Pertama Kali Naik Pesawat? Begini Tata Caranya

naik pesawat pertama kali

Takut Salah di Bandara Karena Baru Pertama Kali Naik Pesawat? Begini Tata Caranya.


Mau naik pesawat untuk pertama kalinya, tapi deg-degan karena takut bingung pas di bandara?

Kamu sudah benar memilih artikel ini kawan!
karena, kali ini aku mau berbagi pengalaman pertamaku naik pesawat dan sempat bikin malu pas di bandara kala itu. Nanti aku kasih tips-tips agar kamu terhindar dari bencana "malu" seperti yang aku alami.

Kata nenek moyangku, pengalaman adalah guru terbaik!

So, aku berharap sharing pengalaman memalukan ini bisa bermanfaat buat temen-temen yang baru pertama kali mau naik pesawat, terutama yang perginya sendirian,
dan galau karena takut bingung pas nanti di bandara.

Baca terus sampai akhir yah gaes!



Prepare Bawaan dan Cek Ulang Tiket

Sebelum kita bepergian tentunya harus mempersiapkan segala macam kebutuhan, baik itu keperluan transportasi, barang bawaan, maupun kocek.

> Tiket

Hal pertama harus disiapkan tentu saja tiket. Iyes, tiket pesawat yang harganya nggak turun-turun itu, yang bisa kalian beli baik melalui offline maupun online. Jangan lupa cek ulang data yang tertera pada tiket maupun e-ticket kalian.
Misalnya nama penumpang, bandara keberangkatan dan tujuan, waktu keberangkatan (tanggal, hari, dan jam), termasuk nama maskapai jika kalian membelinya melalui agen offline.

Perihal data ini, beberapa kenalanku sering membuat kesalahan pemilihan bandara, terutama saat booking melalui online. Bandara keberangkatan dan tujuannya sering kebalik.
Misalnya dari Denpasar tujuan ke Jakarta, ternyata yang dipesan malah Jakarta tujuan Denpasar.

Kalau sudah begini, berangkat enggak, ilang duit sudah pasti. Karena tiket hanya bisa dirubah sebelum 48 jam keberangkatan, pun pasti dengan keruwetan yang hakiki.
Jadi, pastikan tiket yang kalian pegang sudah di jalan yang BENAR.

Contoh e-ticket Batik Air, by Lion Group
Cek kode Booking (bersifat rahasia) ini diperlukan saat check-in
Perhatikan juga nama bandara (depart/arrival), dan fasilitas free bagasi
yang tersedia

*maaf contoh tiket baru bisa publish setelah aku pulang ya, karena ada kode booking yang masih kubutuhkan untuk pulang. ^o^


> Barang Bawaan

Tiket sudah oke, tentukan dengan cermat barang bawaan apa yang "butuh" dibawa, bukan "ingin" dibawa. Barang bawaan ini erat kaitannya dengan Free Baggage yang diberikan oleh maskapai atau pesawat yang akan kalian naiki nanti. Karena ada pesawat yang tidak memberikan fasilitas gratis bagasi, jadi cek kembali tiket kalian untuk memastikan apakah ada gratis bagasi atau hanya diberikan gratis bawaan kabin.

Buat yang belum paham apa perbadaan barang Bagasi dan Kabin, gini penjelasan singkatnya:

Barang yang bisa di taruh di bagasi biasanya adalah bawaan untuk berat diatas 7 kilogram. Biasanya untuk barang bawaan yang tidak untuk dipakai atau dikonsumsi saat di atas pesawat, misalnya pakaian ganti.

Sedangkan bawaan kabin adalah bawaan yang beratnya dibawah 7 kilogram dengan dimensi kira-kira tidak lebih dari 40 square, atau muat jika dimasukkan dalam kotak kabin pesawat. Biasanya bawaan kabin ini adalah barang ringan, makanan, atau barang yang akan digunakan saat diatas pesawat.

Namun terkadang, bagi penumpang yang tidak membawa bawaan banyak, biasanya mereka memilih memasukkan semua bawaannya dalam koper kecil (koper ukuran kabin) sehingga tidak perlu ribet mengurus bawaan di bagasi.

