba. yg biasa aku makan yg gilimanuk. trus ada temenku di kantor yg orang Bali, tp muslim, nah tantenya itu jg jualan ayam betutu tp cm dijual utk keluarga. uwaaahhhhh pas aku pesen, itu ayam betutu terenak sih mba!! sukaaaak banget :D. sampe kangen aku pgn makan itu lg. udh niat kalo temenku mudik k bali, aku mau pesen lg hahahaha. itu bumbunya mereseeep banget, mungkjn krn memang masaknya lama kali yaaa. ayamnya abispun, bumbunya ttp enak dicocolin ke nasi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya masaknya lama jadi bumbunya meresap, apalagi plus dibakar aroma panggangn5a sedep banget.

      Hapus
  2. maasyaAllah, ayam betutu ini kesukaanku banget. pedesnya itu bikin nagih. sayangnya betutu yang di Jakarta kurang nendang rasanya, nggak sepedes di Bali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berati disuruh main ke Bali nih, sini main kita ngupi syantik

      Hapus
  3. Next time kalau ke Bali lagi, mohon mampir di Rumah Makan Ayam Betutu Ibu Nia di Jl. Merdeka No.1, Renon, Denpasar - Bali, kami juga sudah mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI Bali, ditunggu ya Mba Sera :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap ibu, kalau ada kesempatan nanti mampir. saya masih di Bali kok, hehe. di Tabanan. Tapi sementara masih membatasi keluar rumah dulu. hihi

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Yuk tinggalin ngobrol di kolom komentar :)
Link Aktif dan SPAM akan dihapus.

Happy reading other article....