Icip-icip bubur ayam ingke di Tabanan

bubur ayam cianjur yang ada di tabanan


Bubur ayam sepertinya selalu identik dengan kota Jakarta, bubur ayam jakarta.

Saya pribadi juga pertama kali kenal bubur ayam ya bubur ayam jakarta ini, karena saya baca di gerobaknya begitu. Jadi setiap kali beli bubur ayam ya anggapan saya itu bubur ayam jakarta.

Padahal aslinya, nggak semua bubur ayam itu bubur ayam jakarta ternyata, hihi. Ada bubur ayam ala Chinese, bubur ayam madura, dan yang baru terakhir saya tahu bubur ayam Cirebon dimana penyajiannya menggunakan ingke.

Bubur pake ingke?
hmmm,,,

Ngomongin bubur ayam jakarta juga, saya punya nih langganan bubur ayam jakarta yang laziz dan ngangenin di Denpasar.
Saya berlangganan disini sejak saya hijrah ke Bali 2012 silam, dan yang sukses membuat berat badan saya naik drastis tis tis sampai bulet let let.

bubur ayam jakarta yang enak di denpasar
Penampakan bubur ayam Jakarta langganan saya


hmmm, menggiurkan bukan?

That’s why bikin saya sempet vakum sarapan bubur ayam ini hingga dua tahun, bahkan lebih.


Pengen nyicipin bubur ini, cek disini Bubur Ayam Doremi Denpasar


Well, sejak saya saya pindah ke Tabanan tiga tahun silam dan lanjut hamil dek Rara, mulai deh kangen dan terngiang-ngiang sama bubur ayam paklek ini.

Bubur ayam jakarta kok paklek, mak?

Hehe iya, kebetulan si bapak yang jualan ini orang jawa, sekitaran jawa tengah kalau saya amati dari logat bahasanya.

Saya belum interview secara mendalam sama si bapaknya sih, tapi asumsi saya beliau ini semacam punya pengalaman dengan bubur ayam jakarta.
Entah pernah berguru dan berjualan bubur ayam jakarta di Jakarta, atau pernah ikut bos bubur ayam jakarta sebelumnya yang kemudian membuka usaha bubur ayam sendiri.

Tadinya saya mau mereview bubur ayam ini sebenarnya, hanya saja saya kekurangan dokumentasi jadi saya mau cerita soal bubur ayam yang ada di Tabanan ini saja dulu,



Ada apa dengan bubur ayam di Tabanan?

Tabanan, iyes.

Buat yang belum tau Tabanan itu dimana, bisa baca artikel saya sebelumnya, ya.




Beberapa teman saya bilang,
“jauh banget beli bubur ayam aja sampai ke Denpasar”

Iya, karena di Tabanan nggak ada bubur ayam.

Bukan nggak ada ding, tapi bubur ayam di Tabanan ini adanya bubur ayam madura, pun jualnya malam.

Kalau pun pernah ada bubur ayam jakarta, sayangnya belum bisa bikin saya jatuh cinta.
Bukan nggak enak sih, tapi kurang sesuai dengan lidah saya, jadi maap ya para pedagang bubur hayam. 
Ehhe~


Akhirnya ya, setelah tiga setengah tahun merindukan bubur ayam di Tabanan, beberapa waktu lalu nemu juga bubur ayam yang lumayan bikin saya manggut-manggut.
Meski belum bisa saya kasih nilai 10 sih, xixixi. Pelit nilai ya mak icik.

Di waktu yang hampir bersamaan sih ini nemunya.
Yang pertama adalah bubur ayam jakarta yang di rekomenin sama temen-temen paguyuban Stobeli Squad, dan bubur ayam ini sepertinya memang baru.

Sedangkan yang ke dua adalah bubur ayam Cianjur yang keberadaannya baru saya temukan beberapa waktu lalu, padahal menurut pengakuan si ibu penjualnya sudah berjualan disitu selama lima tahun. Hweww…

Usut punya usut, rupanya memang dulunya tidak ada banner yang menerangkan bahwa disitu telah berdiri sebuah warung bubur ayam Cianjur, ya maapkeun lah kalau tehsera kagak tahu.


bubur ayam jakarta yang ada di tabanan
Bubur ayam Jakarta di Tabanan

Bubur Ayam Jakarta

Bubur ayam jakarta ini letaknya di sebelah Indomaret Kediri yang bersebalahan juga dengan parkiran bus Gunung Harta Tabanan.

Dengan gerobak dominan hijau bertuliskan bubur ayam jakarta, bubur ayam ini mangkal setiap pagi hingga habis pukul 8 atau 9 pagi.

Seperti umumnya bubur ayam jakarta, tentunya seporsi bubur ayam disini berisikan; bubur beras, suwiran ayam, kacang kedelai goreng, irisan seledri dan bawang goreng serta kuah.
Tentunya tak lupa kerupuk.

Sayangnya, konsistensi dari bubur berasnya sendiri masih terlalu encer dengan kuah yang menurut saya terlalu banyak, jadinya masih mirip sama bubur ayam madura. Meskipun tidak seencer bubur ayam madura ya.

