Hikmah Positif di Balik Pandemi Covid-19

pandemi covid 19

Hikmah Positif di Balik Pandemi Virus Corona Covid-19


Pandai masak, gara-gara covid.
Pandai edit video gara-gara covid.
Rajin berkebun, gara-gara covid.

Ngomongin soal pandemi Corona Covid-19 memang seolah tak ada habisnya. Setiap detik terus saja ada update berita mengenai ini. Baik berita baik, berita buruk, berita benar, maupun berita hoax.
Yang namanya wabah, pastinya sebuah momok yang siap menyerang siapa saja, kapan saja, dimana saja. Terlebih, virus yang berasal dari Wuhan-China ini kabarnya bermutasi sangat cepat dalam setiap pergerakannya melintasi negara-negara di seluruh dunia. Di setiap perpindahan inang, virus ini dikabarkan selalu mengalami perubahan struktur untuk memperkuat dirinya. hmm, serem nggak sih kalau baca-baca berita semacam ini?

Aku pribadi, jujur sangat membatasi berita tentang covid ini.
kenapa?
Karena semakin kita terpapar dengan banyak berita, semakin kita terdoktrin, yang ditakutkannya justru melemahkan pemikiran positif kita. Dampaknya, imun kita justru yang menjadi taruhan.

Bukan berarti aku nggak mengikuti berita, ya. Tetap sesekali aku membaca, mendengar atau menonton berita tentang wabah ini. Tentunya dari sumber yang aku yakini kebenarannya. Ini penting!
Karena kenyataannya masih banyak sekali hoax yang berseliweran meski di tengah pandemi seperti ini.


Dampak Pandemi Covid-19

Kita semua tahu bagaimana wabah corona ini mampu menjungkir balik hampir seluruh belahan dunia.
Dampak ekonomi itu sudah jelas. Bahkan sejak virus ini belum masuk ke Indonesia pun, lemahnya lini ekonomi sudah mulai terasa.
Mulai dari berkurangnya wisatawan mancanegara, yang tentu saja tak hanya berdampak pada devisa. Lebih dari itu, para UMKM yang selama ini menyandarkan usahanya pada tamu-tamu wisman pun sangat terdampak. 

Apalagi setelah adanya pembatasan sosial, atau istilahnya social and physical distancing. Banyak pedagang ritel yang harus menutup usahanya. Imbasnya tentu saja banyak karyawan yang di rumahkan. Para pengusaha kecil maupun besar di sektor wisata, apalagi. 
Pedagang kecil seperti paksu, juga tak kalah meringis. Kami harus menerima kenyataan kalau pendapatan kami menurun hingga 90%. Parah, iya.
Tapi, tak lantas harus membuat kita terpuruk, bukan?


pandemi

Hikmah Positif yang Bisa Kita Ambil

Yang harus kita yakini adalah, akan selalu ada hikmah di balik sebuah kejadian.
Begitupun dengan pandemi ini.
Daripada kita terpuruk dan selalu mengeluh bosan karena harus di rumah saja selama adanya pembatasan sosial ini. Lebih baik kalau kita berpikir positif dan mengambil hikmahnya, serta tetap terus berkarya.

Berikut beberapa hal baik yang dialami teman-teman yang aku baca dari curhatan mereka di media sosial.

Pandai Memasak

Iyes! 
Banyak mamak-mamak mengaku menjadi lebih rajin memasak, atau bahkan jadi bisa memasak setelah adanya penerapan pembatasan sosial atau yang lebih kita kenal dengan WFH - work from home alias #dirumahsaja ini.

Para ibu-ibu yang berkarir, yang biasanya jarang masak, atau nggak pernah masak sama sekali. Menjadi keranjingan belajar masak. Bahkan para suami juga.

Menjadi Penjahit Masker Dadakan

Aku salah satunya.
Setelah penggunaan masker kain menjadi sebuah keharusan. Aku langsung mengeluarkan mesin jahit mini portable yang kubeli beberapa waktu silam. Memotong beberapa sarung bantal/guling yang jarang terpakai dan ku sulap menjadi masker kain dengan mengikuti tutorial di youtube.

