Ngicipin cwiemie depot legenda Hoklay Malang

cwiemie legenda depot hoklay malang

Se-Melegenda Apa sih Cwiemie dan Lunpia Hok Lay?


Assalamualaikum dear,
sebelumnya aku ucapin Happy Eid Mubarak dulu ya mumpung masih suasana Lebaran, Mohon maaf lahir dan batin.

Taqqaballahu Minna Wa Minkum...


So, dear.

Tahun ini alhamdulillah kami bisa ngicipin Cwiemie yang paling legendaris di Malang mudik ke kampung halaman di Pasuruan - Jawa Timur.

Pasuruan itu mana sih? Apaan? kota, desa atau apa?
hehe.

Buat yang belum pernah denger kota Pasuruan, sini aku bisikin.

Pasuruan adalah salah satu kota di Jawa Timur yang berdekatan dengan Sidoarjo, Malang dan Probolinggo.

Pasuruan ini juga merupakan salah satu kota industri terbesar di wilayah Jawa Timur. Karena yang namanya pabrik disini itu sudah berderet-deret macam sepur (baca: train).

Well, ngomongin soal kota Pasuruan ini memang bukan termasuk kota besar dan terkenal semacam Surabaya atau Malang.

Tapi karena kedekatan letak geografisnya dengan kedua kota tersebut, menjadikan warga Pasuruan sering wara-wiri ke Malang dan Surabaya layaknya kota sendiri.


Aku pribadi cenderung memilih Malang sebagai tujuan jalan-jalan atau semisal butuh belanja sesuatu yang di kampungku nggak ada.

Karena menurutku,
satu, Malang lebih deket dengan tempat tinggalku ketimbang Surabaya atau Sidoarjo.
dua, jalan di Surabaya terlalu rumit bagiku. ehhe~


Oke,
Jadi kemarin tuh aku sama pak bojo lagi ada butuh nyari sesuatu ke Malang, mampirlah kami ke Depot Hok Lay yang tersohor akan semangkok Cwiemie Legendarisnya itu.
Niat sih aslinya, ehhe~

Malam sebelumnya aku udah nyempetin browsing-browsing 'pengen ngicipin apa ya', dan sekonyong-konyong foto seksi Lunpia Semarang degan saus tauco tetiba bikin gairah makanku merajalela.

Yasudah, kami sepakat untuk mampir nyobain Trio Menu di Depot Legend tersebut.

Iyes, menurut review yang aku baca, Depot Hok Lay ini punya 3 menu gacoan bin andalan. yaitu: Cwiemie Pangsit, Lunpia Semarang dan Fosco.
Dan tentu saja, ketiga menu itu menjadi menu wajib yang harus dicicipin.


cwiemie hok lay malang yang melegenda


Oiya sebelumnya aku mau ngasih tau juga, menurut beberapa review yang aku baca, mereka mengklaim bahwa semua menu mereka Halal food ya.

Berbeda dengan di Bali yang kadang kita ragu siapa yang menyembelih si ayam, kalau di Malang (Jawa) yang notabene mayoritas muslim menurutku asal ayam tidak perlu dikhawatirkan.
Nggak mungkin kan si kokonya nyembelih ayam sendiri?


well,
Kami sampai di lokasi sekitar pukul 9.30 WIB, dimana si warung baru buka sekitar 30-an menit.

Di dalam warung sudah duduk sepasang cici dan koko yang siap memesan, juga mang dan mbak driver ojol yang sudah mengantre disana.

Dengan nuansa vintage yang masih terjaga keasliannya, depot Hok Lay ini ternyata mampu bertahan di tengah barisan warung era milenial di sekitarnya.

Lokasinya berada di jalan KH. Ahmad Dahlan No. 10, Malang. Nggak jauh dari alun-alun kota Malang.



Di depan depot terpampang papan nama yang lumayan guede dengan tulisan berwarna merah. Bagian depan depot pun masih bergaya tempoe doeloe dengan lantai yang jaman dulu banget deh pokoknya.

depot hoklay malang
Suasana depot yang cozy


Lurus dengan pintu masuk adalah meja kasir yang berada paling ujung. di sebelah kanan dan kiri berbaris masing-masing 3 meja beserta kursinya. Jadi total ada 6 meja ya.

