SO-CIAL ME-DI-A
Noun


"a term to describe the current state of the internet and reh place where the consumer attention is"



***




BPN #5 | Tentang Social Media


FAKTA 1: Bahwa Social Media itu Bermanfaat


Tak bisa kita pungkiri, kehadiran Social Media mampu mempertemukan teman-teman semasa sekolah dulu yang mungkin kini keberadaannya tak kita ketahui. Terutama untuk yang seangkatan saya sampai keatas, ya. 

Yakan jaman kita belum ada henpon pintar. Telponan aja kudu antri di warnet, yekan?

Namun, berkat Social Media seperti Facebook, Instagram, Twitter dan seterusnya ini telah mampu menyambung tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus sekian tahun lamanya. 
Lama nggak pernah tau kabar, eh ternyata sama-sama merantau di kota yang sama. Seneng pastinya ya berasa punya sodara di perantauan.

Benefit lainnya yang tak kalah menguntungkan adalah sebagai media untuk promosi.

Seperti saya misalnya.

Saya, yang awalnya hanya iseng memposting kue hasil uji coba alias praktek, tetiba mendapat orderan berawal dari social media juga. Padahal saya belum punya toko kue, bahkan tetangga sekomplek saya pun sebagian besar tidak tahu kalau saya suka bikin kue saat itu.

Terbukti kan kehadiran Media Social seperti Instagram dan Facebook inilah yang membantu kita memperkenalkan usaha atau mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahkan tinggalnya jauh dari tempat kita dan tidak pernah mengenal kita sebelumnya.


Pasti banyak yang punya cerita seperti saya ini, kan?


Selain dua hal diatas, tentunya masih banyak lagi ya keuntungan menggunakan Social media ini. Antara lain, kita bisa mengikuti dan berteman atau tergabung dalam komunitas yang memiliki hobi atau kesukaan yang sama.

Contohnya bergabung dalam grup Komunitas Blogger dan mengikuti tips-tips Blogging dari admin Grup tersebut. Atau juga komunitas lain seperti sesama pecinta seni merajut, seni merangkai, fotografi, memasak dan sebagainya.



FAKTA 2: Bahwa Social media Juga Pembawa Petaka


Alih-alih sebagai media berbagi segudang informasi, Social Media juga memiliki sisi-sisi negatif yang patut kita waspadai ya genks.

Tahu kan kalau sering juga ada pemberitaan-pemberitaan tentang penipuan, pencabulan bahkan berakhir dengan pembunuhan berawal dari penggunaan Social media. 
Saking jamaknya manfaat social media ini, tak ayal pula akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, belakangan juga santer terjadi curhatan berjamaah tentang pasangannya yang berselingkuh akibat “over euphoria” pada acara reuni pasca tertautnya akun social media dengan teman sekolah dulu.

Tak cukup itu, karena saking seringnya posting foto dan umbar cerita kemesraan dengan pasangannya, membuat banyak yang iri dan justru jatuh cinta dengan pasangannya tersebut.
Nah, lho!

Jadi, harap selalu waspada ya buat pengguna Sosial Media. Self reminder juga buat saya sih.

cakmol.top


FAKTA 3: Bahwa Social media Sebagai Lahan Menebar Fitnah


Ini nih yang akhir-akhir ini bikin kita sering geleng-geleng kepala. Saking banyaknya informasi yang mudah tersebar, dan saking banyaknya juga pengguna yang mudah sekali latah menyebarkan informasi, yang bahkan sebelum tahu kebenarannya.

Menjadi hal yang justru menguntungkan bagi pihak-pihak anonim tak bertanggung jawab, yang entah apa tujuannya, beromba-lomba mentransfer semua informasi fiktif yang disebut HOAX.

Hoax ini sebenernya sudah sejak lama hadir di tengah-tengah social media. Namun baru sangat terasa meresahkannya akhir-akhir ini.

Sebelum-sebelumnya, berita HOAX ini lebih banyak digunakan oleh makelar penjual akun dengan mengumpulkan “Like Page” sebanyak-banyaknya. Juga makelar “Link” untuk meningkatkan traffic sebuah “Situs” yang masih anonim.

Namun makin kesini, penyebaran-penyebaran HOAX ini meluas hingga ke fitnah politik dan percobaan memecah belah kesatuan bangsa kita tercinta ini dengan menggonjang-ganjing dan mengadu domba ranah agama.

Weleh, makin serem banget bukan?




FAKTA 4: Bahwa Social media adalah dimulainya Kenyinyiran Massal

Dan kumpulan dari semuanya adalah dimulainya seluruh kenyinyiran massal di negri ini.

Ada artis cerai, nyinyir. Ada artis nikah, nyinyir. Ada artis viral, nyinyir. Artis nggak laku, nyinyir juga. 
Belum lagi soal politik.
Harga cabe mahal salah presiden, harga Pertamax mahal dan nggak bisa ngisi Fortunernya dengan Pertamax salah presiden, sampai presiden pakai kaos oblong juga salah.

Saya sih tidak sibuk soal capres-capresan, cuman risih aja. Sebentar-sebentar nyalahin capres A, sebentar-sebentar njelekin capres B. Sebentar-sebentar ada yang posting capres ini begini capres itu begitu, trus komennya panjangggggg kayak catatan dosa.

Belum lagi soal apa yang jadi viral.
Bahkan artis K-Pop nyumbang nyanyi di acara penutupan Sea Games jadi masalah.

Duhh ileh, mau mereka artis wajah plastik mau tembaga, mereka itu terkenal dengan prestasinya. Kenapa kita sibuk memperkenalkan diri dengan kenyinyiran sih, haloooww!



