Tips Membuat Nastar Mulus dan Kinclong

cara mengoles kuning telur pada nastar

Masih seputar Nastar, ya.
Cara bikin selai nastar yang legit aduhai, sudah. Resep Nastar yang enak dan lumer, juga sudah. Kini saatnya kita eksekusi.

Eitts, tunggu.
Pernah nggak pas bikin nastar udah cakep-cakep pas dipulung dipukpuk manja, pas dioven, ehh retak, ehh mleber kek maskara luntur. Pas dioles kuning telur cantik memesona, ehh pas matang, kusam. Buram. Nggak semolek buatan tetangga sebelah. Sebellll!
Padahal mulungin nastar udah sedari kelar subuh. Semangat udah empat lima, mulung-mulung cantik sambil nyanyi-nyanyi. 

Kesel kan? Kesel dong pasti.

Kalau sudah begini, si cantik Nastar yang tadinya mau eksis jadi primadona kue lebaran batal montok deh, yekan?
Malah jadinya si Nastar pesek. Atau si Nastar buruk rupa? Hahaha, jangan!
Cukup si itik saja yang buruk rupa, ya.
Nastar mah jangan.

Resep Kue Nastar Lumer sudah aku posting di artikel sebelumnya ya dear, silahkan dicek di label resep, atau bisa search di kolom pencarian di menu bar.

nastar kinclong

Cara membuat nastar yang cantik dan mulus

Ini beberapa pertanyaan yang paling sering bergumul dalam benak, pas tetiba nastar idaman kita melenceng dari ekspektasi. 
  • Kenapa Nastar saya meleber bentuknya ya kak? 
  • Kenapa Nastar saya kok pecah ya kak?
  • Kenapa Nastar Saya burem dan nggak bisa kinclong? 
  • Kenapa Nastar saya Bergerindil? 
  • Kenapa Nastar saya kurang lumer?
Oke, berikut aku tulis tips yang aku dapetin dari para sesuhu baking, dan yang sudah pernah aku praktekkan sendiri.

Pengocokan Mentega Jangan Terlalu Lama

Pernah nggak saat kita membuat kue kering, sudah kita hati-hati membentuknya secantik mungkin, namun ketika si kue keluar dari oven hasilnya malah melebar atau meleber dan nggak secantik sewaktu tadi kita membentuknya?

Aku pernah, sering malah. Haha.
Tapi Alhamdulillah setelah dapat beberapa pencerahan dari para tetua dan suhu perkuean, terjawab sudah kenapa nastar ku dulu pesek.

Saat kondisi ini terjadi, hal yang pertama kita lakukan pastilah menambah jumlah tepung. Ini kerap terjadi, termasuk yang pernah kulakukan dulu juga begitu. Penampakan kue yang melebar sering diasumsikan sebagai adonan yang terlalu lembek. Dan adonan yang terlalu lembek, bisa diartikan kurang tepung.

Namun, apa yang terjadi ketika kita menambahkan tepung lebih banyak dari takaran resepnya?
Tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap rasa dan tekstur kue yang dihasilkan nantinya. Bisa jadi kue menjadi kurang manis, aroma mentega atau butter jadi pudar, atau teksturnya menjadi lebih padat dan keras. Sehingga ekspektasi kue nastar yang lumer di mulut, hanya menjadi sebatas angan. haha.

Kalau sudah begini, bukan nastar aroma susu dan mentega lagi, tapi berubah jadi nastar rasa tepung, yekan?
Ini juga bisa sedikit menjawab pertanyaan "kenapa kue saya tidak lumer?" diatas.

Pengocokan mentega atau margarin untuk kue kering, cukup hanya sampai mentega tercampur rata dengan gula dan telur saja. Tidak perlu terlalu lama apalagi sampai mentega pecah bahkan mengembang.
Kecuali untuk jenis kue kering yang membutuhkan tehnik meleber, seperti misalnya kue lidah kucing atau Almond cookies.

Jadi, sudah ada gambaran kan kenapa nastarnya kemaren bentuknya jadi meleber kemana-kemana?

