QRIS BI - Cara Baru dalam Transaksi Dompet Digital

kode qris untuk memudahkan transaksi dompet digital

Kode QRIS Untuk Semua Pembayaran Digital, Lebih Praktis Lebih Unggul

Pernah nggak, pas mau bayar pakai dompet digital, ehh toko atau restorannya pakai yang "warnanya" beda sama dompet digital kita?
Atau,
Pernah nggak, mau makan malah galau takut warungnya pakai dompet digital yang beda QR sama punya kita?

Aku, sering!

Tapi, sekarang nggak perlu khawatir lagi lho soal perbedaan ini, karena kita telah dipersatukan oleh Pancasila, ehh, maksudnya dipersatukan oleh QRIS.

Lahh, QRIS itu siapa?

Ada gak temen-temen disini yang masih belum tau QRIS itu apa? siapa? atau bahkan belum tau dompet digital itu apaan?
haha...
Santuy, aku juga baru tahu kok. Sini aku ceritain deh! *geser bangku.


Kehadiran Dompet Digital

Dewasa ini, sistem pembayaran berbasis kode QR (Quick Response) memang lagi naik daun. Sistem pembayaran yang pengaplikasiannya menggunakan telpon seluler pintar ini identik dengan kalangan milenial karena mayoritas penggunanya berasal dari kalangan tersebut.

Mau tau gimana cepetnya transaksi menggunakan
scan kode QR? tonton video ini!


Aplikasi sistem pembayaran melalui Smartphone yang sering disebut Dompet Digital ini menjadi pilihan cara bertransaksi non-tunai yang lebih praktis dan efisien, meskipun dalam penggunaan sebelumnya, kita masih dibuat galau perkara penggunaannya yang belum terintegrasi.
Yakni perbedaan aplikasi pembayaran yang digunakan merchant sering tak sama dengan yang kita miliki, akibatnya, sedikit menyulitkan kita tatkala dompet digital kita tak dapat memindai kode QR yang dimiliki merchant tersebut.

Hingga tak sedikit dari kita, para konsumen, yang akhirnya mendownload banyak aplikasi pembayaran demi bisa bertransaksi.
Imbasnya, kita akan diributkan dengan persoalan pengisian saldo yang menjadi terpecah-pecah untuk masing-masing aplikasi dompet digital.

Nah, per 1 Januari 2020, permasalahan tersebut sudah dapat diatasi dengan adanya kode satu pintu keluaran Bank Indonesia yang disebut dengan QRIS.


Apa itu QRIS?

QRIS singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard, adalah kode QR standar Indonesia yang dirilis oleh Bank Indonesia sejak 17 Agustus 2019 lalu, namun baru efektif digunakan per 1 Januari 2020.

Rilisnya QRIS yang tepat pada peringatan hari kelahiran Republik Indonesia ini menjadi kado istimewa yang dipersembahkan oleh Bank Indonesia, sekaligus menuturkan pada dunia bahwa Indonesia sudah sejajar dengan negara maju terkait teknologi cara pembayaran berbasis QR Code.

Disampaikan oleh Bapak Onny Widjanarko - Kepala Departemen Komunikasi BI, bahwa nantinya semua merchant yang bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti LinkAja, Gopay, OVO, DANA, dan PJSP serupa, cukup menggunakan satu QR Code yang terintegrasi (QRIS). 
Sehingga apa pun aplikasi pembayaran QR yang digunakan konsumen, transaksi pembayaran bisa dilakukan.

Baca Juga: Unboxing 2020: Kado Tahun Baru dari Bank Indonesia



Mengusung tagline UNGGUL yang merupakan akronim dari Universal, Gampang, Untung, dan Langsung. QRIS diharapkan dapat bermanfaat seperti akronimnya, yaitu:

  • Universal mewakili penggunaan yang inklusif untuk semua lapisan masyarakat, serta dapat digunakan baik domestik maupun di luar negeri.
  • Gampang karena transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman.
  • Untung yaitu penggunaan yang efisien, cukup satu kode QR untuk semua aplikasi, jadi lebih praktis juga.
  • Langsung mengartikan transaksi cepat dan seketika, sehingga dapat mendukung kelancaran sistem pembayaran yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan perekonomian Indonesia.

Perkara sistem keamanan, QRIS telah lolos uji coba (piloting) dua tahap.
Tahap pertama dilakukan pada September hingga November 2018, sedangkan tahap kedua dilakukan pada April hingga Mei 2019.
Secara hukum, QRIS pun sudah diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 21 Tahun 2019.

Jadi nggak usah khawatir lagi ya gaes!


Jangan Mengaku Milenial Kalau Belum Beralih ke Digital!

Yes!
Wahai masyarakat milenial, atau yang mengaku-ngaku milenial, nggak perlu khawatir tentang kemajuan jaman ya. Tidak perlu terlampau rumit memikirkan kemajuan teknologi yang memamg tak bisa dihentikan ini.

Satu-satunya cara agar kita tak terpuruk, adalah mengikuti alur perkembangan jaman sebagaimana mestinya, semampu kita.

Perkara sistem pembayaran digital atau dompet digital ini, pun tentunya sudah dipersenjatai dengan sistem keamanan yang valid, meskipun tetap ada celah untuk sebuah masalah. Akan tetapi, kembali kepada kehati-hatian kita secara pribadi sebagai pengguna.

Dan yang paling penting adalah, bijaksana didalam penggunaannya.

Inflasi adalah cerminan efisiensi konsumsi bangsa. Oleh karenanya, jadilah konsumen yang cerdas agar inflasi tak semakin meningkat.



Meski Serba Digital, Tetap Harus Cinta Rupiah!

Sebagai regulator kebijakan ekonomi makro, Bank Indonesia ingin memacu Indonesia unggul dengan peningkatan ekonomi melalui sistem pembayaran non-tunai yang mengiringi pesatnya pertumbuhan industri 4.0.

Tak hanya diperuntukkan kalangan pengusaha besar, ataupun start-up, QRIS yang dirilis oleh BI ini juga bisa digunakan bagi kalangan pengusaha UMKM, hingga pedagang kaki lima.
Selain kekinian, tentu saja hal ini memudahkan proses transaksi yang tak pakai ributin kembalian itu, sehingga laju ekonomi pun semakin meningkat.

Meski demikian, BI tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap mencintai rupiah karena, Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan Republik Indonesia.

Uang Rupiah emisi 2016
foto: finansialku.com


Nah, yang masih suka ngerusak uang Rupiah terutama untuk nominal kecil, jangan ya!
Karena, pecahan rupiah emisi 2016 memiliki biaya produksi termahal untuk ukuran uang kertas. Selain itu, dengan menjaga uang kertas ini, kita juga membantu para penyandang disabilitas agar bisa mengenali nilai nominal pada uang kertas tersebut.

Perlu diketahui, pada uang kertas emisi 2016 ini terdapat blind code untuk membedakan jumlah nominal bagi para Different Ability (Difabel), lho.

Hayo, sudah pada tahu bentuk dan letak blind code pada uang kertas, belum?
Xixixi...

Tapi kalau tentang QRIS, sudah tahu kan?



Annyeong,

Posting Komentar

0 Komentar