Oiya, ada beberapa aturan perihal barang-barang yang boleh dan tidak untuk dimasukkan bagasi atau kabin, atau dilarang untuk keduanya.

Hal yang tidak boleh dimasukkan dalam bagasi adalah cairan yang ukuran dan kemasannya melebihi 100 ml, dan total maksimal 1 liter.
Maksudnya gini, misalnya kita mau bawa barang-barang cair seperti shampoo, parfum, atau barang-barang makeup lainnya, diperbolehkan asal kemasannya 100 ml, dan maksimal 10 botol (1 liter).

Nah tapi, semisal kalian cuma bawa shampoo dalam botol berukuran 200 ml, meski itu cuma 1 botol biasanya tidak boleh. Bahkan jika isinya tinggal 50 ml, jika dalam kemasan 200 ml, biasanya juga tidak boleh.
Lain halnya, jika kita membawa barang cair tersebut dalam kemasan 100ml sebnyak 10 botol, itu diperbolehkan selama, botol-botol tersebut dimasukkan dalam plastik bening dan mudah dibuka (plastik klip).

Barang lain yang tidak diperbolehkan masuk dalam bagasi adalah barang yang mengandung aliran listrik (elektronik) seperti charger, laptop, ponsel, powerbank, bahkan casing ponsel yang bisa mengisi daya batre juga dilarang. Jadi harap diperhatikan, barang-barang tersebut jangan sampai masuk ke koper yang akan di taruh bagasi kalau nggak pengen kopermu dibongkar.

Terus kemana dong naruh barang-barang tersebut?

Tenang!
Barang-barang tersebut masih bisa kita bawa di dalam kabin kok, gaes. Termasuk cairan berukuran banyak seperti air minum, ini boleh kita bawa ke kabin untuk bisa kita minum selama perjalanan. Tapi tidak untuk cairan berbahaya tentunya.

Nah, meski boleh bawa apa saja di dalam kabin pesawat, tapi jenis tongkat dan benda tajam seperti gunting atau cutter dilarang masuk kabin, lho. Hal ini untuk meminimalisir resiko penyerangan di atas pesawat.
Jadi semisal nih, kalian mau bawa tongsis ke dalam pesawat terus dimarahin sama ibu-ibu petugas security check jangan salah paham ya. Meskipun tongsismu bukan termasuk dalam jenis benda berbahaya, tetapi di dalam pesawat itu termasuk dalam kategori tongkat, dan itu dilarang.

Solusinya, masukin tongsismu ke dalam koper bawaan bagasi. InsyaaAllah aman, selama tongsismu tidak mengandung aliran listrik tentunya, hehe.



Keberangkatan (Domestik)

Setelah prepare bawaan dan tiket sudah aman, saatnya kita menuju bandara.
Tapi aku hanya berbagi di bandara domestik aja ya, soalnya bandara internesyonelnya belum kesampaian, InsyaaAllah segera, aamiin.

Oiya, untuk menghindari terjadinya resiko ketinggalan pesawat dan atau hal-hal tidak terduga. Ada baiknya kita sudah standby di bandara setidaknya 2 jam sebelum jam keberangkatan.

Jadi buat yang rumahnya jauh dari bandara, perkirakan lama perjalanan dari rumah ke bandara, termasuk kemungkinan terjadi macet, ban bocor,  kehujanan di jalan (kalau naik motor), dan lain sebagainya.
Intinya sih, kamu sudah kudu sampai di bandara setidaknya 2 jam sebelum jam keberangkatan pesawatnya.

gara-gara kebanyakan narsis ini keknya, wkwkwk


> Pintu Security Check 1

Ini kekonyolan yang terjadi padaku kemarin saat akan bertolak dari bandara Ngurah Rai menuju Jakarta untuk menghadiri gelaran BI Netifest 2020 yang saat ini sedang kuhadiri hingga akhir pekan ini.