Tentu saja ini hanya dipakai untuk sendiri, ya. Khususnya paksu yang memang harus tetap keluar rumah untuk mengais rezeki. Kan kalau beli banyak lumayan tuh harganya. Sedangkan pemakaian maksimal cuma 6 jam sudah harus ganti dan dicuci.

Menjadi Guru

Sejak anak-anak sekolah juga harus belajar dari rumah. Banyak para mamak dan papak yang auto jadi bapak dan ibu guru. Lebih banyak waktu mendampingi anak-anak belajar, serta mengenal karakter anak lebih dalam lagi. Bahkan, beberapa jadi pandai edit video lantaran tugas dari sekolah harus berbentuk rekaman video.


Banyak yang Menyadari Dirinya Mampu Menjadi Pengusaha/Pedagang Online

Banyak dari kita yang selama ini merasa tak mampu atau tak piawai dalam menjalankan usaha bisnis online. Nyatanya, banyak lho dari mereka ini yang sekarang jadi getol jualan online. 
Mulai dari masker, hand sanitizer, lemon, jus buah, dan beragam makanan yang kesemuanya berawal dari "terpaksa" karena penurunan penghasilan. 

Begitulah the power of kepepet bekerja.


Lebih Kreatif

Tak hanya kreatif urusan dapur atau menjadi penjahit masker. Alih-alih mengusir kebosanan, ada saja hal-hal unik yang dilakukan. Seperti yang baru-baru ini viral. Video Pass Challenge. Itu tuh, yang lempar-lempar cantik. hehe.
Berawal dari brush makup, kemudian tissu, pass masakan, dan banyak lagi.
Kebetulan aku dan temen-temen blogger emak-emak di Bali juga sempet bikin video challenge ini.

Usir kebosanan sekaligus tetap produktif dengan sharing konten positif, bukan?


Menghirup Udara yang Lebih Sehat

Satu lagi yang harus kita syukuri. Jika sebelumnya kita selalu dijejali dengan berbagai polusi mulai dari asap knalpot, serta asap-asap pembakaran pabrik. Saat ini, kita disuguhi dengan kualitas udara yang jauh lebih baik. 
Sepele, tapi ini manfaatnya luar biasa.


Namun, pelajaran nyata yang dapat kita ambil adalah:
  1. Gunakan waktu sebaik mungkin, karena kita tak pernah tahu kapan waktu akan berhenti untuk kita
  2. Kesehatan itu tak ternilai harganya
  3. Memiliki Tabungan darurat itu PENTING!
  4. Kita juga lebih bisa belajar berhemat, memilah kebutuhan yang lebih urgent daripada sekedar "kepengen"



ramadhan di tengah corona

Memaknai Ramadhan di Tengah Pandemi

Tahun ini merupakan tahun penuh cerita. Kita juga berkesempatan menjalani bulan "Ramadhan Bersejarah", Ramadhan di tengah pandemi.

Jika pada bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya bisa menjadi ajang pamer mukena baru atau mukena wangi saat taraweh. atau pamer model baju baru, atau riasan ter up to date saat bukber dan reuni. Tahun ini semua itu tidak ada.

Tahun ini, Pemilik semesta sedang mengirim sinyal pada kita, bagaimana mengambil makna Ramadhan yang sesungguhnya.
Kita diingatkan untuk benar-benar beribadah karena-Nya. Untuk semata-mata mencari Ridho Nya, tanpa embel-embel "pamer" berselimut ibadah, seperti taraweh tadi.

Hikmah Taraweh di Rumah

Awalnya banyak yang mengeluh karena ditutupnya rumah-rumah ibadah, salah satunya masjid. Karenanya kita tak lagi bisa menjalankan ibadah sholat Taraweh bersama. Tapi balik lagi. Aku justru bisa mengikuti sholat Taraweh di Ramadhan tahun ini, karena kami bisa sholat Taraweh berjamaah di rumah.