Yang tidak kalah penting juga, saat proses pencampuran tepung. Banyak ibu-ibu yang takut keburu anaknya nangis, langsung mengaduk adonan dengan tangan. Biar cepet katanya.
Ini kurang tepat ya Moms!

Aduklah adonan menggunakan spatula hingga tercampur rata, baru membentuknya dengan tangan, yang bahkan kalau bisa sebaiknya menggunakan sarung plastik tangan atau hand gloves, tapi yang khusus untuk memasak ya Bunda, jangan keliru sama sarung tangan berkebun.

Selain lebih higienis, sarung tangan dapat menghalangi adonan terpapar suhu tubuh secara langsung yang dapat menyebabkan adonan menjadi keras dan kue menjadi kurang lumer.


Perhatikan Suhu oven

Hampir semua kue kering harus dipanggang dengan suhu kecil, begitu juga dengan nastar. Bahkan nastar ini butuh api yang lebih kecil daripada kue kering jenis lainnya.

Kenapa?
Karena suhu yang terlalu besar atau terlalu panas bisa membuat kue kering pecah. Sebenarnya hal ini tidak hanya berlaku pada kue kering saja, cake atau bolu pun demikian. Bakalan retak merekah kalau suhunya terlalu tinggi.

Aku sih tidak bisa menjelaskan prosesnya secara ilmiah, kimiawi atau apalah. Tapi aku pernah baca demikian, demikian pula aku pernah mengalaminya. Hehehe.

Lalu berapakah suhu yang tepat?

Aku tidak paham betul berapa suhu persisnya ya, karena setiap oven memiliki karakter yang berbeda-beda. Tapi sependek yang aku tahu dan yang pernah aku baca adalah tidak pernah lebih dari 150°C, atau berkisar di suhu 100 - 150 derajat Celsius. Ingat, semua kembali menyesuaikan karakter oven masing-masing. Antara oven kompor, oven listrik, dan bahkan masing-masing merek dan ukuran oven listrik tidak sepenuhnya sama persis suhunya realnya.

Sebagai gambaran saja, aku menggunakan oven listrik cosmoven ukuran 26 liter milik ibuku. Aku memakai suhu 100 derajat selama 20 menit. Sedangkan menggunakan oven merek dan ukuran yang sama milikku sendiri, biasanya menggunakan sekitar 125 derajat dengan durasi yang sama.

Beda lagi saat aku menggunakan oven tangkring jadul tapa merek, yang tanpa thermometer juga itu, hehe. Aku selalu menggunakan api paling kecil dari komporku. Iingat! Paling kecil ya. 
Biasanya posisi api ini kalau dikecilin lagi bakalan mati atau kelap-kelip *bukan lampu di kota*

Jika api kompor sudah "merasa" diset paling kecil tapi masih juga pecah, berarti masih belum paling kecil tuh Bunda. Bisa jadi putaran kompornya yang error *kayak punyaku dulu atau mulungnya masih kurang padat, jadi masih ada beberapa retakan kecil yang ketika kena suhu panas dan mengalami yang namanya mengembang, dia akan retak.

Kalau masih mentah saja sudah tidak mulus, jangan tanyakan lagi kenapa itu retak saat matang nanti. Hihihi.


Perhatikan Cara Mengoles Kuning Telur yang Benar

Kesalahan pertama kenapa nastar kita hasilnya burem alias butek adalah waktu pengolesan kuning telur yang kurang tepat.
Yes, dulu aku juga sering mengalami hal ini. Nastar sudah dipoles cantik pakai full kuning telur pula, eh pas keluar oven warnanya jadi coklat kusam atau jadi pucat kumal.

Pengolesan kuning telur yang tepat adalah setelah nastar matang ya ibuk-ibuk, bukan pada saat adonan mentah yang siap dioven.
Karena, jika kuning telur dipanggang terlalu lama maka warnanya akan lebih cepat matang, jadi kusam dan ikut retak saat proses kue mengembang.