MARI BIJAKSANA BERSOSIAL MEDIA


Sebagai manusia yang berakal dan berilmu. Tentunya kita harus pandai menyikapi hal-hal yang ada di sekeliling kita, ya. Termasuk bersosial di dunia maya.

Apakah menggunakan Social media itu salah?


Menurut saya pribadi sih enggak, ya. 
Saya juga menggunakannya sampai saat ini.
Tapi, mari kita gunakan social media kita untuk berbagi hal-hal yang bermanfaat saja.


***


#Bagikan Hanya Hal Positif

Berbagi itu tidak harus berupa uang, hadiah benda atau makanan dan sebagainya. Berbagi informasi ringan seperti misalnya berbagi Resep atau Ide Menu masakan sehari-hari itu juga termasuk hal positif, lho.

Meskipun ya, tidak mungkin semua yang membaca postingan Resepmu bakalan suka dan berterima kasih. Karena bakalan ada yang bilang pamer doang, atau mending kirim masakannya daripada fotonya, atau juga ada yang justru malas membacanya karena si beliaunya ini memang tidak hobi masak. 

Itu wajar!

Karena kita tidak mungkin menyenangkan semua kenyinyiran di negri ini. yekan?


"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, InsyaAllah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"- Sera Wicaksono -



#Hindari Pamer Seminimal Mungkin

Disadari ataupun tidak, dengan alih-alih berbagi informasi, kadang kita juga tidak sengaja menjadi agak Pamer, lho. Meskipun dengan lantang kita menyebut bahwa kita tidak pamer.

Pamer di social media, bukan hanya tentang harta saja ya. Pamer mengumbar kemesraan dengan pasangan itu juga berbahaya, lho. Nggak mau kan pasanganmu dicuri orang?

Ingat! Hubungan pasangan yang sehat dan bahagia adalah yang tidak hyper mengumbar-ngumbar kemesraan, ya.

Boleh posting membanggakan pasangan, atau menunjukkan bahwa kalian adalah pasangan yang bahagia, sesekali saja. 
Agar orang yang berniat mengajak anda selingkuh mundur teratur.

Tapi jika setiap saat postingan selalu seperti itu, bisa jadi justru teman anda sendiri yang nantinya akan kepincut dengan pasangan anda. Nah ya, bisa jadi PELAKOR itu ada karena kelalaian kita sendiri, CATAT!


sumberdpbbm


Atau mau pamer ibadah?

Alih-alih biar dibilang ahli puasa, ahli sholat malam, malah bisa jadi pahalanya yang berkurang. Nggak mau khan?




 #Jaga Privasi

Ingat!

Social media itu bukan buku diary online, ya. 
Jadi hindari curhat di social media, Facebook misalnya. Karena itu sama dengan membuka aib kita sendiri dengan membiarkan seluruh jagat membaca kekurangan kita. Apalagi yang urusannya sama hati, soal pasangan, pertengkaran dengan saudara atau tetangga.

Termasuk menjaga privasi orang lain.

Pernah saya melihat postingan seorang teman.
Alih-alih mempromosikan bahwa event yang beliau handle ini banyak yang berminat, beliau memposting daftar nama yang sudah mendaftar lengkap dengan nomor rekening si pendaftar.

Di era digital seperti sekarang ini, hal-hal seperti itu sangat berbahaya ya temans. 
Jadi harap berhati-hati! 
Termasuk bagi penggiat online shop, jangan sampai maksud hati mempromosikan bahwa kita penjual yang jujur dengan memposting testimoni transferan, malah mengumbar nomor rekening customer tanpa sensor.


#Batasi Pertemanan atau Batasi Postingan

Membatasi pertemanan bukan berarti sombong, ya.

Untuk media yang bisa membatasi pertemanan, sebaiknya dibatasi saja. Maksudnya, hindari menerima permintaan pertemanan dari orang atau akun yang tidak kita kenal atau tidak jelas. 
Ini peluang yang kadang sering disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab.

Karena hal ini berpotensi dekat dengan hal-hal semisal penipuan.

Untuk media yang tidak bisa atau tidak ingin kita batasi viewers nya, maka batasi postingannya. 



#Stop Latah Share HOAX!

HOAX adalah berita atau informasi fiktif yang tidak memiliki landasan kebenaran. Jadi kalau disebut sebagai Fitnah juga nggak salah, kan.

Nah, kalau fitnah-fitnah itu menyebar dan meluas melalui jari-jemari kita, bukankah kita juga sebagai tukang fitnah?

Jangan sampai ya kita ikutan bergotong royong dalam rangka menyebarkan Fitnah. Bukankan Fitnah itu lebih kejam daripada Pembunuhan?

PLISSS ya!

Rezeki itu datangnya dari DOA dan USAHA kita, bukan like, ketik "amin" dan share postingan HOAX!



D-Kadoor


#STOP Nyinyir!

Hindari bahasan yang menyinggung orang atau pihak-pihak tertentu, terutama dengan bahasa yang kasar dan tidak sopan.

Selain kenyinyiran itu justru menunjukkan rendahnya level ke-intelek-an seseorang, tentunya hal itu akan memicu adanya perdebatan. Karena sebuah kenyinyiran yang menular akan menyebabkan kenyinyiran-kenyinyiran kronis yang menurunkan daya pikir rasional.

Dan satu lagi,
Kenyinyiran sekarang ada pasalnya lho! Maka berhati-hatilah dengan lisan dan tulisanmu.



Mari bijak dalam ber Social Media!
Mari tebarkan semangat positif! NO Pesimis NO Suudzon.
Jadilah manusia yang dapat menghargai orang lain, agar kita termasuk manusia yang berharga.



STOP HOAX! STOP NYINYIR!






0 Comments