Benarkah Daun Kelor Dapat Menangkal Virus Corona?

cegah virus corona dengan daun kelor

Kelor, sebagian orang masih mengidentikkannya dengan hal-hal mistis. Konon, kelor dapat digunakan untuk mengusir roh-roh jahat, sehingga kerap digunakan saat memandikan jenazah.
Namun tidak demikian di kampung halamanku. Daun kelor justru dijadikan sebagai bahan makanan atau sayur, terlebih saat uang belanja sudah menipis, hehe.

Itu sebabnya, memasak daun kelor kerap juga dianggap sedang missqueen karena untuk mendapatkannya kita tak perlu merogoh kocek, cukup panen di pagar tetangga. ^o^

Namun siapa sangka, daun kelor diklaim memiliki segudang manfaat untuk meningkatkan antibody sehingga dapat mencegah berbagai infeksi/penyakit, seperti virus Corona yang saat ini sedang menjadi perbincangan dunia. Begitu beberapa situs menyebutnya.

Tapi, benarkah daun kelor dapat menangkal virus corona? 
baca sampai akhir ya temans!


Cegah Virus Corona Dengan Konsumsi Daun Kelor



"Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati!"

Pepatah lama yang sering kita dengar sekaligus acap kali kita sepelekan ini kini menjadi populer pasca diumumkannya 2 pasien positif corona yang berada di tanah air oleh bapak Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Alih-alih mencegah tertular virus corona, masyarakat berbondong-bondong membeli masker meskipun harga masker melonjak tajam sejak virus corona ini mencuat Januari 2020 lalu. Tak sedikit pula yang bergegas membeli kebutuhan makanan berkeranjang-keranjang demi memenuhi perasaan aman mereka.

Bukan tanpa sebab sih, menurutku hal ini karena pemberitaan dimana banyak WNI di Wuhan – China saat itu terjebak di rumah dengan pasokan bahan makanan minim akibat tidak ada toko yang buka, pun kondisi siaga 1 yang tidak memperbolehkan warga keluar rumah pasca merebaknya corona kala itu.

Nggak salah juga, tapi begini,

Kondisi di Wuhan saat itu adalah daerah epidemi pertama yang terinfeksi, tanpa kesiapan, sehingga laju penularan yang sangat cepat menjadikan kondisi Wuhan porak-poranda sedemikian rupa. 
Tapi di Indonesia, yang alhamdulillah baru terinfeksi setelah 2 bulan, bahkan setelah lebih dari sekian puluh negara, tentu saja sedikit banyak sudah mendapat contekan cara mengantisipasi penyebaran sehingga tidak perlu over panik sampai memborong apalagi menimbun.


Akibat kegagal-pahaman yang hakiki ini, kenyataannya justru melahirkan masalah baru yang lebih rumit. 
Kelangkaan masker di pasaran ini berimbas pada pasien (non-corona) seperti TB Paru, Pneumonia, Kanker Paru yang sejatinya membutuhkan masker untuk melindungi diri dan sekitarnya agar tak menular juga.

Bahkan WHO juga menegaskan kepada masyarakat seluruh dunia untuk tidak salah kaprah dalam penggunaan masker ini. Masker jauh lebih dibutuhkan oleh mereka yang sedang sakit untuk mengurangi penularan, dibutuhkan oleh dokter dan perawat yang sedang menangani pasien agar tak tertular yang bahkan bisa menularkannya lagi, atau anggota keluarga pasien yang turut merawatnya.

Nah kita yang masih sehat, alhamdulillah ya, adalah prioritas terakhir yang membutuhkan masker.

Kasarannya gini,

Si A positif, bersin nggak pakai masker (soalnya maskernya udah diborong kan) dan bersinnya tadi nyemprot ke benda-benda di sekitar dia, semisal gagang pintu atau mesin ATM deh. Nah kita, yang sehat dan pakai masker megang gagang pintu tadi atau nyentuh mesin ATM tadi, terus lupa atau nggak sempet nyuci tangan lalu kucek-kucek mata atau pegang hidung atau mulut.
Mau kita pakai masker tumpuk lima belas sekalipun, potensi tertularnya sangat tinggi, vroh!

