Nggak Bisa Tidur di Hotel Aryaduta Jakarta, Ternyata Begini Rasanya Hotel Bintang Lima

#Nginepnya Kapan Nulisnya Kapan!

Hallow semuanya, pernah nggak baca note menggelitik diatas? Aku pernah baca di beberapa postingan temen yang ngasih note atau hashtag tersebut, dan itu membuatku cukup tergelitik, sekaligus nyadar. Kita sama kakak!

Baiq.

Oiya, ngomongin soal Hotel Aryaduta, yang juga termasuk hotel "tua", bener nggak sih ada aura kasih misterius saat malam hari? 
hmmm, penasaran? baca sampai habis, yak.

review aryaduta jakarta

Hotel Aryaduta Jakarta

Jadi bulan Januari lalu tuh aku dapet rejeki berkesempatan menghadiri rangkaian acara BI Netifest sebagai puncak kegiatan FesKaBI atau Festival Edukasi Bank Indoneisa yang diadakan selama tahun 2019 lalu.

Di acara Netifest ini, seluruh peserta yang terpilih diinapkan di sebuah hotel berbintang di daerah Jakarta Pusat, tepatnya Hotel Aryaduta yang terletak di kawasan Gambir Jakarta Pusat. Dan aku, alhamdulillah menjadi salah satu yang menerima fasilitas menginap tersebut.


Sejarah Hotel Aryaduta Jakarta

Menurut literatur yang pernah aku baca, Hotel Aryaduta merupakan salah satu hotel bertaraf bintang lima tertua di Indonesia yang  memiliki sejarah penjang. Dibangun sejak tahun 1971 dan resmi dibuka pada tahun 1974, Hotel Aryaduta telah berganti nama sebanyak empat kali.

Pertama kali resmi dibuka, hotel ini bernama The Ambassador. Dua tahun kemudian berganti nama menjadi Hyatt Aryaduta Hotel Jakarta setelah ditandatanganinya kerjasama management hotel dengan Hyatt International.
Nggak berhenti disini, pada tahun 1991 hotel ini kembali berganti nama menjadi The Aryaduta Jakarta setelah pada tahun 1990 ditetapkan sebagai hotel bintang lima dengan tingkat diamond.

Atas dedikasinya dalam melayani tamu selama bertahun-tahun, pada tahun 1995 The Aryaduta Jakarta berhasil meraih penghargaan "Adikarya Wisata Award 1994" (tapi yang ini nggak pake drama dicabut kembali ya, ehh).
Dari sini pula, The Aryaduta Jakarta kembali berganti nama menjadi Hotel Aryaduta Jakarta hingga kini.

Soal pelayanan memang nggak bisa dipungkiri, makanan yang dihidangkannya juga juara. Tapi, urusan perabotan kamar, terbilang sedikit "usang" alias kuno. hehe.
Nggak sih kuno yang kuno banget, kasurnya tetep empuk kok. Hanya saja, urusan pengaturan seperti lampu tidur dan AC, masih menggunakan port khusus yang cukup unik.

port pengaturan AC dan lampu, yang modelnya kek ampli itu lho gaes


Fasilitas dan Layanan Hotel

Sebagai hotel bintang lima, Aryaduta Jakarta tentu saja memberikan banyak fasilitas hotel untuk tamu inap. Seperti fitness, pool, hingga lobby. Sayangnya, semua fasilitas tersebut tak sempat aku cicipi karena saking padatnya acara. Bahkan, sekedar duduk di lobby pun bisa dihitung menit, saat baru tiba dan saat menunggu mobil jemputan ke bandara saat pulang.

Nah, urusan lift nih, ternyata aku baru tahu kalau di hotel Aryaduta atau mungkin di hotel bintang lima tuh kita cuma bisa akses lift ke lantai kamar kita saja. Karena untuk bisa akses ke setiap level, kita membutuhkan kartu akses kamar di lantai tersebut.
Jadi kalau kamarmu di lantai 8, mustahil bisa landing di lantai 4 untuk nyamperin kamar gebetan teman di lantai 4.