So, cara menyiasatinya adalah dengan ngasih note ke mas penjualnya untuk mengurangi porsi kuahnya biar ga banjir kayak makan soto gitu, hihi.

Oiya, si mas penjualnya bukan abang-abang jagardah ya gaes, bukan mamang sunda oge. Tapi mas-mas asal jawa. Makanya maklum kalau konsistensi buburnya masih agak mirip sama bubur madura.

Anyway,
Seporsi bubur ayam ini dibanderol seharga 8k, dan tersedia juga tambahan sate usus atau sate telur puyuh seharga kurang lebih 2k per tusuk.

Hmmm well, saya kasih score 7 dulu ya, soalnya buburnya masih terlalu encer.


Lokasi

Di perempatan bung Karno Kediri Tabanan, pilih arah menuju kota Tabanan. Sekitar 200 meter dari perempatan, Lokasi gerobak ada di sebelah kanan jalan tepat sebelum Indomaret.

bubur ayam di tabanan
gerobak bubur ayam di Tabanan


Bubur Ayam Cianjur

Nah untuk bubur ayam Cianjur ini, klaim si ibu penjualnya bahwa beliau sudah berjualan sejak 5 tahun lalu, tapi baru saya temukan gegara banner baru saja terpasang.

Jadi gini, bangunan dari warung ini tergandeng mesra dengan rumah tingga di sekitaran masjid agung Tabanan.
Lokasi warung yang lumayan rimbun dengan bebungaan ini memang agak rancu awalnya kalau disini adalah warung makanan.

Hanya karena ada tulisan dan terdapat meja beratapkan jerami, maka yakinlah kami kalau ini adalah warung makanan.

Buat yang belum pernah kesini, memang perlu mengurangi kecepatan kendaraannya agar tak kebablasan mengingat warungnya kurang kentara dan ini berada di jalan searah.

Uniknya, bubur Cianjur ini disuguhkan menggunakan ingke dan bukan mangkuk seperti umumnya bubur ayam.

bubur ayam sunda yang enak di tabanan
Bubur ayam Cianjur pake ingke


Seporsi bubur ayam yang dibanderol 10k per porsi ini berisikan bubur beras, suwiran ayam, irisan ati ayam, tumis irisan daun bawang pre, irisan seledri, bawang goreng, dan tentunya kerupuk sebagai pelengkapnya.

Kuahnya tidak terlalu encer, dan asumsi saya itu dimasak bareng sama irisan daun bawang yang tadi saya sebutin.

Kekentalan dari si bubur buat saya pas, nggak encer, dan gurihnya juga pas. Jatuh cinta deh pokoknya.
Untuk keseluruhan bubur ini saya kasih nilai 8 deh, meskipun penggunaan ingke nya bikin bubur jadi susah diaduk rata.

Ssttt,,, saya anggota komunitas bubur diaduk lho.

Terserah ya orang pada mau bilang jijay atau apa, tapi saya lebih nyaman makan bubur diublek jadi satu daripada secomot-secomot yang menurut saya rasanya jadi kurang komplit pas dikunyah, haha.

Tapi semua balik ke selera masing-masing ya gaes.

Oiya gaes,
Selain bubur Cianjur, warung ini juga menyediakan menu lain yang tak kalah menarik, seperti: mie yamin kuah, gado-gado siram, kwetiau goreng dan nasi goreng.

mie yamin di tabanan

Menu lain selain bubur


Tapi dari semuanya yang paling saya sukai adalah bubur ayam dan mie yamin nya aja, sisanya sih so so aja ya. not bad lah.

warung sunda di tabanan
Penampakan Warung



Lokasi:

Jl. Kamboja – Tabanan,
setelah masjid agung Tabanan, berada di kanan jalan.




Anyyeong,




Post a Comment

3 Comments

  1. Nyekrol sampai ke layar bawah ..., ternyata ada mie yamin !.

    Kalau gitu, aku pilih mie yamin aja akh ...,
    (Siapa juga yang mau ntraktir diriku hahaha)

    Sedikit berbeda selera dengan kak Sera, aku kalau semisa disodori 2 pilihan, bubur atau mie yamin.
    Langsung kutunjuk mie yamin nya :)

    Kalau bubur ngga gitu suka banget, cuma sesekali saja.

    Ngobrolin bubur, aku jadi keingetan nama kedai bubur di Jakarta yang namanya ..., nyleneeeeh banget, kk ..
    Mau kutulis nama kedainya kok takut dikira ngga pantas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh berati kalo ak ke jagardah kudu calling2 nih kepoin si buryam nya hehe...

      Delete
  2. Wokey, kaaak ..
    Hehehe ..

    Clue lokasinya kedai bubur bernama nyleneh di Jekardah , tapi enaknya pol dan porsinya jumbo itu di .. kawasan Glodog, area Jakarta Kota.

    Bukanya mulai mendekati tengah malam hari dan tutupnya menjelang subuh dini hari.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....