Amara Kids - makeup aman untuk anak-anak

review amara makeup kit

Dandan di Depan Anak dan Resikonya

Yang namanya perempuan, emak-emak, dandan adalah sebuah naluri alamiah. Nggak semua cewek suka dandan, sih. Tapi, secara umum cewek itu sukanya dandan bahkan dari orok. Tak terkecuali I, aku, saya. Yes, I am.

Perlu diketahui, aku sedari bayi tinggalnya sama nenekku karena orang tuaku kerja di luar kota. Ibuku sendiri, bukan tipikal orang yang suka dandan, bahkan pakai bedak aja kadang suka muntah. Sedangkan nenekku, juga bukan oma-oma yang selalu tampil pakai gincu, dari dulu. Yang intinya, jaman aku kecil nyaris nggak pernah lihat orang dandan di sekitarku. Palingan kalau pas ibuku datang aja aku lihat beliau pakai bedak dan gincu. Udah.

Tapi, entah kenapa, jiwa doyan dandanku ini kerasa sedari aku masih ingusan.
Pernah waktu itu aku minta pakai gincu ibuku, sampai-sampai aku dimarahin budheku yang super galak itu.
You know gimana aku mengkeretnya pas itu.

Tapi mengkeret tak mengendorkan niat untuk tetep eksis bergincu, gaes!

Tetep nempel tuh gincu meronah di bibir bocah TK ini, wakaka. Padahal ya, sekarang ini, kalau aku lihat ada bocah pakai gincu gitu, suka sebel akutuh. Kasihan bibir lembutnya kena bahan-bahan kimia dari gincu, yakan? Belum lagi kalau gincu emaknya nggak jelas bahan-bahan dan mereknya.


Baca juga: Review: Rouge Signature Loreal Paris, Buat Kamu yang Suka Gincu Merona


resiko dandan di depan anak

Pengalaman Nyesek Gara-Gara Makeup-an di Depan Anak

Meskipun aku dari orok suka dandan, tapi aku genk emak yang nggak suka dandanin anak ciwinya lho, gaes!

Sekali lagi, aku tetep geli liat bocah didandanin disaat BUKAN untuk acara yang memerlukan mikapan semisal karnaval, atau kartinian, atau jadi dayang-dayang pengantin.

Nah, tapi, huru-hara itu terjadi beberapa waktu lalu.
Anak cewekku yang imut-imut dan sholeha itu, kan suka nemenin pas aku lagi dandan. Bahkan kadang suka meniru-niru gitu, terutama meniru “adegan” memulas bibir. Aslinya sih dia juga minta didandanin, tapi aku nggak ngasih.

Kalaupun semerengek-merengek dia, palingan aku pinjemin kuas dan kasih blush-on, dia kuas-kuasin sendiri dah ke semuka dia, abis itu ya aku bersihin.

Tapi...
Malam itu...

Rasanya jantungku hampir copot gara-gara si bocah di luar dugaan meniru adegan bergincu ini tanpa sepengetahuan emak dan bapak.

Jadi gini,
Pas itu waktu maghrib kan pakjo udah sholat duluan, kemudian mas rion, lalu bunda nyusul masih wudhu.
Selepas wudhu, pas emak lewat si bapak yang belum selesai benar itu, ngasih tau emak kalau bibirnya adek biru semua dan nyuruh ngelap pake tissue. Si emak yang takut keburu batal wudhu, sambil cemberut aja ambil tissue buat ngelap.

Eh, adek malah lari dong.
Trus aku yang masih manyun itu, bertanya-tanya, “abis makan apa sih dek biru semua?”

Dan nggak ada seorang pun yang tahu, hingga kemudian emak menemukan pensil warna berwarna biru tua itu tergeletak bersimbah liur.
“Allahu Akbar”

Langsung kubuka mulut adek, dannnnn...
di dalamnya biru semua, gaes! Nggak hanya dipakai buat gincuan rupanya, tapi juga diemut kayak permen, coba bayangkan kisanak!

Sekonyong-konyong aku buka mulut dia lebar-lebar, aku bersihin semua yang ada di dalamnya, kalau perlu dia harus muntah. Sayangnya sudah kupaksa dan si adek tetep juga nggak bisa muntah. Asumsiku, sedikit banyak pasti ada yang ketelan, ya kahn? Dan pensil warna tentu saja bukan sesuatu yang “food grade”, apalagi kami beli pensil warna murahan yang belinya dadakan gara-gara adek nangis pasca liat anak tetangga sebelah main mewarnai.

Panik? Tentu saja!

Pertolongan pertama dengan air kelapa dan apapun yang bisa kami lakukan untuk memastikan adek nggak keracunan. Alhamdulillah sih, semua baik-baik saja. Aman terkendali.
Huft!

amara makeup kit

Nemu makeup yang aman untuk anak-anak

Antara sedih dan kasihan sih. Mungkin itu karena dia sangking penasarannya gimana rasanya pakai gincu. Dan bisa jadi, tabiat suka dandannya ini ada yang ditiru, ehh.
Yaudah, akhirnya si emak sowan ke laman mbah gugel dan minta rekomendasi makeup yang aman buat anak-anak.