Solusinya, kalian harus janjian dulu di lobby atau depan lift lobby baru barengan ke kamar yang mau dituju, atau, kamu bawa deh tuh kartu akses kamar temenmu.
Dan atas keadaan ini, menyebabkan aku nggak kebagian pempek ASLI Palembang yang dibawain salah satu temen pas itu, yang kebetulan lokasi kamarnya di lantai berbeda denganku. Padahal aku udah nunggu di depan lift lamaaaaa beud, ehh nggak ada yang ngejemput, ya sudah, sampai pempek habis juga aku masih mangkrak di depan lift. *curhat!

Etapi kalau menuju lobby dan lantai untuk publik (non-kamar), semua tamu bisa akses tanpa menggunakan kartu akses ya.

kegiatan hari 1 BI Netifest diadakan di ballroom


Sedangkan fasilitas lain yang disediakan hotel adalah ballroom untuk wedding dan event seperti seminar. Kemarin pas kegiatan hari pertama Netifest juga menggunakan ballroom ini, makanannya beuhhhh, nggak abis-abis! tiap dua jam nongol makanan. sedep lah pokoknya soal makanan mah, terjamin.
Asli, rasa sultan.


Kamar

Sebagai peserta, kamar yang diberikan tentunya bukan yang kelas suite ya *yaiya lah, siape elu!
Meski kamar yang paling standar (antara superior dan deluxe), tapi standarnya tetep standar bintang lima lah ya, yang pasti lebih bagus dari kamar kontrakan aike. wkwkw.


Ukuran

Ukuran kamarnya 27 m square untuk superior, dan 36 m square untuk deluxe room. Sedangkan untuk kelas suite, kamar berukuran 46 m square, dan ukuran yang paling jumbo yakni kelas bisnis seluas 87 m square.

Bed yang tersedia untuk kelas superior ada dua jenis, single bed dan double bed. Kebetulan aku dapetnya yang single bed, karena memang disiapkan untuk 2 peserta, meskipun endingnya aku tidur sendiri karena peserta pasanganku ternyata nggak hadir.
Ettapi, ada salah satu dua temenku yang dapet kamar deluxe lho, ukuran bed-nya king size dengan luas kamar 36 m square, jadi lebih lapang.

Iyes, guwe tidur sendiri, gaiz!
Nah ini aku juga pengen cerita sedikit ya.

view dari kamarku

Cerita horor 

Jadi pas baru dateng dan registrasi bla bla bla, kan aku sudah dapet kartu akses kamar nih. Dan ternyata, si kartu dong nggak bisa dipakai, lampunya nggak nyala, nggak bunyi "tits". Sampai parno aku, ini aku yang bego nggak ngerti cara pakainya, apa gimana sih. Sedangkan beberapa temen yang barengan sudah masuk di kamar masing-masing.

Oke, aku turun ke resepsionis dan minta aktifin si kartu, dan kartu pun sudah bisa dipakai, udah bisa bunyiin "tits", dan pintu terbuka.
Pas masuk kamar, hawa-hawa aneh sih nggak kerasa, ya masih sedikit aneh sih karena kan emang baru dateng. Itu wajar. Tapi overall is OK, aku masih nyaman saja.

Nah pas malemnya, sekitar jam 12 malem - soalnya pas itu hangout bareng peserta lain dan baru pulang larut malem. Mendadak kerasa agak horor aja, nggak bisa tidur, kek ngerasa terintimidasi gitu, tapi nggak tau apa.
Padahal ini kepala udah berat banget, badan juga capek pol.

Setelah nyilimurin mata buat nonton tivi sambil berkomat-kamit baca mantera doa-doa sebelum tidur, doa sebelum makan, doa minta hujan, doa minta jodoh, doa-doa apa aja dah, tapi maaf, namamu tak kusebut dalam doa ku kali ini! Baru deh bisa tertidur pulas.
Tapi ini hanya berlaku di malam pertama saja kok, malam-malam berikutnya aku udah nyaman boboknya. Atau mungkin karena udah saking lelahnya nunggu kamu!