Namun yang juga perlu diperhatikan adalah, tunggu kue dingin atau hangat kuku terlebih dahulu baru dilakukan sesi pengolesan.

Ini penting! Kenapa?

Karena kuning telur akan segera matang saat terkena suhu yang tinggi.
Pernah nih aku ngalamin, pas nastar baru matang dan keluar oven langsung saya poles, eh malah bergerindil kuning telurnya jadi kayak telur rebus. Hehehe.


Tips membuat nastar yang kinclong

Mungkin tulisan ini adalah yang kesekian ribu tentang tips membuat nastar yang kinclong. Ada beberapa juga tips-tips yang pernah aku baca mengenai ramuan kinclong untuk nastar, namun ini yang akhir-akhir ini sering aku gunakan dan yang menurutku paling nyaman.

Ramuan kinclong mujarabnya adalah:

(Resep diadopsi dari IG @rondut dan @fen.z)
  • 3 butir kuning telur
  • 10 gram adonan nastar
  • 1 sdt penuh butter/mentega
  • Sedikit susu cair atau minyak goreng, jika diperlukan

Cara membuatnya:

  1. Campur dan aduk rata semua bahan hingga kekentalannya menyeruapai nail polish alias cat kuku. Jadi tidak terlalu encerbataupun terlalu kental.
  2. Oleskan bahan olesan merata pada permukaan nastar yang sudah matang dan tidak panas lagi. Ingat! Sudah tidak panas lagi ya nastarnya.
  3. Panggang lagi dengan suhu paling rendah selama lima menit saja.
  4. Sebaiknya gunakan kuas yang lembut khusus untuk olesan kuning telur, banyak dijual di TBK terdekat.
  5. Gunakan kuning telur omega untuk hasil yang lebih golden, karena telur negri warna kuningnya lebih pucat. Namun jika telur omega sulit didapat, atau harganya terlalu mahal boleh disiasati dengan sedikit meneteskan pewarna kuning telur.

Adonan nastar yang dicampurkan, selain berfungsi sebagai pengental juga dapat mengurangi garis-garis retakan akibat proses mengembang saat pemanggangan tadi.


Bolehkah mentega diganti margarin?
Boleh saja, namun tentu saja akan berbeda aromanya.

Susu cair hanya sebagai pengencer saja jika dirasa adonannya terlalu kental. Boleh menggantinya dengan minyak goreng jika tidak ada stok susu cair, ini menurutku.
Namun penambahan minyak goreng akan menghasilkan bintik-bintik embun setelah pemanggangan. Finishing nya adalah ditap-tap dengan tissue untuk menghilangkan si embun.
Namun jika produksi nastarnya banyak, penambahan minyak goreng kurang efektif.

Nah, semoga sudah terjawab ya pertanyaannya kenapa nastarnya pecah dan kusam. Yuk, mumpung lebaran masih lama nyicil bikin nastar.
Eitss, tapi awas habis sebelum lebaran yah :)



Happy baking ^o^
sera wicaksono

Posting Komentar

6 Komentar

  1. waktu kecil suka bantu ibu bikin kue yang mirip nastar gini. Saya bagian yang ngoles2 kuning telurnya dan sementara proses pembuatan sudah ngiler aja pengen makan. Eh setelah buka puasa semangat nyicipnya udah gak ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah udah kewaregan sama es paati ya bang wkwkwk

      Hapus
  2. Bisa nih dicontek sekalian nyobain manggang pake oven listrik hahaha....tengkiyu resep dan tipsnya Mak Icik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mba yuni, selamat bikin nastarnya. Jangan lupa bagi ke aku ya. Hehe

      Hapus
  3. Begitu ya tipanya agar nastar tampak kinclong dan mulus.
    Makasih teh tips nya.. jadi pingin segera buat kue nastar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, hayu bikin mumpung lebaran masih seminggu

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Yuk tinggalin ngobrol di kolom komentar :)
Link Aktif dan SPAM akan dihapus.

Happy reading other article....