ayam goreng nelongso bali


26 Juni lalu, kami; saya dan teman-teman blogger Bali resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai tanggal berdirinya DKK, Dewata Konten Kreator edisi baru.

Bertempat di warung Ayam Goreng Nelongso outlet panjer-Bali, komunitas konten kreator yang diinisiasi oleh mas Casmudi selaku ketua ini berharap komunitas ini akan terus berkembang kedepannya. 

Meskipun anggota komunitas ini masih banyak yang newbie di bidang blog maupun vlog, kami tetap optimis komunitas ini bisa eksis dan tidak mati suri seperti para pendahulunya dikarenakan kesibukan semua personil.

Sebagai jejak awal, mas Casmudi dkk mengawali kegiatan DKK pertama dengan acara “Ayo Naik Bus Sarbagita”

Mengambil rute bus Batubulan-Nusa Dua, rekan-rekan DKK memilih halte Sanur sebagai titik awal dan turun di titik pemberhentian bus terakhir di kawasan BTDC Nusa Dua. 
Begitu pula dengan rute pulangnya, mengambil halte BTDC dan turun di halte Sanur.


Baca ini juga: Gagal Menikmati Deburan Ombak di Wisata Water Blow Nusa Dua Bali



tim dewata konten kreator
DKK team with mas Dendi


Dalam kegiatan ini, DKK ingin memperkenalkan keberadaan kami sebagai sebuah komunitas sekaligus bertujuan mengajak masyarakat umum untuk turut serta mengurangi kemacetan dengan beralih menggunakan angkutan umum sebagai pilihan moda transportasi yang nyaman.

Setelah seharian berkeliling di jalur Bali bagian selatan, sorenya kami berkumpul di Warung kaum millenial “Ayam Goreng Nelongso” outlet Panjer, Denpasar untuk “Ngibar” ngicip bareng sekaligus peresmian komunitas Dewata Konten Kreator.



***




Ayam Goreng Nelongso Panjer - Pilihan Kuliner Halal Baru di Bali


ayam goreng nelongso


Apa sih ayam goreng nelongso itu?

Warung ayam goreng nelongso merupakan salah satu pilihan kuliner pedas yang berpusat di kota Malang, Jawa Timur.

Warung yang didirikan oleh Nanang Suherman ini memiki kisah sejarah yang panjang dan sangat historic.
Yaitu berawal dari kisah yang kurang menyenangkan dengan kondisi keluarga sang pemilik, mas Nanang begitu panggilan akrabnya, mengalami jatuh bangun hingga akhirnya menemukan kesuksesan yang luar biasa.

Bolak-balik gulung tikar dalam berbagai jenis usaha yang didirikannya, penggusuran tempat usaha, hingga mengalami kecurian gerobak dagangan pun telah dirasakannya.
Hingga akhirnya beliau menemukan jalan terang setelah berjodoh dengan lapak strategis di jl. Ir. Soekarno-Hatta Malang dan membuka warungnya 24 jam penuh.

Mas Nanang yang tidak memiliki keahlian memasak ini pun terus belajar sambil mengembangkan usahanya sampai pada akhirnya menapaki episode baru dengan mematenkan menu-menu khas pedas pada warung makannya dan mengganti brand label warungnya dengan nama Ayam Goreng Nelongso, namun dengan tetap menggunakan logo kepala bebek sebagai penanda sejarah cikal bakal berdirinya warung ini yang dimulai dari kedai sajian bebek di pujasera.

Dengan lokasi yang berdekatan dengan kampus, tentunya memiliki keuntungan tersendiri karena banyaknya mahasiswa yang membutuhkan makan dan tempat tongkrongan.
Menu-menu pedas yang disediakan pun sesuai dengan selera kaum millenial yang lagi gandrung-gandrungnya dengan makanan bercita-rasa pedas. Ditambah lagi harga yang ditawarkan pun terjangkau oleh kantong mahasiswa.

Tak ayal jika akhirnya warung Ayam Goreng Nelongso milik mas Nanang ini mampu melayani tidak kurang dari 9000 porsi per harinya hingga kini memiliki setidaknya 11 cabang (source: kompasiana) yang tersebar di Malang, Surabaya dan beberapa kota lainnya, dan Bali salah satunya.

ayam goreng nelongso outlet panjer
Ayam Goreng Nelongso Outlet Panjer


Kenapa disebut Nelongso?

Pertanyaan yang sama dilontarkan mba Yuni, salah satu dedengkot DKK dan senior Blogger Bali.

Mas Dendi selaku penanggung jawab outlet menjelaskan bahwa kata ‘nelongso’ diasumsikan sebagai perasaan nelongso karena kepedesan setelah menyantap ayam goreng disini.

Owh jadi begitu ya, mas.