Etapi, ada cerita horor lain lho dari temenku.
Jadi pas hari pertama kegiatan, atau malam kedua kami menginap. Seluruh peserta kan dikasih tugas yang detlennya tuh besok paginya. Sedangkan sehabis maghrib, kami semua harus mengikuti dinner dan malam keakraban hingga lumayan malam. Demi menyelesaikan tugas negara kelompok ini, hampir semua peserta melek sampai larut banget.

Nah, temenku yang kebetulan letak kamarnya di paling ujung sonoh, yang aku bilang kamarnya gede tadi, lho. Kan harus ngelewatin koridor yang panjang banget tuh, ehh pas dia sampai di tengah-tengah lorong yang sepi dan remang-remang itu dong, tau-tau lukisan yang nempel di samping kanan-kiri jatuh. Eaaa.

Jalan sendirian, di lorong panjang yang remang-remang, trus tiba-tiba lukisan jatuh, hwawww banget kan rasanya. Ditambah lagi, malam itu pas malam jumat gaiz! serius.
Tapi yaudah sih, gitu aja. Bukan yang horor parah.



Kamar Mandi

Seperti pada umumnya kamar mandi hotel, tipenya dry-bathroom. Letaknya sebelah pintu masuk kamar, dan begitu pintu kamar mandi dibuka langsung ngadep sama toilet.
Di kamarku kebetulan kamar mandi basahnya menggunakan bathtub pakai tirai, jadi bukan yang pakai kaca ya. Ribetnya sih, pas bagian bawah tirai keluar dari bathtub, airnya langsung turun ke lantai, banjir lah jadinya kamar mandi.




Masih di area bathtub, keran panas dingin yang dipakai masih yang tipe lama, itu loh, yang musti diangkat "pakunya", wkwkwk. Ini aku ngalamin keran model gini nih 3x di hotel berbeda yang emang hotel lama. Sumpah, dulu aku celingukan nyalain kerannya.
Oiya, di kamar mandi tempatku ini putaran pengatur panas dingin sudah copot, jadi agak menerka-nerka kemana aku harus memutar menuju keran panas, takutnya pas aku puter mendadak panas aja airnya, kan mateng akunya.
Dan itu, aku butuh beberapa kali mandi baru dapet yang pas. Bujubune.

Sedangkan untuk area wastafel, oke dan bersih.
Toiletries yang disediakan adalah body lotion, bath gel, shampoo, conditioner dan sikat gigi yang semua dikemas apik dengan "merek" Aryaduta.
Perlengkapan lain yang disediakan adalah  hairdryer, 2 gelas kumur, handuk, dan keset, yang kesemuanya selalu diservis everyday.



Fasilitas Kamar

Fasilitas di kamar kelas superior ini umum saja, yaitu lemari baju dengan hanger, safety box, sandal yang suwer tipis beud, ketel pemanas air beserta seperangkat alat sholat kopi dan teh.

Meja tulis juga tersedia lengkap dengan alat tulis dan buku katalog, ya kali mau pesen makanan apa gitu. hehe.
TV dengan beragam channel juga tersedia, tapi aku kurang menggunakan, karena di kamar hanya untuk tidur aja, sisanya kegiatan di luar kamar pastinya.

Wifi di setiap kamar tersedia dan lumayan kenceng, sayangnya, lagi-lagi nggak sempet dipake buat donlot drakor, wkwkw.
Fasilitas umum lainnya yaitu saluran telpon internal, AC, lampu kamar, dan seluruh lantainya pakai karpeth cin. kedap!

fasilitas kamar


Oiya karena AC nya model central, yang pengaturannya cuma bisa Low, Medium, dan High, dimana untuk low ini masih dingin banget buatku, jadi AC aku matiin, hanya mengandalkan AC dari kamar mandi yang juga central tanpa pengaturan.


Menu Sarapan

Ini nih yang demen dari hotel bintang berbintang. Biasanya hotel bintang empat keatas menu sarapannya kek gini, berderet-deret kek kereta parahyangan.