Tahun-tahun sebelumnya, aku hampir tak pernah mengikuti sholat Taraweh. Dulu karena masih kerja. Setelah resign, karena hamil, lanjut menyusui dan harus "momong" bayi. Ribet lah kalau ke masjid bawa bayik, yekan? *alasan!
Apalagi kami tinggal di Bali, Masjidnya lumayan jauh dari rumah kami.

Tahun ini, alhamdulillah aku bisa turut menikmati syahdunya sholat Taraweh.
"Maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan?" 


Menghafal Lebih Banyak Surah Pendek

Untuk para bapak, atau anak sulung yang sudah baligh dan bertugas menjadi imam taraweh. Mau tidak mau harus hafal lebih banyak surah pendek lagi. Yang biasanya sholat cuma baca kul-kul aja, kini harus lebih variatif karena sholat Taraweh rokaatnya lebih banyak. Ditambah isya' juga, kan.


Hafal Seruan Bilal Taraweh

Tak kalah dari bapak sebagai imam, anak laki juga harus hafalan seruan Bilal taraweh. Tugas ini diemban anak sulungku. Awalnya harus membaca, karena belum hafal. Alhamdulillah sekarang sudah hafal meskipun hanya sampai 4 saja, karena kami memilih sholat dengan 8 rakaat. hehe. 


Lebih Fokus Menjelang Waktu Berbuka

Aku pernah membaca, waktu sore hari menjelang berbuka adalah waktu istimewa dimana sangat mustajab untuk sebuah doa. Biasanya kita sering mengabaikan waktu-waktu ini karena disibukkan dengan kegiatan ngabuburit. Berkeliaran di jalanan demi mencari es cendol buat takjil.

Ramadhan tahun ini, tentunya kita tak lagi seperti demikian.


Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah yang mungkin masih belum kita sadari.

Lalu kenapa kita harus "ngeyel" karena merasa tahun ini berbeda. Merasa gerak kita dibatasi. Mencuri-curi untuk keluar rumah hanya untuk keperluan yang tidak penting. Ngeyel mudik dengan menghalalkan segala cara. 
Demi apa coba?

STOP ngeyel! dan jalani dengan lapang dada. Semua pembatasan ini untuk kebaikan kita bersama, kok. Jangan hanya karena tidak suka dengan orangnya, dengan pemerintahan yang bukan pilihan kita, lantas membahayakan orang-orang di sekitar kita.

Masih banyak lho kegiatan baik yang bisa kita lakukan daripada sekedar nyinyir.
Harapannya, semoga pandemi ini segera berakhir. Krisis ini segera berlalu. Dan kita hadir menjadi pribadi yang lebih baik.
Seperti kepompong yang ketika waktunya tiba akan keluar menjadi kupu-kupu yang cantik.

Stay positif thinking, stay health and happy always.

Kalau teman-teman, menjadi lebih gimana nih selama pandemi ini? yuk cerita hikmah yang kalian temui di kolom komentar!



annyeong,

Posting Komentar

5 Komentar

  1. Bener bgt sih mbak. Dampak positifnya dr pandemi ini bikin makin produktif dan kreatif.. Meskipun byk juga dampak negatifnya tp bagaimana pun biar kita tetap waras kudu selalu berpikir positif yaa

    BalasHapus
  2. Setuju sekali. Memang kita harus bisa bersyukur dan melihat dengan sisi yang lain. Saya sendiri sampai buat postingan khusus tentang apa yang bisa dilakukan selama era pandemik. Pengalaman Mbak Sera dan ulasannya menarik sekali. Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, banyak banget lho hal positif yg sebenernya bisa kita lakukan, daripada ngabisin wktu dan tenaga buat ngeyel, yakan? hehe

      Hapus
  3. Setuju kak, tahun ini bener-bener di rumah terus, sama sekali ga ketemu temen-temen. Lebaran juga seumur hidup dari kecil selalu mudik ke rumah nenek, tahun ini engga. Sampe bingung besok lebaran mau ngapain :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, ambil hikmahnya aja yuk, pasti nemu pengalaman baru.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....