Di beberapa meja berjajar beberapa botol minuman Legend of Cola: temulawak, blue cola, Aardbeien, dan lemon lime yang keseluruhannya adalah produksi rumahan 'Linggardjati' Pasuruan.



Setelah kami memilih tempat duduk, embak-embak waiters nya langsung nyamperin kami dengan selembar daftar menu dan 1 bendel notebook kecil beserta pulpen yang terikat dengannya.



Nggak kaget sih dengan harga yang tertera, tapi sepertinya sudah naik dari harga yang malam sebelumnya aku baca saat browsing.

Dengan harga yang nggak murah itu, senikmat apa sih mereka?
baca sampai akhir ya dear.


Cwiemie Pangsit

Nama Cwiemie sudah menjadi signature dish dari kota dingin Malang.

Cwiemie atau cwie mie ini sering juga disebut dengan mie pangsit.

Meski sama-sama berbahan dasar mie basah dengan topping ayam, tapi cwiemie beda dengan mie ayam ya dear. Menurutku hampir mirip dengan mie yamin sih.

Baca ini deh: Mie Yamin di Tabanan


Topping ayam untuk Cwie Mie terbuat dari daging ayam yang sudah digiling kemudian dimasak hingga kering. Biasanya warnanya putih.
Kalau kalian pernah makan 'mie setan', 'mie ndower' dan sejenisnya, nah toppingnya mirip gitu.



Berbeda juga dengan mie ayam yang kuahnya sudah disajikan dalam mangkuk yang sama dengan mie, cwie mie menyajikan kuahnya secara terpisah dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang.

Semangkuk Cwie Mie pangsit original Hok Lay dibanderol dengan harga 20K, ini tergolong mahal sih buat aku yang berdompet tipis.

Well, untuk mie seharga 20k ini memang memiliki cita rasa yang enak. Meskipun secara pribadi, ternyata masih dibawah ekspektasi.

Karena aku dulu pernah makan cwie mie milik teman yang memori rasa nikmatnya masih melekat di benak hingga sekarang ini.

Kabarnya, mie basah yang digunakan disini adalah homemade, alias bikin dewe.

Oiya, sebelumnya aku sempet pengen nyobain 'Lomie', katanya sih mie dengan kuah kental dan kecap, hmmm aku bayanginnya mungkin mirip Jjajangmyeon Korea gitu kali ya.

nggak tau Jjajangmyeon?

coba cek disini: Mencicipi Jjangmyeon di K-Mie Bali


Sayangnya, menurut empunya si 'dia' ini belum ready. baiklah, next time maybe.

Oiya, lagi.
Cwie mie ini pas banget dimakan dengan acar timun dan cabe rawit jika suka pedas.
Tapi, menurutku kurang matching jika dicampur dengan sambal yang disediakan disini. Serasa nikmatnya cwie mie yang samar itu lenyap seketika.


Lunpia Semarang saus Tauco

Lunpia, baca: lumpia, menjadi menu incaranku sebelum cwiemie, dan menu ini juga tertera di baris pertama daftar menunya.

Lunpia Semarang yang khas dengan saus taoconya ini juga memiliki rasa yang enak, sebenarnya.
Sayangnya lagi, imajinasiku yang awalnya akan merasakan sensasi isian rebung yang kriuk kranci kemrincing itu, seketika lenyap oleh tumpukan isian wortel yang lebih membabi buta dan menghilangkan kranci-kranci si rebung.
ahh~




Jadi, lunpia ini bisa aku deskripsikan sebagai lumpia isi wortel, karena rebung dan ayamnya hampir nggak terasa.

Sekali lagi, tidak sesuai ekspektasiku karena memoriku tentang Lunpia di simpang lima Semarang tidak demikian.

Saus tauco yang kental dan tauco banget ini memiliki rasa asam dari saus tomat, gurih dari tauco yang boleh dibilang tauco banget, dan tentu saja ada rasa manis untuk mengurangi rasa asin dari tauco.

Seporsi Lunpia dihargai 20k untuk 2 lonjor lunpia berukuran lumayan besar lengkap dengan saus tauco, 2 batang daun bawang, 2 buah rawit hijau dan selembar daun selada yang juga sekaligus dijadikan sebagai pemanis piring.