Deretan roti aja ada macem-macem roti, bukan cuma roti tawar doang, bahkan roti tawarnya aja ada 3 macem. Dari yang biasa, setengah gandum, dan full gandum. Butter alias mentega juga beragam, mulai dari yang kemasan, hingga yang ada bumbunya macem-macem. Butter dengan garlic, butter ala perancis, ala italy, ala apa aja dah pokoknya. Selai juga macem-macem. Ini baru urusan roti doang.

Sebelahnya ada deretan salad, aneka grilled dari sosis ayam, sosis sapi, beef-bacon, daging ayam, dan kentang. Sebelahnya lagi menu nasi putih, menu Indonesia banget lah. Nasi putih, nasi goreng beserta seperangkat lauknya.

sarapan yang aku pilih pas hari ke-3,
baguette dengan butter ala perancis, roti tawar gandum, sosis ayam dan sapi, beef-bacoon,
serta segelas jus jambu.
SEHAT gais!


Bubur ayam ada di stand meja tersendiri, soto ayam juga, khusus makanan sehat ada varian oatmeal komplit dengan granula, waffle dan pancake tersedia, omelette, salad buah dan buah segar juga ready.
Minuman, mulai dari kopi, teh, jus buah, infused water hingga air mineral biasa lengkap tersedia.
Haduhhh, jadi laper dah nulis ini.

Asli, jadi peserta Netifest BI rasa anak sultan pokoknya.


Tonton deh video acara BI Netifest 2020 ini




Rate

Berdasarkan rate di situs resmi Hotel Aryaduta (aryaduta.com), harga kamar paling murah (superior) starting from 750 ribuan per malam untuk harga kamar saja tanpa sarapan. Sedangkan untuk bed & breakfast ada selisih harga sekitar 100 ribu rupiah, menjadi 850 ribuan per malam.
Namun jika menjadi member Hotel Aryaduta, kita bisa mendapatkan potongan harga hingga 100 ribu.

price rate: $$$$


Lokasi

Lokasi Hotel Aryaduta Jakarta:

Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.44-48, RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Berikut beberapa kota yang memiliki Aryaduta Hotel dari Lippo Group ini.

- Jabodetabek:
  • Aryaduta Hotel (gambir)
  • Aryaduta Suites Semanggi
  • Lippo Village 

Aryaduta Bali - Aryaduta Bandung - Aryaduta Makassar - Aryaduta Manado - Aryaduta Medan - Aryaduta Palembang - Aryaduta Pekanbaru


Baiklah, sekian dulu ya cerita kamar hotel kali ini, semoga segera bisa cerita tentang staycation hotel lagi.
Happy vacation, happy staycation. see you!


Galery:

ambiente ristorante, lantai 2


Bar, lantai 2


pose bareng genk Kamfang sebelum perpisahan





Anyyeong,






Post a Comment

6 Comments

  1. Wah dikirain kenapa pula. Hehehe
    Asik ya bisa menikmati hotel bintang 5 dengan harga yang terjangkau.

    Salam #OptimasiTwitter

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, ehh uda. Tapi bagiku segitu gak terjangkau buatku, haha

      Delete
  2. Kampus lama saya tepat di seberang hotel ini mba.
    Dulu saat kuliah selalu ngeliatin hotel sambil mikir kapan bisa nginap di sini.

    Selalu penasaran gmn isi dalamnya. Alhamdulillah lewat mb Sera saya bisa liat kemewahannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman dulu ya, tapi sekarang uda nginep di banyak hotel mevvah kan?
      Btw ini baru yg kamar kelas paling murah, kl yg kelas sultan sepertinya emang mevvah beneran hehe

      Delete
    2. lom pernah juga yg kelas sultan :)
      Pernah ada acara di JW Mariot n Mandarin Hotel, tapi kamarnya yang standar aja hehehe

      Delete
    3. Hehehe,, beruntungnya, jadi banyak cerita buat ditulis.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....