Di pintu terminal keberangkatan domestik bandara Ngurah Rai Bali, mesin security check ini posisinya agak menepi dari arah pintu masuk. Jadi saat tidak ada antrian, security check pertama ini tidak terlalu kentara. Dan hal inilah yang membuatku hampir melewatinya, apalagi pas itu terlalu sibuk dadah-dadah sama dek Rara, suwer nyaris kebablasan.

Biasanya setelah melewati ini ada wrapping booth, yang kalau di Ngurah Rai posisinya persis setelah mesin security check pertama. Tidak perlu ke booth ini jika kalian tidak butuh untuk mengepak ulang bawaan bagasi kalian.
Jadi jangan sampai linglung pas ditanyain petugas wrapping ya. Karena kejadian disini sempat bikin aku diketawain si mas-mas itu.


> Check In Counter

Saat ini, check-in tiket sudah bisa dilakukan melalui online tetapi, menurutku ini paling efektif digunakan oleh penumpang tanpa bagasi karena, saat kita membawa bawaan bagasi kita akan tetap membutuhkan check-in bagasi di counter.

Tetapi, untuk meminimalisir nggak kebagian seat yang "bagus" karena antrian counter yang terlalu panjang, tak ada salahnya jika kalian check-in online agar bisa lebih leluasa memilih seat yang "terbaik", karena check-in online bisa dilakukan 24 jam sebelum keberangkatan.
Sedangkan check-in di counter biasanya dibuka 2 jam sebelum keberangkatan.

Oiya, check-in ini fungsinya untuk reservasi tiket yang sudah kita booked sebelumnya. Saat check-in ini, nanti kita akan diberikan Boarding-Pass yang akan kita pakai untuk bisa masuk ke gate atau pintu keberangkatan juga saat memasuki pesawat. Nah acara memilih seat itu pas check-in ini. Beda ya sama mau naik Bus, seat dipilih saat beli tiket.


Lalu, bawaan bagasi tadi gimana?
Hmm, ya harus tetap antri di counter, hihi.

Ini juga penting ya, bawaan ukuran bagasi (over 7 Kg) harus melalui check-in counter. Karena kejadian memalukanku kemaren adalah, merasa sudah check-in online jadinya bawaan ikut naik ke gate keberangkatan.
Hasilnya, aku harus turun lagi ke counter buat check-in. Ini capek banget gaes! Bonus MALU juga, jadi jangan ditiru ya, hihi.


> Security Check 2

Bagasi aman, boarding-pass ditangan, mari menuju Gate keberangkatan.

Di Boarding-pass biasanya sudah tertera di Gate mana nantinya kita harus stand-by nunggu pesawat kita (((kita))). Meskipun, di detik-detik keberangkatan, gate bisa saja berubah.
Nggak usah khawatir, nanti pasti ada petugas bandara yang ngasih tahu kalo kita pindah gate.
So, tetep perhatikan keadaan sekitar ya, terutama jika jam sudah dekat dengan waktu boarding.

Tunggu!
Sebelum masuk ke area gate keberangkatan, kita akan melewati security check tahap kedua. Disini, bukan hanya barang bawaan kita saja yang dipindai, tetapi badan kita juga bakal dipindai.

Untuk barang-barang bawaan berukuran besar letakkan saja di conveyor belt, sedangkan arloji (yang mana wajib dilepas) silahkan letakkan di cart yang sudah disediakan baru diletakkan di atas conveyor belt.
Setelah memasukkan "mereka" ke dalam mesin scan, kita juga akan masuk melewati pintu body scan.

Nah sebenernya ada kejadian lucu saat aku berada di body scanning ini saat di bandara Ngurah Rai kemarin. Aku terlalu terpaku ngitungin detik yang ada di depanku sampai nggak dengerin mbak-mbak petugasnya bilang sudah selesai. wkwkw.

contoh borading pass (online)
Perhatikan Kode penerbangan, gate, jam boarding dan seat


> Keberangkatan

Kalau sudah di gate keberangkatan, sebenernya posisi kita sudah aman, tinggal menunggu boarding-time saja. Tapi seperti yang sudah aku sampaikan diatas, kadang bisa saja terjadi pindah gate beberapa saat sebelum boarding.
Tetap aware dengan keadaan sekiling aja, agar saat terjadi pemindahan gate keberangkatan, kita tidak ketinggalan.