Fosco

Ini dia, minuman coklat susu yang konon adalah signature beverage dari depot Hok Lay ini. Cara penyajiannya pun cukup unik, yaitu dimasukkan dalam botol kaca bekas minuman bersoda dan didinginkan dalam kulkas.



No worry gaes, minuman ini selalu fresh setiap harinya, dan tentunya botol yang digunakan pun telah dibersihkan.

Lagi dan lagi, untuk sekitar 300 ml minuman coklat susu dingin seharga 20k ini masih dibawah ekspektasi. Memang rasa pahit khas coklat lumayan kentara, namun untuk 20k rasanya nggak worth buat aku pribadi.

Maaf ya babah (apa dong manggilnya? masa aku panggil koko sih 🤣?)


Es Campur

Jadi, di daftar menu itu ada beberapa menu yang ditandai jempol, otomatis artinya recomended, dong ya.

Meskipun yang pernah aku baca hanya ada 3 menu yang direkomendasiin, tapi kami nyobain juga menu yang dijempol selain 3 menu diatas yaitu Es campur.

Es campur ini beisi limpahan es serut beserta isian; kolang-kaling, cincau hitam, dan setup nanas yang enggak banyak, serta susu kental manis diatasnya.



Baca ini juga: Es Teler Halalan Toyyiban


Asumsiku yang menjadi signature-nya adalah si setup nanas, but it's not worth again for me. Dibanderol 14 ribu (selisih seribu dengan yang ada di daftar menu) dan ternyata tidak memberiku kesan istimewa.

Hmm, maaf ya kalau review kali ini kurang menyenangkan. Tapi ini murni hanya pendapatku pribadi ya, karena beberapa review mengatakan Cwiemie, Lunpia dan Fosco disini paling enak.

Baiklah, segini dulu cerita tentang kuliner Malang kali ini. InsyaaAllah segera aku ceritain juga petualangan ngemong anak di alun-alun Malang sambil menikmati es puter yang murce tapi nagihin. aseli.

Stay tune.




anyyeong,


Post a Comment

8 Comments

  1. Baca ini saya jadi sedih krn betapa lidah saya konservstif banget. Makanan ala2 chinese food susah masuk mba :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kudu nyobain ini deh, ini bukan jd Chinese food lagi, udah jd makanan sehari2 orang Indonesia 😁

      Delete
  2. Eh Cwiemie 20rb dapet segitu murah ya :D

    Kalo loenpia... ga seberapa suka saya dari dulu, entah kenapa wwkwkwkwk. Mending risol :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku lunpia juga kalo lagi pengen aja, risol mah kesukaan aku banget, samaan kita #toss

      Delete
  3. drdulu slalu penasaran ama cwimie. jrg nemu di tempatku. pernah ada temen yg open PO, tp aku telat mulu mau ikutan pesen.

    btw, jujur aja sih, aku blm nemu kuliner yg bisa bikin aku puaaas bgt pas traveling ke malang :). sorry to say, tp beberapa tempat yg aku coba, rasanya jg dibawah ekspektasi banget. padahal menurut review itu makanan legendaris di sana. sampe aku prnh loh mba, dimaki2 ama pembaca, di blogku gara2 nulis review jelek ahahahahahha... padahl aku nulis reviewnya jg ga kasar. hanya bilang memang ga sesuai ama lidahku. mungkin aku lg sial aja pas ke malang ga nemu kuliner yg Wow rasanya :D.

    malah di gresik yg aku happy banget krn kulinerny enak2 :D. kapan2 kayaknya hrs lbh lama di malang, jd aku bisa cobain banyak kuliner di sana. untung2 bisa nemu yg bener2 enak ;). tp penasaran jg ama cwie mie ini loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. walah, mungkin yg baca pas lagi bete kali jadi mba fanny yg kena serempet. di malang sih sebenernya lumayan banyak menu enak menurut lidahku, tp kebanyakan yang rasa merakyat. misalnya es puter di alun2 haha

      Delete
  4. Mbak saya juga orang pasuruan loh. Emang depot hok lay nih legendaris banget.
    Fosconya nagihin, lumpianya enak, tapi pas kenasa ngga nyoba menu cwimienya malah coba yg lain.
    Porsinya banyak ya, jadi pengen habis baca ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Porsinya sedeng sih, kenyang lah. Salam kenal

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....