Beberapa merek pun muncul, tapi setelah searching harga dan ketersediaan barang, pilihanku jatuh pada AMARA Makeup for Kids. Yeayyy!


Review Amara Makeup Kit for Kids

AMARA Make-up Kit adalah sepaket makeup yang disiapkan untuk anak-anak. Terdiri dari 16 warna eyeshadow, 1 blush-on, 1 bronzer, 1 lipstick, dan 1 pencil alis sekaligus eyeliner. Dilengkapi juga dengan kuas blush-on, aplikator eyeshadow dan pemulas bibir.


Shade 

16 warna eyeshadow tersebut antara lain: white, yellow, orange, gold, green, green glitter, dark green glitter, silver, blue, black glitter, pink glitter, purple glitter, light purple, dark purple, pale pink, pink magenta.

Blush on berwarna pink banget, dengan bronzer warm yang lumayan manis. Untuk pensil alis dan eyeliner-nya, suwer, ini hitamnya nonjok banget! Jadi emak bisa deh tuh pinjem buat bikin look Smokey Eyes.
Sedangkan lipsticknya berwarna pink cerah dengan sedikit glitter yang lumayan sheer.

swatches amara


Detail dan Ingredients

Blush-on dan eyeshadow: talc, mica, paraffinum, liquidum, methylparaben, propylparaben, tocopheryl acetat, fragrance, may contain: CL 16035, CL 77491, CL 15850:2, CL 15850.

POM: NA11141200196
Netto: 3,2 gram

Amara Lipstick: Caprylic/Capric Triglyceride, Ricinus communis seed oil, Octyl palmitate, CL 77891, Cera Alba, CL 45410:2, CL 19140:1, Hydrogenated Microcrystalline wax, Montan Cera, Bis-Diglycerylpolyacyladipate-2, paraffin, glycol montanate, Red 7 (CL 15850:1), Phenoxyethanol, Fragrance, Syntetic Wax, Tocopheryl acetate, Ethylhexylglycerin.

POM: NA11141301204
Netto: 1,2 gram


Amara Makeup Kit for Kids ini konon masih sekeluarga besar dengan kosmetik Purbasari, yaitu didistruburin oleh PT. Gloria Origita Cosmetic (GOC), dan manufacture-nya dari China.
Di dalam kemasannya, tertulis Cocok untuk anak-anak 3 tahun keatas, dan alhamdulillah juga sudah lulus uji BPOM, jadi insyaaAllah aman, ya Bunda.

Info selengkapnya bisa cek disini www.amarakids.co.id



Teksture dan Aroma

Sayangnya, eyeshadow dan blushon-nya sangat powdery, pake banget. Sedangkan untuk aromanya, aduh, nggak tau deh musti bilang gimana. Pernah nggak, nyium aroma makeup jaman emak kita masih muda? Nah, kek gitu dah.
Bisa jadi, aroma tidak dibuat sesegar atau sewangi mungkin karena, takutnya justru disalah-artikan sama anak-anak. Nggak mau kan kejadian eyeshadownya dijilatin karena dikira permen?


Purchase & Price

Harga: Sekitar 150.000, harga bisa bervariasi hingga 200 ribuan.
Pembelian: di E-Commerce kesayangan kalian.



Setelah kejadian tragedi makan pensil warna itu, alhamdulillah dek Rara sudah bisa menerima penjelasan bahwa semua mainannya itu nggak boleh dimakan. Termasuk ketika mainan Amara Makeup Kit nya ini dateng. Emak sudah ngewanti-wanti, "nggak boleh dimakan ya dek!"

Termasuk kebiasaan buruk adek ngemut bibirnya, dilarang terutama saat pakai gincu. Hehe.
ya walaupun sudah terdaftar di BPOM, tetep khawatir aja kalau si gincu ketelen, yakahn?

Meskipun masih sangat berantakan dandanannya, tapi setidaknya dia punya kesempatan untuk mengeksplore imajinasi liarnya, hehe.



Gimana bunda, mau kasih kado si kecil mainan Amara Makeup Kit juga?



Anyeong,

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Aku mauuuuuu hahahaha. Ini cocok utk anakku nih. Secara dia seneng banget kalo udh liat aku dandan. Pgn niruin dan selama ini aku tolak trus :p. Sayang aja lipstik mahal dijadiin makanan wkwkwkw. Nah kalo ada yg murah tp aman begini, aku LBH sreg ngasihnya :D. Dia juga bisa eksplor cara dandan, dan makeup emaknya ttp aman :D.

    BalasHapus
  2. Ih ya ampoonnn lucunyaaaa.
    Ini cucok banget buat anak-anak zaman now, apalagi yang selalu terpesona dengan para youtuber beauty vlogger.

    Jangankan anak cewek ya, saya bahkan harus berusaha keras cari cara biar anak nggak liat saya pas make up, soalnya dia suka niru-niru dong.
    Yang paling lucu itu pas dia niru saya pakai deodorant, dia sering banget ambil deo saya terus dioles-oles ke keteknya gitu hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha dasar bocah ya bund, kek sama sih. Hampir semua polahku sekarang ditiruin dong. Kan emak jd ga bisa gerak bebas ya. Takut "petakilan"ku ditiru, hiks.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar sesuai artikel dengan bahasa yang baik dan sopan.

Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....