Duduklah di seat sesuai yang sudah kalian pilih saat check-in tadi. Pasang sabuk pengaman selama lampu seat-belt menyala (biasanya saat take-off dan landing, atau pas cuaca lagi kurang bagus).
Jangan lupa juga matikan ponsel, atau minimal rubah pada posisi flight mode.

Sebaiknya tidak mendengarkan musik atau menonton video melalui device pribadi, sebagai gantinya, kita bisa menggunakan media hiburan yang sudah tersedia di bagian depan kursi kita. Namun untuk head-set, kita harus menggunakan milik kita sendiri.

Oiya, buat yang ponselnya lowbatt, tersedia colokan untuk isi baterai, lho. Tinggal colokin saja kabel data pada port yang tersedia.

Ehh iya ada lagi.
Toilet letaknya di bagian paling belakang sebelum dapur atau basecamp-nya mbak-mbak pramugari. Kalian bisa menggunakan toilet ini saat pesawat sedang terbang. Namun hindari ke toilet saat lampu pasang seat-belt sedang menyala. Karena itu artinya posisi kita sedang kurang aman.

Dan satu lagi, perlu diingat!
Toilet hanya boleh digunakan saat kita berada di atas atau pesawat sedang terbang. Bukan saat pesawat sedang di darat. Nanti bisa kena STOP sama mbak-mbaknya kalau nekat juga meski itu sebuah kebelet yang hakiki.

Sebelum terjadi kebelet maksimal, antisipasi dengan ke toilet saat masih di bandara, terlebih sesaat sebelum boarding.
Jika perjalanan lumayan lama dan pasti akan kebelet (lagi), segerakan ke toilet jika sudah ada indikasi kebelet dan saat posisi pesawat sedang terbang.
Hal ini untuk mengantisipasi kalau-kalau tiba-tiba lampu seat-belt menyala hingga pesawat landing. Karena ini pernah ku alami kemarin.
Sumpah ini menyakitkan sekaligus memalukan.


> Ambil Bagasi di Loket/Conveyor di Bandara Tujuan

Setelah melewati penerbangan tadi dan kalian sudah mendarat sempurna paripurna serta menginjakkan kaki di bandara, jangan lupa ambil bawaan yang sudah kita titipkan di bagasi tadi.

Cek  nomor loket atau conveyor pada struk atau baggage-pass yang kita peroleh saat check-in bagasi di bandara keberangkatan sebelumnya.
Jangan sampai salah conveyor ya, biar kamu nggak nangis karena merasa barangmu hilang. hehe.

Tadinya mau aku kasih contoh pass untuk bagasinya, tapi lupa naruh dimana.
Bentuknya mirip sama boarding-pass diatas sih, hanya keterangannya adalah nomor loket/conveyor.


Jika masih mengalami kebingungan di bandara, jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas bandara.
Sebaiknya bertanya hanya kepada petugas bandara saja ya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tapi...
Sebelum bertanya, ada baiknya baca papan arah yang terdapat di area bandara. Jika ada Board Map, baca dengan seksama juga. dari situ insyaaAllah kamu akan paham harus kemana melangkah.


Update:
Seat yang paling nyaman dan instagramable adalah yang dekat dengan sayap pesawat. Kalau aku, paling suka di 2-3 baris setelah pintu (exit) darurat. Posisi ini biasanya berada tepat di belakang sayap pesawat, jadi buat pepotoan ini bagus banget.
Eitss, jangan kalap ya potonya, dan jangan lupa HP harus berada di flight-mode. Lebih aman lagi kalau full Off. Kalaupun menggunakan kamera, tetep nggak boleh kalap ya.

contoh foto yang sempat terekam dari tempat dudukku pas pulangnya.
Seat 19F, Batik Air



Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Selamat menikmati penerbangan pertamamu kawan!



Annyeong,
sera wicaksono

Posting Komentar

0 Komentar