Jadi kapan kita perlu masker?
  1. Saat kita sakit
  2. Saat kita merawat orang yang sakit/pasien
  3. atau saat darurat harus berada di kerumunan, misalnya transportasi umum terutama yang berdesak-desakan, untuk meminimalisir hidung dan mulut kontak dengan sekitar yang kita tidak tahu mana yang membawa penyakit.

Bagaimana dengan hand sanitizer, cairan gemes yang satu ini kini juga melangka keberadaannya. Karena aku pribadi kemarin membeli hand-sanitizer gel 50 ml dengan harga 12 ribu rupiah, sehari setelah bapak presiden announce pasien positif corona, harganya menjadi 70 ribu rupiah dengan isi yang sama.

Nah, yang ganas itu virus coronanya, apa manusianya, sih?


Hand sanitizer ini menurutku tetap dibutuhkan, terutama buat kita yang kesehariannya berada di luar ruangan atau sering bertemu/kontak dengan banyak orang.

Memang, dihimbaukan untuk tidak melakukan kontak dengan orang lain semisal berjabat tangan selama wabah ini masih berkuasa. Namun jika kita tak dapat menghindari kontak dengan orang lain atau dengan benda-benda yang berpotensi terpapar virus, kek misalnya pegang mesin ATM atau gagang pintu minimart tadi lho gaes, hand sanitizer ini tentu akan sangat membantu kita.

Namun, jika aktivitas kita banyak di dalam ruangan dan minim kontak dengan orang lain atau benda-benda berpotensi terpapar, kita hanya perlu mencuci tangan dengan sabun saja.
Jadi, gunakan hand-sanitizer sebijaksana mungkin, tak perlu memborong, pikirkan juga orang lain yang membutuhkan.
Kalaupun kamu tidak dapat membelinya karena terlanjur mahal, kamu tetap bisa menggunakan sabun untuk mencuci tangan.

Menurut penuturan kemenkes, virus corona yang berbentuk seperti amplop (jangan nanya bentuk riilnya kek apa, aku juga gatau dan gak pengen kenalan juga) dapat luruh dan rusak alias mati dengan sabun dan cairan antiseptik.


manfaat kelor

Kandungan dan Manfaat Kelor

Oke balik lagi ke urusan dunia tak selebar daun kelor tadi.

Seperti halnya akar rimpang yang ramai dibahas di grup WA para buibu pasca statement pak dokter tempo hari, daun kelor juga disinyalir mampu menghadang infeksi virus corona ini, lho.

Benarkah?

WHO mengklaim daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki 300 manfaat dari kandungannya yang "ajaib" itu. Diantara banyak manfaat tersebut, daun kelor mampu meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) untuk mencegah berbagai macam infection dari luar tubuh, termasuk virus corona ini.

Karena pada dasarnya, tubuh kita telah dilengkapi dengan persenjataan untuk melawan bermacam bakteri dan virus, melengkapinya dengan amunisi gizi yang cukup akan mampu melawan gempuran virus secara lebih baik.
Nah, daun kelor ini diklaim mengandung tinggi protein, kalsium, vitamin serta mineral yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.
perbandingan gizi daun kelor segar
Ilustrasi perbandingan gizi daun kelor segar dengan pangan lain
foto: sehatku.my.id

Daun kelor basah dan kering pun ternyata memiliki perbedaan jumlah gizi yang sangat signifikan, yakni pada daun kelor kering (berbentuk suplemen) memiliki kandungan gizi lebih banyak daripada daun kelor segar.
Meski begitu, kandungan vitamin C pada daun kelor basah yang 7x lebih banyak dari buah jeruk, justru hanya setara 1/2 kali lipat buah jeruk pada daun kelor kering.

Padahal untuk menangkal radikal bebas, vitamin C lah yang sejatinya paling dibutuhkan. Sehingga dalam hal kasus pencegahan virus corona ini, sebaiknya konsumsi daun kelor basah dengan cara dibuat sayur. Namun jika ingin mengkonsumsi keduanya juga tak ada salahnya.
Ini pun tentunya harus dibarengi dengan sumber gizi lainnya ya temans, agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.