Padahal tadinya saya mengira sebutan nelongso ini karena sejarah perjalanan warung ini yang terseok-seok nelongso sebelum menuai kesuksesan saat ini. Ehhe~



Menu di Ayam Goreng Nelongso

Meskipun nama warungnya adalah “Ayam”, namun di warung Ayam Goreng Nelongso juga menyediakan beberapa pilihan menu ikan dan bebek juga sayuran.

13 menu aneka ayam diantaranya adalah: ayam goreng nelongso, geprek mewek, sego tempong kota, chicken karma, pokpok dan varian menu pedas lainnya.

Begitu juga dengan menu bebek, tersedia bebek goreng maupun bakar. Sedangkan untuk menu ikan disuguhkan dengan sayuran cah kangkung.

Kebetulan dalan acara ‘Ngibar’ ngicip bareng DKK kemaren lalu itu kami menyantap beberapa pilihan menu ayam, yaitu; ayam pokpok, chicken karma, sego tempong kota, geprek mewek dan ayam nelongso.

Dari beberapa menu ayam tersebut, saya pribadi paling ngiler dengan ayam pokpok. Yaitu ayam goreng tepung yang dibalut bumbu merah pedas yang tebal.

chicken pokpok di ayam goreng nelongso


Kata "pokpok" sendiri, kalau menurut asumsi saya merupakan sebutan untuk ‘balutan tebal’ dalam bahasa jawa khususnya daerah Malang, surabaya dan Pasuruan.

Karena kebetulan saya besar di Pasuruan, jadi lumayan akrab dengan kata “pokpok”.
Istilah pokpok ini adalah kegiatan melumuri sesuatu dengan berlebihan sambil ditekan-tekan atau sesuatu yang mengadegankan berlebihan.
Yah pokoknya begitu lah.

Rasa bumbu dari ayam pokpok ini menurut saya paling pas dengan lidah saya. Manis dan gurihnya balance meskipun rasa pedasnya tetap paling ter-highlight.

Sedangkan Chicken Karma merupakan Rice Bowl dengan topping ayam goreng tepung yang renyah berbalut saus lada hitam pedas manis.

chicken karma ayam goreng nelongso


Owh pantes, awalnya aku kira ini apaan sih bumbunya item banget. Ehhe~

Untuk ayam geprek mewek tidak jauh berbeda dengan ayam geprek pada umumnya, yaitu ayam goreng tepung dengan sambal bawang putih diatasnya.

ayam mewek ayam goreng nelongso


Bagaimana dengan yang nggak suka pedas?

Bagi yang kurang suka dengan menu pedas, sambalnya bisa dihidangkan secara terpisah. Jangan lupa memberi tahu kasir jika ingin sambal terpisah ya.

ayam pedas harga merakyat



Sepaket ayam plus nasi seharga 5000 rupiah, benarkah?

Di depan outlet warung ini memang bertuliskan: ayam goreng nelongso + nasi dibanderol dengan harga 5000 rupiah, namun untuk pembelian dengan harga ini hanya berlaku di jam tertentu dan selama promo tersedia.

*Untuk keterangan lebih lanjut silahkan bertanya langsung ke bagian kasir di outlet terdekat ya dear.


Harga Menu Ayam Goreng Nelongso

Untuk varian ayam dibanderol mulai harga 5K *S&K berlaku, sedangkan harga rata-rata berkisar di 10-20 ribuan.

Bebek dibanderol harga kisaran 30k, menu ikan 20k, snack krispi dan sayuran dibanderok sekitar 10k.

Oiya, betewe sistem pembelian disini mirip di restoran cepat saji ya, datang ke kasir dulu, pilih menu dan bayar, lalu makanan akan diantar oleh mas-mas dan mbak-mbak waitersnya ke meja kita.




Lokasi Outlet Bali

- Outlet Panjer
Jl. Tukad Barito 16x Panjer, Denpasar

Jam Buka: 10 am - 2 am (dini hari)


- Outlet Kuta
Jl. Dewi Sri 18D Legian-Kuta, Badung

Jam Buka: 9 am - 5 pm


Suasana Warung Nelongso Panjer

Karena kebetulan saya baru hanya mampir di outlet Panjer, jadi saya ceritain yang di Outlet ini aja ya dear.

Tempatnya cukup nyaman dan cozy banget. Memiliki 2 lantai dengan ruangan ber-AC untuk No Smoking Area dan juga outdoor.
Untuk lantai 2 terbagi menjadi dua ruangan, Smoking Area dan No Smoking area yang juga sangat cocok sebagai tempat ngumpul makan bareng dan gathering bareng genk atau komunitas.

ngicip bareng dkk bali
Lokasi lantai 2 smoking area



Saat kita baru datang, biasanya akan disambut dengan yel-yel khusus semacam ucapan selamat datang.
Saya lupa sih kata-katanya, soalnya pas dateng sibuk nyariin the genk.

Tapi kemaren temen DKK, Bli Manik sempet mengabadikannya lho. Simak video singkat berikut.





Oke dear, sekian dulu review kali ini semoga tehsera semakin rajin ngisi blog yes, uhhuy.









0 Comments