5 Metode Pembuatan Cake Dasar yang Wajib Diketahui Pemula

metode pembuatan cake

Dalam teknik baking, terdapat 5 metode pembuatan cake yang tentu saja masing-masing akan memberikan hasil akhir yang berbeda-beda. Berikut cara mencampur adonan dalam membuat cake yang wajib teman-teman pahami sebelum mulai belajar membuat kue.

Creaming Method (Sugar Butter)

Metode creaming adalah mengocok lemak (margarin/mentega) dan gula hingga mengembang pucat menyerupai krim. Kemudian telur dimasukkan satu per satu dan terakhir memasukkan cairan seperti susu atau buttermilk serta tepung secara bergantian. Creaming method ini biasa digunakan untuk membuat pound cake seperti English fruit cake.

Namun seiring perkembangannya, creaming method ini memiliki variasi lain yaitu penggabungan antara teknik sugar butter dengan teknik foam (meringue). Di mana, putih telur dan sebagian gula dikocok terpisah hingga kaku, kemudian dicampur dengan adonan cream (sugar butter) tadi dengan teknik aduk lipat.

Teknik aduk lipat artinya adonan hanya di balik-balik ringan secara memutar menggunakan spatula hingga adonan tercampur rata dan homogen. Teknik ini biasa digunakan untuk membuat cake jenis butter cake, misalnya Holland lemon cake dan marmer cake.

Flour and Butter Method

Dalam perkembangannya, metode creaming bisa juga dipadukan dengan metode sponge. Yaitu, margarin atau mentega dikocok secara terpisah hingga mengembang dan fluffy. Di wadah lain, telur dan gula dikocok hingga mengembang dan kental berjejak, kemudian ditambahkan tepung terigu. Keduanya kemudian digabungkan dengan teknik aduk balik hingga adonan menyatu.

Teknik ini cukup berisiko adonan menjadi turun (ambles) jika kita tidak hati-hati saat proses mencampurkan kedua adonan tersebut. Cake yang menggunakan metode ini misalnya lapis surabaya.

metode sponge cake

Sponge Method

Sponge method tentu untuk membuat cake berjenis sponge cake, misalnya roll cake, atau cake dasar untuk kue ulang tahun. Metode sponge terbagi menjadi 2 cara. Cara yang pertama adalah mengocok telur dan gula hingga mengembang dan kental berjejak. Cirinya, saat whisk diangkat, maka adonan yang terjatuh membentuk lipatan seperti pita. Kemudian adonan dicampur dengan tepung dan minyak atau mentega yang sudah dilelehkan sebelumnya.

Cara yang kedua adalah memisahkan putih telur untuk dikocok terpisah hingga mengkilap dan kaku. Cirinya, jika wadah dibalik adonan tidak tumpah. Di wadah terpisah, kuning telur dan gula dikocok hingga kental berjejak, kemudian ditambahkan tepung dan margarin/mentega cair. Setelah itu baru dicampurkan dengan adonan foam dari putih telur tadi.

Foam Method

Foam method bisa juga diartikan sebagai meringue. Adonan foam dihasilkan dari putih telur yang dikocok dengan kecepatan tinggi dengan sedikit bahan asam seperti cream of tartar atau bisa juga menggunakan cuka makan, atau air jeruk nipis. Setelah adonan mulai berbusa pekat, tambahkan gula sedikit demi sedikit agar foam/meringue tidak kempes.

Metode ini biasanya digunakan untuk membuat chiffon cake, dan jenis Japanese cake seperti Ogura.

Paste Method (Reverse Creaming)

Metode ini adalah membentuk adonan menyerupai pasta. Di mana bahan kering dicampur dengan lemak hingga berbutir-butir seperti pasir. Kemudian bahan cair (susu/buttermilk) dituang secara perlahan hingga adonan tercampur rata.

Teknik ini juga bisa digunakan untuk membuat red velvet cake.

teknik pembuatan cake

All in One Method (Blending)

Pada teknik all in one method, semua bahan diaduk jadi satu dengan hand whisk gitu aja, lalu dioven. Dengan catatan, pengadukan tidak boleh terlalu bersemangat. Kira-kira tidak lebih dari 15 kali putaran/adukan.

Harus diitungin mak?

Ya enggak juga sih. cukup dikira-kira aja. Yang penting adonan tidak menjadi mirip karet. Contoh all in one method: Brownies, Muffin, pancake, dsb.


Demikian 5 metode pembuatan cake yang bisa temen-temen gunakan sebagai dasar acuan dalam membuat cake. Semoga bermanfaat. 

Happy baking! ^o^


________

Sumber: Kingarthurbaking.com




안녕!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url