Tips Pencegahan Tertular Virus Corona

Tips pencegahan ini mungkin sudah banyak berseliweran di timeline medsos ya, hanya sekedar mengingatkan, mungkin dapat bermanfaat buat kita semua.
  1. Jaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti rajin mencuci tangan sengan sabun, mandi dan keramas, membersihkan rumah dan lingkungan sekitar rumah. 
  2. Hindari kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan. Namun jika (terpaksa) terjadi kontak, semisal bertukar benda/uang, segeralah mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
  3. Hindari kerumunan semaksimal mungkin, namun jika hal ini tak bisa dihindari, gunakanlah masker pada kondisi seperti ini sebagai antisipasi kontak dengan carrier dalam jarak dekat. Bukan tidak boleh mengunjungi tempat publik ya, TAPI menghindari KERUMUNAN.
  4. Konsumsi asupan gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu protein, buah, dan sayur seperti daun kelor yang kaya akan vitamin dan mineral.
  5. Tidak perlu panik, dan jangan termakan berita hoax yang digoreng berkali-kali. Karena gorengan yang berulang-ulang dapat menyebabkan kolesterol serta hipertensi!
  6. Positive thinking, alert, and pray hard. Karena sebaik-baik penolong adalah Tuhan yang Maha Esa.

Baca juga: 


Cara Menikmati Daun Kelor

Untuk mengolah daun kelor yang paling umum adalah disayur bening seperti layaknya memasak sayur bayam, namun diolah menjadi kudapan kreatif juga kini telah banyak dilakukan. Sayangnya, saat diolah menjadi berbagai macam kudapan variatif tersebut, justru ditakutkan akan mengurangi jumlah kandungan gizinya sebab proses memasak yang berlebihan.

Oleh sebab itu, mengkonsumsinya dalam bentuk sayur bening menurutku akan lebih baik, dan jangan lupa untuk menggunakan api kecil saat memasaknya. Oiya, seperti halnya pada daun bayam, sebaiknya tidak memanaskan sayur kelor ini ya. Masaklah secukupnya saja, toh sangat mudah, tinggal cemplungin irisan bawang merah dan bawang putih saja.

Etapi, aku punya cara menikmati sayur kelor ini agar semakin nikmat, lho. Cara ini umum dihidangkan di kampungku. Dan menurutku ini lezat.
Yaitu, dengan didampingi ikan asap penyet sambal tomat (matang), atau dengan sambal pecel (pecelan) ikan asap, telor dan tempe rebus.

sambal pecelan sayur kelor
pecelan telur rebus dan tempe (minus ikan asap)


Berikut aku bagi resep sambal pecelannya ya, anti gagal kok gaes.


Resep Sambal Pecelan

Bahan Sambal Kacang:

  • 3 sdm kacang tanah goreng
  • 1 ruas kelingking kencur/cikur
  • sesuai selera Cabe rawit/keriting, goreng layu
  • 1/2 buah tomat, goreng layu
  • Gula dan garam secukupnya

Eksekusi:

Uleg semua bahan sambal, tambahi air matang hingga teksturnya pas seperti sambal pecel (tidak encer dan tidak kering).

Gimana, mudah bukan?


Kuy bikin di rumah masing-masing dan nikmati sensasi kesegaran sayur kelor bening berpadu dengan sambal kacang yang syedap ini. Warga Pasuruan, Surabaya, Malang dan sekitarnya pasti paham, kahn?
Hehe.


Be Grateful, stay health and happy always!




Anyyeong,






Post a Comment

4 Comments

  1. Daun kelor dimasak kuah santan tuh wuiiiih banget lo.
    Mertua lewat aja bisa dicuekin.


    Btw manfaatnya pada peningkatan imun kita yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak dimasak bobor gt ya? I see,,, aku juga suka bobor, tp ga suka dicuekin wkwkwk.

      Delete
  2. Penasaran juga dengan daun kelor ini soalnya belom perna coba. Ternyata banyak khasiatnya terutama untuk imun tubuh

    ReplyDelete
  3. Sudah sebulan ini aku nggak masak sayur daun Kelor. Baca postingan ini jadi teringat untuk masak sayur daun Kelor lagi. Terima kasih sharingnya, Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....